<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366</id><updated>2011-09-08T09:30:27.475-07:00</updated><category term='Inspirasiku'/><category term='Materi Tarbiyah'/><category term='Busana Wanita'/><category term='Kreatifitas Muslimah'/><category term='Akademik'/><category term='Be a Good Mom'/><category term='Karena Cantikmu Beda'/><category term='Be a Good Moslem'/><category term='Materi Keorganisasian'/><category term='Tips Sukses KKN'/><category term='Industrial Engineering'/><title type='text'>Sitnah Aisyah's Blog</title><subtitle type='html'>Learning is a blast...! 
Be a real moslem woman is a must.  And to become an Industrial Engineering woman need to be fast...!
As far as the journey of my life,... let the faith keep me up on the right path...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-8208311675801203747</id><published>2011-04-07T14:59:00.001-07:00</published><updated>2011-04-07T16:02:56.287-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Moslem'/><title type='text'>Kisah Nabi Musa dan Batu yang Membawa Lari Baju Musa Alaihissalam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-hsEjV8_InOw/TZ5CY3MWW6I/AAAAAAAAARo/nZSFIYzqYhY/s1600/batu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hsEjV8_InOw/TZ5CY3MWW6I/AAAAAAAAARo/nZSFIYzqYhY/s400/batu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592980782140775330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bodoh dari Bani Israil menuduh Musa memiliki penyakit bawaan yang dia sembunyikan di tubuhnya. Penyebab tuduhan ini adalah bahwa Musa menyembunyikan auratnya dan tubuhnya yang lain dari orang lain karena besarnya rasa malu yang ada pada dirnya. Mereka telah berburuk sangka kepada Nabi mereka. Dan manakala Allah menginginkan para Nabi&lt;br /&gt;dan Rasul-Nya adalah orang-orang paling sempurna dan terbaik, serta Dia berkehendak membongkar setiap kebatilan yang dituduhkan kepada mereka sehingga bisa menghalangi orang-orang untuk mengikuti mereka, maka Allah menjadikan batu itu terbang membawa baju Musa&lt;br /&gt;yang diletakkan di atasnya ketika dia sedang mandi.  Maka Bani Israil melihat Musa telanjang tanpa cacat, dan mereka mengetahui kedustaan para pendusta padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nash Hadits&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Sesungguhnya Musa adalah seorang laki-laki yang pemalu dan menutup diri. Kulitnya tidak terlihat sedikit pun karena rasa malunya. Di kalangan Bani Israil terdapat orang-orang yang menyakitinya.  Mereka berkata, 'Musa tidak tertutup seperti itu kecuali karena cacat yang ada di kulitnya, bisa penyakit sopak, bisa karena kedua buah pelirnya besar atau penyakit lainnya."  Dan sesungguhnya Allah berkehendak untuk membebaskan Musa dari segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Suatu hari Musa menyendiri. Dia melepas pakaiannya dan meletakkannya di atas sebuah batu, lalu dia mandi. Selesai mandi Musa menghampiri bajunya untuk mengambilnya dan memakainya, tetapi batu itu berlari membawa baju Musa. Maka Musa mengambil tongkatnya. Orang-orang melihat Musa telanjang dalam bentuk ciptaan Allah yang paling baik.  Allah membebaskan Musa dari tuduhan yang mereka katakan. Batu itu berhenti, maka Musa mengambil bajunya dan memakainya. Musa mulai memukul batu itu dengan tongkatnya. Demi Allah, pukulan tongkat Musa meninggalkan bekas di batu itu sebanyak tiga atau empat atau lima; dan itulah firman Allah Ta'ala, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-RFp9kM-emvM/TZ40OvMWpzI/AAAAAAAAARg/doeQKqrbLBc/s1600/69.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 64px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-RFp9kM-emvM/TZ40OvMWpzI/AAAAAAAAARg/doeQKqrbLBc/s400/69.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592965215031830322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orangorang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa. Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan dia adalah seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah." (QS. Al-Ahzab: 69).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Bukhari dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Bani Israil mandi dengan telanjang, sebagian melihat kepada yang lain.  Sementara Musa mandi sendiri. Mereka berkata, 'Musa tidak mau mandi bersama kita kecuali karena dia itu memiliki dua buah pelir yang besar."  Suatu hari Musa mandi, dan dia meletakkan bajunya di atas batu. Tapi kemudian batu itu berlari membawa bajunya. Musa memburunya sambil berkata, "Bajuku, wahai batu." Bani Israil pun melihat Musa. Mereka berkata, "Demi Allah, Musa tidak apa-apa." Lalu Musa mengambil bajunya dan memukuli batu itu. Abu Hurairah berkata, "Demi Allah, pukulan Musa membekas di batu itu enam atau tujuh kali pukulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat ketiga dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Sesungguhnya Musa adalah seorang laki-laki pemalu. Itulah firman Allah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-RFp9kM-emvM/TZ40OvMWpzI/AAAAAAAAARg/doeQKqrbLBc/s1600/69.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 64px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-RFp9kM-emvM/TZ40OvMWpzI/AAAAAAAAARg/doeQKqrbLBc/s400/69.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592965215031830322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orangorang yang menyakiti Musa. Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan dia adalah seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah." (QS. Al-Ahzab: 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TAKHRIJ HADIS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Hadis ini dalam Shahih Bukhari dalam Kitab Ahadisil Anbiya’, 6/436, no. 3404. &lt;br /&gt;2. Riwayat kedua oleh Bukhari dalam Kitabul Ghusli, bab orang mandi telanjang, 1/385, no. 278.&lt;br /&gt;3. Riwayat ketiga dalam Bukhari dalam Kitab Tafsir, bab "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa" (QS. Al-Ahzab: 69), 8/534.&lt;br /&gt;4. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabul Fadhail, 4/1841, bab keutamaan-keutamaan Musa; juga dalam Kitabul Haid,bab boleh mandi telanjang sendirian, 1/267, no. 339.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penjelasan Hadits&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Musa sangat pemalu, dan malu adalah akhlak yang mulia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam lebih malu daripada perawan di tendanya, dan beliau memuji rasa malu dalam sabdanya, "Rasa malu itu semuanya baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan Bani Israil orang laki-laki dibolehkan mandi dengan telanjang, sebagian melihat kepada sebagian yang lain. Tetapi Musa hanya mandi sendirian, karena rasa malunya yang besar. Dia tidak mau menampakkan kulit tubuhnya dan auratnya.  Orang-orang bodoh lalu menebar gosip. Tidak ada yang selamat dari gosip orang-orang seperti ini, bahkan para Nabi dan Rasul sekalipun. Kata mereka – secara dusta lagi palsu – bahwa sebab tertutupnya Musa dari mereka adalah adanya cacat di tubuhnya yang disembunyikannya, bisa jadi kedua buah pelirnya yang besar atau penyakit kulit (sopak) yang menurut orang-orang menjijikkan atau cacat lain yang tidak ingin diketahui oleh orang lain.&lt;br /&gt;Jelas, tuduhan dusta ini menyakiti Musa dan Allah tidak rela hal itu terjadi pada Rasul-Nya. Gosip busuk seperti ini bisa mengurangi kepercayaan pada orang yang diangkat oleh Allah sebagai Rasul. Seorang Rasul di mata manusia haruslah tampil sebagai contoh sempurna tak ada yang menodainya. Tidak pada bentuk ciptaannya dan tidak pula pada perilakunya.  Allah berkehendak membebaskan Musa dari tuduhan dusta yang dialamatkan kepadanya oleh orang-orang pendusta dan bodoh. Suatu hari Musa pergi mandi sendiri seperti biasanya. Musa meletakkan bajunya di atas batu. Ketika Musa selesai mandi, dan dia ingin mengambil bajunya, batu itu terbang membawa bajunya. Padahal batu itu tidak memiliki kemampuan untuk bergerak, apalagi terbang. Batu adalah benda mati, tetapi Allah membuatnya bisa terbang dengan cara yang tidak kita ketahui demi hikmah yang diinginkan-Nya, yaitu membebaskan Musa dari gosip buruk yang ditujukan kepadanya.  Kejadian tiba-tiba ini mengejutkan Musa, maka dia berlari mengejar batu sambil memanggilnya, "Bajuku, wahai batu. Bajuku, wahai batu." Batu itu membawa pergi pakaian Musa, sebuah pemandangan yang unik.  Musa seorang Nabi yang mulia, seorang pemalu yang terhormat berlari dengan telanjang mengejar batu yang membawa bajunya. Hingga ketika batu itu sampai di permukaan Bani Israil, mereka melihat Musa yang sehat dan sempurna, tanpa cacat.  Luruhlah kebohongan yang dihembuskan oleh orang-orang bodoh. Batu itu berhenti.  Musa mengambil pakaiannya dan memakainya. Musa mengambil tongkatnya. Dia memukuli batu itu seperti orang yang sedang kesal dan marah terhadap seseorang yang durhaka, lalim lagi bengal.  Musa menyadari bahwa yang dipukulnya adalah batu, tetapi ia telah melakukan suatu perbuatan yang tidak dilakukan oleh batu. Maka, Musa melakukan padanya perbuatan yang tidak dilakukan kepada batu. Musa memukulnya dengan pukulan orang yang mendidik. Yang unik adalah, tongkat Musa yang terbuat dari kayu itu bisa berbekas di batu yang keras. Terdapat bekas-bekas pukulan tongkat Musa di batu tersebut sebanyak pukulan yang diberikan oleh Musa. Biasanya tongkat kalah dengan batu, karena batu lebih keras dari kayu. Dan yang sering terjadi adalah, tongkat akan patah jika kamu memukulkannya ke batu. Akan tetapi, tongkat Musa bukan sembarang tongkat, ia diberi banyak kelebihan, dan salah satunya yaitu bisa meninggalkan bekas di batu sebanyak enam atau tujuh bekas pukulan.  Allah telah mengisyaratkan kejadian ini dalam kitab-Nya dengan firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa. Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan dia adalah seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah." (QS. Al-Ahzab: 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PELAJARAN-PELAJARAN DAN FAEDAH-FAEDAH HADIS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kaum laki-laki Bani Israil boleh mandi telanjang. Hal ini termasuk yang di-nasakh dalam syariat Muhammad, tapi haram bagi kita.&lt;br /&gt;2. Besarnya rasa malu Musa. Di antara rasa malunya adalah dia menutupi auratnya dan jasadnya dari manusia, walaupun syariatnya tidak melarang itu.&lt;br /&gt;3. Para Nabi dan Rasul tidak lepas dari gangguan orang-orang bodoh, terlebih orang-orang shalih, sehingga dibutuhkan kesabaran untuk menghadapinya.&lt;br /&gt;4. Allah membebaskan Musa dari tuduhan orang-orang bodoh dengan cara yang menyakiti Musa, namun cara ini mujarab. Syubhat pun lenyap. Dan Allah Pemilik hikmah yang mendalam dan keputusan yang tidak tertolak. &lt;br /&gt;5. Terdapat dua ayat Allah pada makhluk-Nya dalam hadis ini: Batu berlari membawa baju Musa (padahal tidak lazim batu berlari atau terbang) dan bekas yang ditinggalkan oleh tongkat Musa di batu itu ketika Musa memukulnya (padahal tongkat yang meninggalkan bekas di batu bukanlah sesuatu yang lazim).&lt;br /&gt;6. Para Nabi adalah orang-orang yang sempurna ciptaan dan akhlaknya, karena Allah memilih orang-orang terbaik dan terpilih untuk memikul risalah-Nya dan menunaikan amanah-Nya.&lt;br /&gt;7. Orang-orang terhormat dan pintar dalam kondisi terkejut bisa melakukan sesuatu, di mana mereka melupakan kehormatan dan kepintarannya, seperti Musa yang berlari di belakang batu dengan telanjang dan memukul batu untuk mendidiknya.&lt;br /&gt;8. Syariat Taurat tidak layak untuk dijadikan sebagai pedoman dalam setiap masa. Sebagian darinya ada yang layak untuk masa itu. Di antaranya adalah diperbolehkannya membuka aurat pada waktu mandi. Ini tidak layak di masa sekarang, sehingga Allah me-nasakh-nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-8208311675801203747?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/8208311675801203747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2011/04/kisah-nabi-musa-dan-batu-yang-membawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8208311675801203747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8208311675801203747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2011/04/kisah-nabi-musa-dan-batu-yang-membawa.html' title='Kisah Nabi Musa dan Batu yang Membawa Lari Baju Musa Alaihissalam'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hsEjV8_InOw/TZ5CY3MWW6I/AAAAAAAAARo/nZSFIYzqYhY/s72-c/batu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-1283425241794687812</id><published>2011-04-04T10:29:00.001-07:00</published><updated>2011-04-04T11:26:38.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Moslem'/><title type='text'>Detik-detik Menjelang Ajal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-4Gjn6nZl3qU/TZoL9jCz1_I/AAAAAAAAARI/HeHMsV-YAIw/s1600/jenazah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4Gjn6nZl3qU/TZoL9jCz1_I/AAAAAAAAARI/HeHMsV-YAIw/s400/jenazah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591795039340845042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik Menjelang Ajal dalam Al – Qur’an, Sunnah, Sirah Nabawiyah, dan Generasi Terdahulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hidup bagi manusia merupakan titipan Ilahi  untuk memberi kesempatan untuk berbuat apa yang dikehendakinya. Pemberian amanah berupa jabatan, kepercayaan dan tanggung jawab sering disambut dengan penuh senyuman di dunia, namun berakhir dengan tangisan dalam pengadilan Allah nantinya.&lt;br /&gt;     Tidak dapat dibantah bahwa Allah telah menetapkan ajal bagi makhluk-Nya yang tidak bisa dielakkan bilamana ajal itu tiba. Oleh karenanya bagi orang yang merenungkan makna kematian, dia akan menyadari bahwa ajal adalah masalah besar dan setiap orang akan mengalaminya. Ajal pula yang mengantarkan manusia ke surga atau ke neraka.&lt;br /&gt;     Pada detik – detik menjelang ajal inilah dimana seseorang merasakan ajal telah dekat dan kepergiannya telah semakin tak terhindarkan, matanya telah mengisyaratkan kehampaan, kedua tangannya semakin tak berdaya dan kekuatannya telah semakin melemah, disana ia sedang melangkah di atas jembatan pemisah antara kehidupan yang fana dan kehidupan yang akherat yang kekal. Pada detik–detik seperti inilah seringkali mengucapkan kata–kata, atau nasehat–nasehat, atau isyarat–isyarat, atau gerakan–gerakan tangan atau kepala, atau isyarat–isyarat lainnya yang tak jarang mengandung pelajaran, nasehat atau cermin yang seringkali menunjukkan Khusnul Khatimah atau Su’ul Khatimah (Baik–Buruk akhir perjalanan hidup seseorang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Detik-detik Menjelang Ajal dalam Al Qur'an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pada detik–detik menjelang ajal dalam Al-Qur’an, dijabarkan gambaran tentang apa yang dialami pada saat orang menghadapi ajal yaitu bahwa ruh dicabut dari jasad hingga mencapai kerongkongan, dimana suatu hal yang mustahil seandainya ada yang mampu mengelakkan kematian. Yang terjadi adalah betis bertemu betis sebagai ungkapan kepedihan di atas kepedihan Sakaratul Maut, kecuali bagi orang yang mendapatkan rakhmat-Nya.&lt;br /&gt;Seperti dalam firman Allah Azza Wa Jalla QS Al–Qiyamah : 26 – 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-z29LBbhhK1U/TZoBVrt8I9I/AAAAAAAAAQY/Y7JTAWFK50U/s1600/26.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 247px; height: 53px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-z29LBbhhK1U/TZoBVrt8I9I/AAAAAAAAAQY/Y7JTAWFK50U/s320/26.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591783359358182354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sekali–kali jangan. Apabila nafas seseorang telah mendesak sampai ke kerongkongan”&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-s11flRlqCfQ/TZoBV2JLM-I/AAAAAAAAAQg/-WqjZJxUgO0/s1600/27.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 187px; height: 59px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-s11flRlqCfQ/TZoBV2JLM-I/AAAAAAAAAQg/-WqjZJxUgO0/s320/27.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591783362156770274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“dan dikatakan kepadanya: ‘ Siapakah yang dapat menyembuhkan?’ ”  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-FKb7-wTf8oc/TZoBV-anHlI/AAAAAAAAAQo/A5eJbQIA2h8/s1600/28.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 209px; height: 55px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FKb7-wTf8oc/TZoBV-anHlI/AAAAAAAAAQo/A5eJbQIA2h8/s320/28.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591783364377386578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan dunia”  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-sEppghb5Pe4/TZoCLpOmo5I/AAAAAAAAAQw/kK2C6HK3MEQ/s1600/29.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 60px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-sEppghb5Pe4/TZoCLpOmo5I/AAAAAAAAAQw/kK2C6HK3MEQ/s320/29.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591784286402814866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“dan bertaut betis kiri dengan betis kanan.”  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jjpAi5mxi4A/TZoCLzEn0xI/AAAAAAAAAQ4/WF_lc0dC0To/s1600/30.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:right;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 61px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jjpAi5mxi4A/TZoCLzEn0xI/AAAAAAAAAQ4/WF_lc0dC0To/s320/30.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591784289045304082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.”  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dijabarkan tentang penderitaan bagi orang–orang kafir pada saat menjelang kematian dan kegembiraan orang mukmin karena surga pada saat menjelang ajal dan berjumpa Allah, dimana bagi orang kafir kepedihan yang mereka alami sangat mengerikan dan membuat ketakutan. Malaikat memperlihatkan adzab dan siksa dengan segala perangkatnya yang mengerikan sehingga ruh dalam jasadnya enggan berpisah dengannya, Seperti yang dialami Fir’aun yang diadzab oleh Allah dengan ditenggelamkan di laut merah karena kesombongan dan keangkuhannya.  Sementara bagi orang mukmin, malaikat – malaikat memberi kabar gembira dengan lenyapnya keburukan dan mereka mendapatkan kebaikan, seperti yang dialami Nabi Yakub Alaihis Salam yang memberikan peninggalan berupa pegangan hidup kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Detik-detik Menjelang Ajal dalam Sunnah dan Kehidupan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dalam detik –detik menjelang ajal dalam sunnah dan kehidupan Rasulullah digambarkan tentang keadaan manusia pada saat menjelang ajal yaitu pada saat Sakaratul Maut dimana rasa sakit yang dirasakan mencapai puncaknya dan kepedihannya mengalahkan kekuatan pada sekujur tubuh, dimana mental pada saat Sakaratul Maut menjadi hilang oleh karena rasa sakit; lisan menjadi bisu; organ tubuh menjadi lemah, seandainya dapat bereaksi; raut muka berubah; rasa sakit merata di sekujur tubuh menjalar hingga ke bagian atas kening; lidah memendek tertarik ke dalam; kuku jari – jari memucat, lalu seluruh organ tubuhnya tidak berfungsi lagi secara perlahan, yang ada hanya suara rintihan dan jeritan serta reaksi lainnya yang akan tetapi tidak dapat dilakukan. Dan pada saat itulah pandangan terputus dari dunia dan keluarga  dimana pintu taubat pun tertutup dan sia – sialah penyesalan dan keluhan serta ratapan.&lt;br /&gt;     Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam meskipun memiliki kedudukan mulia, pemberi syafaat bagi umatnya pada hari kiamat, dan dijamin menjadi ahli sorga, namun meskipun demikian dia – sebagai manusia menampakkan beratnya Sakaratul Maut. Kenabiannya tidak menghalangi apa yang menjadi ketentuan hulum alam yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.&lt;br /&gt;     Dalam Hadist Riwayat Al – Bukhari menjelaskan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Amal perbuatan manusia baik buruknya tergantung pada akhir hayatnya”&lt;/span&gt;. Seperti yang terjadi pada paman Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam – Abu Thalib.  Dalam detik – detik menjelang ajalnya ia diajak oleh Rasulullah untuk memeluk Islam, tetapi ia tidak melakukannya, sehingga meskipun ia kerabat Rasulullah namun ia tetap musyrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Detik-detik Menjelang Ajal Orang-orang Terdahulu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Apa yang diucapkan, dialami, dan terlintas itu adalah cermin yang memantul dari pribadi –pribadi para sahabat Rasulullah yang mendapat keridhaan dari Allah dan merekapun ridha kepada-Nya. Mereka adalah manusia – manusia yang terpilih untuk hidup bersama Rasul dan Nabi-Nya.&lt;br /&gt;     Meskipun kedudukan tinggi yang mereka miliki, kata-kata para sahabat itu  yang diucapkan pada detik–detik menjelang ajal mengandung nasehat dan pelajaran yang sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Para Sahabat Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     Adapun sahabat – sahabat Nabi dan detik – detik menjelang ajalnya antara lain:&lt;br /&gt;- Abu Bakar, dimana ketika menjelang ajalnya menutup wajahnya dengan kain yang kemudian dengan kain itu diamanatkan kepada anaknya untuk dijadikan kafan, dengan alasan orang masih hidup lebih membutuhkan yang baru daripada orang yang telah mati.&lt;br /&gt;- Abdullah Bin Sa’ad Bin Abu Sarh, dimana saat menjelang wafatnya beliau menunaikan shalat.&lt;br /&gt;- ‘Amr Bin ‘Ash, dimana saat detik – detik ajalnya beliau meneteskan air mata dengan alasan akan mengalami tiga ketentuan yaitu : amalnya terputus, kedasyatan perjalanan ke akhirat, dan perpisahan dengan orang – orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Detik-detik Menjelang Ajal Orang-orang Shaleh Terdahulu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Adapun orang – orang shaleh terdahulu dan detik – detik menjelang ajalnya, antara lain yaitu:&lt;br /&gt;- Amir Bin Abdullah Bin Zubair Bin ‘Awwam, dimana meskipun dalam keadaan sakit ketika mendengar suara Adzan tetap melangkahkan kakinya ke mesjid, dan pada saat selesai ruku’ sekali ia meninggal dunia.&lt;br /&gt;- Abdurrahman Bin Aswad, dimana pada saat detik – detik menjelang ajalnya beliau membaca Al-qur’an dan meneteskan air mata dengan alasan karena menyesali shalat dan puasa, sampai kemudian hingga menghembuskan nafas terakhir ia tetap membaca Al-qur’an.&lt;br /&gt;- ‘Amr Bin abdu Qais, dimana saat detik – detik menjelang ajalnya beliau menangis dengan alasan telah tiba pada satu batas waktu dimana beliau tidak dapat lagi beribadah di siang hari dan shalat tahajjud di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Detik-detik Menjelang Ajal Para Pemimpin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pemimpin dan detik–detik menjelang ajalnya yaitu:&lt;br /&gt;- Al–Mansyur, dimana saat detik–detik menjelang ajalnya memberikan pengakuan atas dosa–dosa yang telah diperbuatnya dan memohon ampun atas dosa–dosanya tersebut.&lt;br /&gt;- Abdul aziz Bin Marwan, dimana saat menjelang ajalnya seseorang datang membawa kabar gembira tentang harta kerajaan yang sampai di istananya sampai satu tahun, akan tetapi baginya semua itu sudah tidak lagi berarti.&lt;br /&gt;- Hisyam Bin Abdul Malik, dimana saat menjelang wafatnya, ia mengumpulkan keluarganya dan memberikan semua yang telah ia kumpulkan semasa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Detik-detik Menjelang Ajal Para Durjana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para durjana dan pelena dan detik – detik menjelang ajalnya, antara lain: &lt;br /&gt;- Seorang tuan tanah yang lena, dimana saat detik – detik menjelang ajalnya oleh kerabatnya ditalqin untuk mengucapkan kalimat Tauhid : Lailaha Illallah. Tetapi ia tidak mengucapkannya, melainkan yang diucapkan: “Barang ini murah, barang pembelian ini bagus, yang ini begini dan yang itu begitu, begitu setertusnya hingga ia meninggal.&lt;br /&gt;- Kata–kata terakhir orang – orang hedonis atau orang yang hidupnya mengejar kesenangan duniawiyah tanpa ikatan agama, yang ketika ditalqin dengan kalimat tauhid: La ilaha Illallah sebelum menghembuskan nafas terakhir, malah mnenjawab: “ Hah, hah, aku tidak dapat mengucapkannya”.&lt;br /&gt;- Orang yang meninggalkan shalat, dimana ketika seseorang ditalqin mengucapkan kalimat Tauhid, La ilaha illallah yang kemudian ia menganggap semuanya itu tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebab-sebab Su'ul Khatimah  (Akhir Hayat yang Tidak Baik) dan Tanda-tandanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Setiap muslim selayaknya mempunyai sikap hati–hati terhadap hal–hal yang dapat menyebabkan Su’ul Khatimah. Di antara penyebab terbesar yang dapat mengantarkan seseorang pada akhir hayat yang tidak baik adalah aqidah yang tidak murni. Sebab kerusakan aqidah akibatnya dapat merusak keimanan dan amal perbuatan.&lt;br /&gt;Di antara penyebab lain yang dapat menimbulkan akhir hayat yang tidak baik adalah :&lt;br /&gt;- Mengejar pesona kehidupan dunia dan menggantungkan diri padanya.&lt;br /&gt;- Mengambil sikap keluar dari kebaikan dan petunjuk agama.&lt;br /&gt;- Melakukan kemaksiatan secara terus – menerus dan terbiasa dengan kejelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebab-sebab Husnul Khatimah (Akhir Hayat yang Baik) dan Tanda-tandanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Husnul Khatimah yang paling pokok adalah jika seseorang senantiasa mentaati petunjuk Allah dengan ketakwaan, mebuat tabir pemisah antara dirinya dengan hal – hal yang diharamkan, dan segera bertaubat bilamana telah melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;Tanda – tanda Husnul Khatimah yaitu antara lain :&lt;br /&gt;- Mengucapkan Syahadat atau kalimah tauhid pada saat meninggal dunia.&lt;br /&gt;- Gugur dalam pertempuran  di jalan Allah.&lt;br /&gt;- Mati karena membela agama.&lt;br /&gt;- Mati karena beramal saleh.&lt;br /&gt;- Pujian dan kesaksian baik terhadap orang yang mati dari para pelayat Muslim yang shaleh.&lt;br /&gt;- Dan lain-lain&lt;br /&gt;     Orang yang selalu sibuk bersama Allah, mengingat-Nya, Mencintai-Nya sepanjang hidupnya maka mudah baginya untuk senantiasa bersama-Nya pada saat – saat kritis menjelang ajal, yaitu keluarnya ruh dari jasad. Sebaliknya orang yang selalu sibuk dengan selain Allah pada saat hidupnya, maka sulit baginya untuk membawa diri bersama-Nya sehingga ketika ruhnya dicabut pun memberi pengaruh pada lisan dan pikirannya. Oleh karenanya itu, seyogyanya bagi setiap muslim senantiasa menempatkan hati dan lisannya pada kesibukan berdzikir kepada Allah dengan melakukan amal saleh dan ketaatan kepada-Nya. Sebab bilamana pada saat ajal tiba yang menguasai dirinya adalah syaitan, maka dia akan merugi selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari:&lt;br /&gt;Detik-detik Menjelang Ajal (Dalam Al-qur’an, Sunnah, Sirah Nabawiyah dan Generasi Terdahulu), Penulis: Khalid bin Abdurrahman Asy- Syayi’, dan Sulthan bin Fahd Ar- Rasyid, Penerjemah: Mustolah Maufur, MA, Penerbit: Pustaka Al- Kautsar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-1283425241794687812?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/1283425241794687812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2011/04/detik-detik-menjelang-ajal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1283425241794687812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1283425241794687812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2011/04/detik-detik-menjelang-ajal.html' title='Detik-detik Menjelang Ajal'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4Gjn6nZl3qU/TZoL9jCz1_I/AAAAAAAAARI/HeHMsV-YAIw/s72-c/jenazah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-3950101670267909976</id><published>2011-02-14T13:20:00.000-08:00</published><updated>2011-02-14T15:11:30.044-08:00</updated><title type='text'>Yaazid wa yankush</title><content type='html'>Alhamdulillah ......, &lt;br /&gt;Matahari baru kembali menampakkan sosoknya di balik perbukitan&lt;br /&gt;Di balik berbagai rasa yang tersisa sebelum tidur semalam, &lt;br /&gt;yang semuanya merubung pikiran dan jiwa, &lt;br /&gt;ada sedikit asa bahwa insya Allah hari ini &lt;br /&gt;'kan ada produk baru dari raga yang semakin renta termakan usia.  &lt;br /&gt;Tak apalah ..., &lt;br /&gt;badan ini belumlah setua yang seharusnya.  &lt;br /&gt;Masih kuatlah ia &lt;br /&gt;'tuk sekedar membersihkan dan merapikan.  &lt;br /&gt;Masih sangguplah &lt;br /&gt;'tuk 'sekedar'menyusun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;time schedule&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;draf &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;untuk berbagai usaha dan program kerja.  &lt;br /&gt;Dan masih bisa pula &lt;br /&gt;melowongkan relung-relung hatinya &lt;br /&gt;untuk mengingat RabbNya, &lt;br /&gt;dengan segala ...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;yaazid wa yankush&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-3950101670267909976?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/3950101670267909976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2011/02/yaazid-wa-yankush.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3950101670267909976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3950101670267909976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2011/02/yaazid-wa-yankush.html' title='Yaazid wa yankush'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-1926617423510124409</id><published>2010-12-11T13:02:00.000-08:00</published><updated>2011-02-14T13:19:43.922-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Moslem'/><title type='text'>Menjadi Orang Yang Lebih Baik</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa itu penting?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Menjadi orang yang lebih baik, atau dengan kata lain memperbaiki diri menjadi lebih baik adalah suatu hal yang hendaknya selalu diupayakan seorang muslim.  Hal ini karena:&lt;br /&gt;- Seseorang itu dilihat dari akhirnya sementara kita tidak tahu akan berakhir baik atau tidak baik&lt;br /&gt;- Akhir yang baik adalah puncak dari upaya memperbaiki diri&lt;br /&gt;- Tujuannya adalah mencari keridhaan Allah Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana cara membuat diri menjadi lebih baik? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Merasa bahwa kita tidak akan lama di dunia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfiman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-w_12x0_qIdU/TVmbYMe3rNI/AAAAAAAAAP4/RAbe11IICgc/s1600/185.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-w_12x0_qIdU/TVmbYMe3rNI/AAAAAAAAAP4/RAbe11IICgc/s400/185.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573656853817568466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.&lt;/span&gt; (Ali Imraan:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang merasa bahwa ia hanya sebentar di dunia, tentu tidak akan merasa tenang dan nyaman jika ia belum membekali diri dengan berbuat kebaikan.  Contoh: Orang yang akan melakukan perjalanan esok hari tentu akan berbeda persiapannya dengan orang yang baru akan melakukan perjalanan bulan depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merasa bahwa kita selalu dalam pengawasan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TQPwoOzjLXI/AAAAAAAAAPQ/kV2OvfQ3dgo/s1600/10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 247px; height: 59px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TQPwoOzjLXI/AAAAAAAAAPQ/kV2OvfQ3dgo/s320/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549543739810327922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu)”.&lt;/span&gt; (Al Infithar : 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika kita merasa diawasi? Apa efeknya? Takut ketahuan.  Orang yang takut ketahuan, apakah masih bisa melakukan hal-hal yang tidak baik sementara Allah Maha Mengetahui?!&lt;br /&gt;Misalnya: &lt;br /&gt;- Takut untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak bermanfaat baginya&lt;br /&gt;- Takut meninggalkan shalat&lt;br /&gt;- Takut bermaksiat, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memiliki himmah aliyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himmah adalah keinginan yang kuat mencari ketinggian disertai dengan usaha serius untuk mencapainya.  Beberapa fase untuk mendapatkan himmah aliyah yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style:italic;"&gt;targhib&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tarhib&lt;/span&gt; (motivasi &amp; ancaman)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style:italic;"&gt;irsyad&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;taujih&lt;/span&gt; (petunjuk dan arahan)&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tanmiyah&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tarqiyah &lt;/span&gt;(pengembangan dan penumbuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk dari memiliki himmah aliyah adalah bagaimana agar indahnya Islam bisa dinikmati oleh seluruh ummat manusia.  Beberapa hal yang bisa kita lakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- membina halaqah tarbiyah, &lt;br /&gt;- menyebarkan buletin dakwah&lt;br /&gt;- melaksanakan dakwah fardhiyah&lt;br /&gt;- berdakwah melalui blog/fb,dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Belum merasa cukup dengan apa yang telah dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang sangat menganjurkan ummatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.  Memiliki cita-cita yang tinggi adalah satu keniscayaan atas diri seorang muslim, namun hanya bercita-cita tanpa upaya untuk segera mengerjakannya tidaklah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TQP3VhPmdbI/AAAAAAAAAPY/Qk20fJiO65k/s1600/148.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 64px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TQP3VhPmdbI/AAAAAAAAAPY/Qk20fJiO65k/s320/148.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549551114923701682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."&lt;/span&gt; (Al Baqarah : 148) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TQP6S-RGIJI/AAAAAAAAAPg/ur5z7RvuIwA/s1600/48.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 143px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TQP6S-RGIJI/AAAAAAAAAPg/ur5z7RvuIwA/s320/48.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549554369709875346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,"&lt;/span&gt; (Al Maaidah : 48) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah Ta'ala juga berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TQP-w8mHeRI/AAAAAAAAAPo/N6AhrBMYa4s/s1600/21.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 49px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TQP-w8mHeRI/AAAAAAAAAPo/N6AhrBMYa4s/s320/21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549559282703759634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."  (Al Hadiid : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa dikerjakan?&lt;br /&gt;- Untuk diri sendiri&lt;br /&gt;- Untuk suami&lt;br /&gt;- Untuk anak&lt;br /&gt;- Untuk keluarga&lt;br /&gt;- Untuk kaum muslim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa penanda-penandanya (Indikatornya)?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merasakan beribadah sebagai sebuah kebutuhan bukan keterpaksaan&lt;br /&gt;2. Selalu merasa ‘on’ untuk berbuat&lt;br /&gt;3. Ibadah terasa nikmat walau hanya sedikit&lt;br /&gt;4. Tidak merasa kecewa ketika apa yang didapatkan berbeda dengan apa yang diinginkan&lt;br /&gt;5. Selalu muncul ide-ide kreatif untuk berbuat sesuatu hal untuk orang lain&lt;br /&gt;6. Menyalahkan diri sendiri atas semua permasalahan yang dihadapi. &lt;br /&gt;7. Segera mencari solusi dan tidak berlama-lama meratapi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Sitnah Aisyah Marasabessy&lt;br /&gt;5 Muharram 1432 H/11 Desember 2010 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Al Qur'an Al Kariim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-1926617423510124409?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/1926617423510124409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/12/menjadi-orang-yang-lebih-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1926617423510124409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1926617423510124409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/12/menjadi-orang-yang-lebih-baik.html' title='Menjadi Orang Yang Lebih Baik'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-w_12x0_qIdU/TVmbYMe3rNI/AAAAAAAAAP4/RAbe11IICgc/s72-c/185.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-4085978583673920074</id><published>2010-11-29T22:43:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T19:30:28.908-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busana Wanita'/><title type='text'>12 Golongan yang Boleh Melihat Aurat Wanita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TPmR91g2OkI/AAAAAAAAAPA/7zq-dgEJU7s/s1600/31.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 230px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TPmR91g2OkI/AAAAAAAAAPA/7zq-dgEJU7s/s400/31.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546624907606374978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”&lt;/span&gt; (Surah An Nuur : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat tersebut, maka golongan yang boleh melihat aurat wanita adalah:&lt;br /&gt;1. Suami &lt;br /&gt;2. Ayah kandung&lt;br /&gt;3. Ayah suami (mertua)&lt;br /&gt;4. Putera-putera (Anak laki-laki)&lt;br /&gt;5. Putera-putera suami (Anak laki-laki tiri)&lt;br /&gt;6. Saudara-saudara laki-laki &lt;br /&gt;7. Putera-putera saudara lelaki (keponakan/kemenakan laki-laki dari saudara laki-laki)&lt;br /&gt;8. Putera-putera saudara perempuan (keponakan/kemenakan laki-laki dari saudara perempuan)&lt;br /&gt;9. Wanita-wanita islam&lt;br /&gt;10. Budak-budak yang dimiliki&lt;br /&gt;11. Pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita)&lt;br /&gt;12. Anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaahu Ta'ala a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-4085978583673920074?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/4085978583673920074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/11/12-golongan-yang-boleh-melihat-aurat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4085978583673920074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4085978583673920074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/11/12-golongan-yang-boleh-melihat-aurat.html' title='12 Golongan yang Boleh Melihat Aurat Wanita'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TPmR91g2OkI/AAAAAAAAAPA/7zq-dgEJU7s/s72-c/31.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-7510974946768901075</id><published>2010-11-29T22:30:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T22:33:00.962-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Mom'/><title type='text'>Tarbiyatul Athfal (Mendidik Anak)</title><content type='html'>Tarbiyah adalah sebuah proses pertumbuhan atau perkembangan potensi-potensi yang dimiliki, baik potensi jasmani, rohani dan akhlak, yang diarahkan pada pertumbuhan yang seimbang, yaitu pertumbuhan yang sehat dan tidak rancu.  Proses pendidikan anak dimulai sejak dini, yakni sejak anak berada dalam rahim ibunya, bahkan jauh sebelum itu, dengan mencari dan memilih wanita yang sholihat untuk dijadikan ibu bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;Sebagian orang berpendapat bahwa pendidikan anak dimulai sejak bayi lahir.  Hal ini tidak benar karena seorang bayi yang masih berada di dalam rahim ibunya sudah akan terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh ibunya.  Oleh karena itu, ibu yang sedang hamil harus berusaha menjaga emosinya agar anak yang dilahirkan kelak memiliki emosi yang stabil/terkendali.  Dari penelitian modern, seorang ibu yang merokok, minum minuman keras, dapat mempengaruhi bayi dalam rahimnya.  Bahkan beberapa krim kecantikan yang dioleskan pada permukaan kulit (tubuh dan wajahnya) turut mempengaruhi janin dalam rahim.&lt;br /&gt;     Proses menyusui bayi juga merupakan hal penting dan sangat diperhatikan dalam Islam.  Diriwayatkan dalam sebuah kisah bahwa: pernah suatu ketika Imam Ahmad bin Hambal melihat anaknya disusui oleh seorang budak maka Imam Ahmad menarik anaknya dan berkata: Saya tidak bisa menjamin anak saya bisa jadi baik/selamat jika disusui wanita budak tersebut.  sebab daging dan tulang akan terbentuk dari air susu yang diminumnya, demikian pula akalnya, akan terbentuk saat meminum susu tersebut.  oleh karena itu Abdullah bin Ahmad bin Hanbal seringkali emosinya tidak terkendali. Lalu Imam Ahmad berkata, ini mungkin disebabkan air susu yang diminumnya dari wanita jariyah Beberapa kesalahan yang banyak dilakukan oleh para orang tua saat ini antara lain:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, seperti apa yang diisitilahkan oleh Al-Mihad, yaitu seluruh tubuh bayi diikat dan ini dilakukan oleh seorang ibu sehingga anak tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Ini dapat menyebabkan hati anak menjadi sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, membiasakan bayi tidur di tempat tidur yang digoyang-goyangkan agar anak berhenti menangis, yang apabila berhenti digoyangkan maka sang anak merasa ketagihan dan menangis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, pemberian susu kaleng (susu sapi atau lainnya), ini akan berpengaru hpada sang anak. Yang terbaik adalah dengan memberikan ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-7510974946768901075?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/7510974946768901075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/11/tarbiyatul-athfal-mendidik-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/7510974946768901075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/7510974946768901075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/11/tarbiyatul-athfal-mendidik-anak.html' title='Tarbiyatul Athfal (Mendidik Anak)'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-3410746040327934722</id><published>2010-11-29T22:28:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T22:30:22.653-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Mom'/><title type='text'>Menumbuhkan Tata Krama pada Anak</title><content type='html'>Pada bulan Februari tahun 1996, dari jajak pendapat yang dilakukan oleh US News &amp; World Report, sembilan dari sepuluh orang Amerika mengatakan bahwa kurangnya sopan santun pergaulan telah menjadi salah satu masalah serius di negeri tersebut, dan 78% persen mengatakan bahwa sopan santun orang negeri ini merosot dengan drastis dalam 10 tahun terakhir.&lt;br /&gt;Dalam artikelnya untuk US News &amp; World Report, John Marks memunculkan Robert E. Lee High School do Montgomery, Alabama, yang menurutnya merupakan suatu penampakan yang mewakili negeri itu secara keseluruhan. Artikel itu mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di sekolah yang para siswanya berasal dari bermacam-macam ras dan terletak di lingkungan kelas menengah, menumpang lewat berarti harus menerima perlakuan kasar. Para siswa umumnya tidak ramah atau berbicara dengan orang tidak mereka kenal. Di lorong sekolah, orang harus mendorong bila tidak ingin didorong, “Jika Anda sedang berdiri di sebuah lorong, lalu ada beberapa orang datang, jika tampaknya mereka akan menyusahkan sebaiknya Anda menyingkir,” cerita Cindi Roy, seorang murid senior, “Sebab jika tidak, mereka akan memukul Anda sampai babak belur.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentu sangat tidak kita inginkan.  Betapa tidak, AS yang selama ini menjadi (dalam kutip) panutan seluruh dunia, ternyata perlahan-lahan mengidap penyakit moral yang cepat atau lambat akan menghancurkan dirinya sendiri, sementara Islam, suatu ajaran yang paling sempurna, sangat memperhatikan kesempurnaan akhlak yang dibina sejak kecil. Jika kita ingin anak kita memiliki nilai-nilai tata krama yang baik, maka mulailah dengan membuat seperangkat aturan khusus sebagai berikut, kemudian tempelkan di beberapa tempat yang mudah terlihat. Berikut ini kami sampaikan beberapa contoh yang dapat para orang tua dalam mentarbiyah tata krama si anak:&lt;br /&gt;1. beri salam kepada orang dewasa yang kamu jumpai dengan mengatakan, “Assalamu’alaikum Pak, Bu”, misalnya, dan bertanya, “Bagaimana kabarnya Pak, Bu?”&lt;br /&gt;2. Jika diperkenalkan kepada seorang dewasa yang belum kamu kenal, atau jarang kamu lihat, jabatlah tangannya untuk melengkapi sapaanmu.&lt;br /&gt;3. Selalu ucapkan “terima kaksih” bila seseorang melakukan suatu kebaikan padamu, sekecil apapun.  Pandanglah mata orang itu dan ucapkan dengan jelas, sehingga ia tahu bahwa kamu tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Mengajar Emotional Intelligence pada Anak (Lawrence E. Shapiro, Ph.D)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-3410746040327934722?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/3410746040327934722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/11/menumbuhkan-tata-krama-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3410746040327934722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3410746040327934722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/11/menumbuhkan-tata-krama-pada-anak.html' title='Menumbuhkan Tata Krama pada Anak'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-5122011037248444793</id><published>2010-11-29T21:36:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T22:22:50.904-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Moslem'/><title type='text'>13 Golongan yang Tidak Boleh Dinikahi Menurut Surah An Nisaa ayat 23</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TPSOLdNWEqI/AAAAAAAAAOw/GYdydf1heh8/s1600/23.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TPSOLdNWEqI/AAAAAAAAAOw/GYdydf1heh8/s320/23.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545213368670229154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat ini, golongan yang tidak boleh dinikahi adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ibu&lt;br /&gt;2. Anak kandung perempuan&lt;br /&gt;3. Saudara kandung perempuan &lt;br /&gt;4. Saudara-saudara perempuan kandung bapak (bibi)&lt;br /&gt;5. Saudara-saudara perempuan kandung ibu (bibi)&lt;br /&gt;6. Anak-anak perempuan dari saudara laki-laki (keponakan/kemenakan perempuan)&lt;br /&gt;7. Anak-anak perempuan dari saudara perempuan (keponakan/kemenakan perempuan)&lt;br /&gt;8. Ibu susu&lt;br /&gt;9. Saudara sesusuan perempuan &lt;br /&gt;10. Ibu-ibu isterimu (mertua)&lt;br /&gt;11. Anak-anak isteri (anak tiri)*&lt;br /&gt;12. istri anak kandung (menantu)&lt;br /&gt;13. Saudara perempuan istri**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;* anak tiri dari istri yang telah dicampuri&lt;br /&gt;** jika istri masih hidup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-5122011037248444793?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/5122011037248444793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/11/13-golongan-yang-tidak-boleh-dinikahi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/5122011037248444793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/5122011037248444793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/11/13-golongan-yang-tidak-boleh-dinikahi.html' title='13 Golongan yang Tidak Boleh Dinikahi Menurut Surah An Nisaa ayat 23'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TPSOLdNWEqI/AAAAAAAAAOw/GYdydf1heh8/s72-c/23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-1516368480353315998</id><published>2010-08-24T19:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T19:20:03.325-07:00</updated><title type='text'>Menutup Wajah dalam Shalat</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kitab Shalat&lt;br /&gt;Bab III  Hal Syarat Shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 224&lt;br /&gt;وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- ; أَنَّهَا سَأَلَتْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم( أَتُصَلِّي اَلْمَرْأَةُ فِي دِرْعٍ وَخِمَارٍ  بِغَيْرِ إِزَارٍ ؟ قَالَ : إِذَا كَانَ اَلدِّرْعُ سَابِغًا يُغَطِّي ظُهُورَ قَدَمَيْهَا )  أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَ اَلْأَئِمَّةُ وَقْفَهُ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Ummu Salamah Radliyallaahu 'anhu bahwa dia bertanya kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam: Bolehkah seorang perempuan sholat dengan memakai baju panjang dan kerudung tanpa sarung? Beliau bersabda: Boleh apabila baju panjang itu lebar menutupi punggung atas kedua kakinya. Dikeluarkan oleh Abu Dawud. Para Imam Hadits menilainya mauquf.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pelajaran dari Hadits:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Para imam berpendapat hadits ini mauqif pada Ummu Salamah (tidak sampai terangkat pada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Oleh karena itu nisbahnya hadits ini kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam didhaifkan oleh kebanyakan ulama).  Adapun mauqufnya hadits ini kepada Ummu Slamah dishahihkan oleh sebagian ulama.  &lt;br /&gt;2. Hadits yang mauquf adalah hadits yang berhenti kepada sahabat, dari perkataan sahabat dan tidak disandarkan pada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Kalau hadits marfu’  adalah hadits yang dinisbahkan kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.  Jadi hadits ini gharib marfu’an tetapi shahih mauqufan bagi kebanyakan ahlul hadits meskipun Syaikh Nasiruddin Al Albani dalam Sunan Abu Dawud beliau melemahkan keduanya baik sanadnya maupun sanad yang disampaikan hingga Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dengan yang sanadnya sampai ke Ummu Salamah.  &lt;br /&gt;3. Dari sini dapat dipahami suatu perkara yaitu yang menimbulkan khilaf di kalangan ulama.  Apakah telapak kaki wanita juga merupakan aurat dalam shalatnya.  Karena hadits ini menyatakan apabila jubahnya itu panjang dan menutup kedua punggung kakinya, maka ia boleh shalat. Dari sini artinya jika ia shalat dengan menutup kedua punggung kakinya jika ia sujud maka telapak kakinya itu akan kelihatan.  Dari hadits ini sebagian ulama termasuk Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan telapak kaki seorang wanita tidak termasuk aurat di dalam shalatnya.  Jadi menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, telapak kaki itu sama dengan wajah. Ia boleh nampak dalam shalat.  Artinya seorang wanita yang sedang shalat dan tidak khawatir akan nampak wajahnya oleh laki-laki, maka ia boleh shalat dengan membuka  wajahnya dan kelihatan telapak kakinya.  Ini menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan sebelumnya menurut Imam Abu Hanifah.  Akan tetapi jumhur ulama berpendapat bahwa telapak kakipun adalah aurat dan ia wajib ditutup.   Ini adalah pendapat yang lebih kuat.  Jadi pendapat yang rajih mengatakan bahwa baik punggung kaki maupun telapak kaki kedua-duanya harus tertutup dalam shalat. (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11077680/Penutupwajahwanita.pdf.html"&gt;selengkapnya&lt;/a&gt;)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diedit dari rekaman Ta’lim Bulughul Maraam, Ustadz Syaiful Yusuf, Lc, Masjid Wihdatul Ummah, Makassar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-1516368480353315998?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/1516368480353315998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/08/menutup-wajah-dalam-shalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1516368480353315998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1516368480353315998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/08/menutup-wajah-dalam-shalat.html' title='Menutup Wajah dalam Shalat'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-5591600571041567384</id><published>2010-08-24T19:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T19:18:25.624-07:00</updated><title type='text'>Aurat Wanita dalam Shalat</title><content type='html'>&lt;b&gt;Hadits No. 221&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَنْ عَائِشَةَ عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( لَا يَقْبَلُ اَللَّهُ صَلَاةَ حَائِضٍ إِلَّا بِخِمَارٍ )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيُّ  وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Allah tidak akan menerima sholat seorang perempuan yang telah haid (telah baligh kecuali dengan memakai kudung. Riwayat Imam Lima kecuali Nasa'i dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faidah Hadits:&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;1. Dalam hadits ini disebutkan bahwa Allah tidak akan menerima shalatnya seorang perempuan yang telah haid yang sudah baligh kecuali dengan mengenakan kerudung.  Khimar adalah kain yang menutupi kepala seorang wanita sampai di lehernya.  Jadi ia tidak menutup wajah. Khimar itu artinya kerudung yang tidak menutup wajah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadits ini menunjukkan pada salah satu syarat sahnya shalat yaitu menutup aurat. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan dalam hadits ini bahwasanya seorang wanita yang telah baligh maka shalatnya tidak sah atau tidak akan diterima kecuali jika ia memakai kerudung.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari hadits ini dapat juga dipahami bahwa aurat wanita dalam shalat berbeda dengan aurat wanita di luar shalat.  Dan ini merupakan kesepakatan ulama.  Dimana dalam shalat wanita diperbolehkan untuk membuka wajahnya.  Berkata Al Imam Ibnu Abdil Baar, salah satu ulana yang hidup pada zaman ke-4 H.  Seorang mujtahid dan ahli hadits Madzhab Malikiyah yang digelar sebagai Muhaddits Al Maghrib,  Ia berkata: Ajma ala anna lil mar’ah fi shalah.  Para ulama telah berijma (ijma sudah merupakan salah satu dalil dalam Islam).  Para ulama telah berijma bahwasanya boleh bagi seorang wanita untuk membuka wajahnya di dalam shalat.   Ini mengisyaratkan bahwa di luar shalat mereka mesti menutup wajahnya.  Maka ditekankan ajma’u (para ulama berijma’), bahwasnaya boleh bagi wanita membuka wajah dalam shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hadits ini menunjukkan bahwa menutup aurat merupakan salah satu syarat sahnya shalat kecuali bahwasanya aurat di dalam shalat itu pada dasarnya berbeda dengan aurat di luar shalat (auratunnadzar/aurat pandangan). Ia merupakan sesuatu yang tidak boleh dipandang dari seseorang pria atau seorang wanita.  Adapun aurat di dalam shalat disebut auratushshalah atau aurah fishshalah.  Seorang wanita boleh membuka wajahnya di dalam shalat dan di luar shalat ia tidak  diperbolehkan untuk membuka wajahnya menurut pendapat yang paling kuat di kalangan para ulama.  Akan tetapi seorang wanita yang shalat dengan membuka wajahnya mengkhawatirkan akan terlihat oleh seorang laki-laki yang bukan mahramnya maka di sini berlaku auratiunnadzar/aurat di luar shalat.  Mengapa sebab ada aurat yang tidak boleh dipandang termasuk wajah sehingga apabnila seorang wanita shalat di tempat yang terbuka misalnya, yang di situ banyak laki-laki yang berlalu lalang, atau tempat tertutup tapi jendela kacanya bening sehingga orang bisa melihat wajahnya maka pada saat itu ia shalat dengan menutup wajahnya, sebab shalat dengan membuka wajah bukanlah kewajiban.  Sebagian orang menyangka bahwa dilarang menutup wajah ketika shalat.  Para ulama berijma, bahwa boleh membuka wajah saat shalat. Jadi hanya sekedar boleh atau dibolehkan bagi seorang wanita untuk membuka wajahnya di dalam shalat.  Jadi membuka wajah dalam shalat bukanlah merupakan kewajiban.  Meskipun wajah itu bukan merupakan aurat dalam shalat akan tetapi ketika ada laki-laki yang akan melihatnya maka ia menutup wajahnya.  Itu dianggap auratnya di luar shalat.(&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11077210/Suplemen4-auratdalamshalat.pdf.html"&gt;Baca selengkapnya&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diedit dari Rekaman Ta’lim Bulughul Maraam, oleh Ustadz Syaiful Yusuf, Lc, &lt;br /&gt;Masjid Wihdatul Ummah, Makassar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-5591600571041567384?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/5591600571041567384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/08/aurat-wanita-dalam-shalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/5591600571041567384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/5591600571041567384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/08/aurat-wanita-dalam-shalat.html' title='Aurat Wanita dalam Shalat'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-9041035173505437794</id><published>2010-08-02T23:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T00:11:35.119-07:00</updated><title type='text'>Bacaan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab Shifat Shalat : Hadits 307 &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي بِنَا  فَيَقْرَأُ فِي اَلظُّهْرِ وَالْعَصْرِ - فِي اَلرَّكْعَتَيْنِ اَلْأُولَيَيْنِ - بِفَاتِحَةِ اَلْكِتَابِ وَسُورَتَيْنِ  وَيُسْمِعُنَا اَلْآيَةَ أَحْيَانًا  وَيُطَوِّلُ اَلرَّكْعَةَ اَلْأُولَى  وَيَقْرَأُ فِي اَلْأُخْرَيَيْنِ بِفَاتِحَةِ اَلْكِتَابِ. )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dari Abu Qatadah berkata:  “Adalah Rasulullah  melaksanakan Shalat bersama kami maka beliau membaca pada Shalat Dzuhur dan Shalat Ashar pada dua rakaat yang pertama dengan surah Al Fathihah ditambah dengan dua surat (satu rakaat satu surat setelah Al Fathihah) dan beliau memperdengarkan ayat itu kepada kami kadang-kadang, dan beliau memanjangkan rakaat yang pertama dan beliau membaca pada dua rakaat yang terakhir dengan surah al Fathihah saja.&lt;/span&gt; (Muttafaqun alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menjelaskan tentang bacaan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam pada setiap rakaatnya dimana disebutkan di dalam hadits ini كان رسول الله صلىالله عليه وسلم  يصلى بن (adalah Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam  Shalat bersama kami).  Sebagian ulama memahami bahwa perkataan كان menunjukkan perbuatan yang terus menerus dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam . Berkata Al Imam Al Kirmaani, bentuk perkataan yang seperti ini menunjukkan الإستمرار (perbuatan yang terus menerus dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam ). Sementara Al Imam Al Kirmaani mengatakan bahwa kebanyakan ulama memandang bahwasanya kata كان tidak mesti menunjukkan perbuatan yang terus menerus dilaksanakan dan di antara dalil yang menunjukkannya adalah suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya dimana disebutkan kaana Rasulullahi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam  fil ‘idzaini wa fil jum’ati yaqrau bi sabbih wal ghaasyiyah (adalah Rasulullahi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam  pada Shalat dua hari raya dan pada Shalat Jum’at membaca sabbih/sabbihisma rabbikal ‘ala.. dan al ghaasyiyah).  Di sini terdapat kata كان.  Jadi jika kita mengambil pendapat Al Kirmaani maka كان menunjukkan bahwa Rasulullahi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dalam setiap Shalat dua hari raya dan setiap Shalat jumat membaca sabbihisma tabbikal a’la pada rakaat pertama dan al Ghatsyiah pada rakaat kedua.  Namun dalam riwayat Al Imam Ath Thahawi bahwasanya Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam  pernah membaca pada hari Jum’at surat Al Jumu’ah dan surat Al Munaafiquun. (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11020960/BabShifatShalat-Hadits307.pdf.html"&gt;Selengkapnya&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-9041035173505437794?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/9041035173505437794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/08/bacaan-rasulullah-shallallaahu-alaihi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/9041035173505437794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/9041035173505437794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/08/bacaan-rasulullah-shallallaahu-alaihi.html' title='Bacaan Rasulullah Shallallaahu &apos;Alaihi Wasallam'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-5287474374937609160</id><published>2010-07-10T14:52:00.000-07:00</published><updated>2010-07-10T15:26:33.672-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akademik'/><title type='text'>Sang Dosen</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Sitnah Aisyah M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata 'Dosen' bagi sebagian orang mungkin terasa mendengarkan sesuatu yang berat.  Iya,... Memang berat, karena seorang Dosen memiliki tanggung jawab dan tugas yang besar.  Di samping itu, menyandang gelar sebagai seorang Dosen, memiliki tanggung jawab moril yang sangat tinggi karena biasanya ekspektasi masyarakat terhadap seorang Dosen sangat tinggi.  Seorang Dosen selayaknya memiliki kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tak beriman, bagaimana mungkin bisa mengajarkan tentang keimanan, sementara keimanan seseorang adalah kunci kebahagiaannya di dunia dan di akhirat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Mampu menjadi contoh&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh di sini adalah contoh yang baik tentunya.  Cara ia berpakaian, caranya berbicara, berperilaku atau bersikap, semuanya hendaknya bisa menjadi teladan yang layak untuk digugu dan ditiru oleh para mahasiswanya pada khususnya, maupun masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Mengetahui psikologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu ilmu 'mengajar'.  Bagaimana agar apa yang diajarkannya 'sampai' kepada para mahasiswa.  Dan juga untuk melangsungkan apa yang dalam dunia akademik disebut dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Knowledge Transfer"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Memiliki pendidikan formal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Baik S1, S2, maupun S3.  Namun lebih disukai jika seorang Dosen telah berkualifikasi S2 atau S3 dalam bidang ilmu yang spesifik.  Dengan dasar kualifikasi, bidang pendidikan mulai dari S1 hingga S3 yang ditekuni seorang Dosen hendaknya berada pada satu jalur.  Jika S1-nya adalah Teknik Industri (misalnya nih..), maka S2 dan S3-nya juga hendaknya Teknik Industri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Rajin menulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penting, selain karena dengan menulis menurut bidangnya dan kemudian dipublikasikan memiliki kredit yang tinggi (kalau tidak salah sih nilai KUM-nya 2), menulis akan semakin mengasah kemampuan dan kreatifitas ilmiah Dosen dalam ilmu yang dibidanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Melakukan aktifitas penelitian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebagai bahan untuk tulisan ilmiah yang dapat dimuat di buku, majalah, ataupun jurnal.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Melakukan aktifitas pengabdian pada masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun seorang Dosen adalah bagian dari masyarakat, sehingga wajar jika Dosen turut bertanggung jawab atas kemajuan masyarakat di sekitarnya.&lt;br /&gt;  Dari berbagai kriteria tersebut, ada baiknya jika sebelum menjadi seorang Dosen, perlu ada semacam &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"fit and proper test" &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;yang betul-betul menilai fisibilitas seseorang sebelum diangkat menjadi seorang Dosen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-5287474374937609160?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/5287474374937609160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/07/sang-dosen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/5287474374937609160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/5287474374937609160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/07/sang-dosen.html' title='Sang Dosen'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-5754259191635015799</id><published>2010-07-02T03:29:00.000-07:00</published><updated>2010-07-10T14:49:33.339-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busana Wanita'/><title type='text'>Pakaian Dari Langit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TDjpyq8IQSI/AAAAAAAAAMU/5CxLxeZW1n4/s1600/451011-2.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 182px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TDjpyq8IQSI/AAAAAAAAAMU/5CxLxeZW1n4/s200/451011-2.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492396802307539234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Sitnah Aisyah M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TC3034chHSI/AAAAAAAAALo/svYgZpZ5t_M/s1600/56.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 43px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TC3034chHSI/AAAAAAAAALo/svYgZpZ5t_M/s320/56.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489312761716481314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku"&lt;/span&gt; (Adz Dzaariyat:56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Setiap makhluk dari jenis jin dan manusia tidaklah diutus ke dunia ini kecuali untuk beribadah kepada Allah Azza Wa Jalla. Yang dimaksud dengan ibadah di sini adalah penghambaan diri kepada Allah Azza Wa Jalla dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dari sinilah hakikat Islam yakni penyerahan diri kepada Allah semata-mata yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepadaNya dengan penuh rasa rendah diri dan cinta.  Oleh karenanya setiap manusia yang menisbatkan diri sebagai hamba Allah dituntut untuk melaksanakan kepatuhan, penghambaan, keta'atan, ketundukan secara total kepada Allah tanpa syarat.  Dalam Al Qur'an Surah Al Baqarah : 208, Allah Azza Wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TC3DBV3gjdI/AAAAAAAAALg/Qgdi3t0BUI8/s1600/208.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 74px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TC3DBV3gjdI/AAAAAAAAALg/Qgdi3t0BUI8/s400/208.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489257948651752914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah dan janganlah kamu menuruti langkah-langkah syaithan karena sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat di atas, hanya orang berimanlah yang diperintahkan untuk melaksanakan ajaran Islam secara keseluruhan.  Karenanya tidak diperkenankan untuk siapa saja mukmin untuk meninggalkan ajaran Islam baik sebagian atau seluruhnya walaupun jika ia tidak menginginkannya.  Itulah konsekwensi dari keimanan seseorang.  Termasuk dalam hal ini adalah perintah untuk mengenakan jilbab bagi muslimah.&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TDjhyIfXCTI/AAAAAAAAAME/Hfx0s8Exvw0/s1600/31.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TDjhyIfXCTI/AAAAAAAAAME/Hfx0s8Exvw0/s400/31.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492387996967045426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak daripadanya.  Dan, hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, ...&lt;/span&gt;   (An-Nur:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini merupakan perintah mutlak (wajib) bagi mukminah agar mereka memakai jilbab, bukan sunnah, atau bukan pula mustahab.  Ada kaidah yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﺍﻷﺻﻮﻝﻓﻲﺍﻟﻌﻤﺮﻫﻮﻭﺍﺟﺐ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Asal dari perintah adalah wajib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika sesuatu perintah wajib hukumnya, maka sama kewajiban shalat, dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala, Rabb Yang Maha Tinggi, Yang Menguasai Segala Sesuatu, Yang Kepada-Nya segala sesuatu bergantung, telah menetapkan atas kita, para wanita muslim untuk mengenakan jilbab.  Ini berarti, jilbab adalah pakaian dari langit, yang ketentuannya telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan, dan tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melaksanakannya.  Apakah pantas jika kita tidak melaksanakannya dengan alasan belum ada hidayah, belum siap, belum menikah, dan sebagainya, sementara yang memerintahkannya adalah Allah?  Apakah layak jika seorang hamba menolak perintah dari tuannya dengan alasan belum mau atau belum siap?  Pikirkan itu baik-baik, wahai saudariku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-5754259191635015799?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/5754259191635015799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/07/pakaian-dari-langit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/5754259191635015799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/5754259191635015799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/07/pakaian-dari-langit.html' title='Pakaian Dari Langit'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TDjpyq8IQSI/AAAAAAAAAMU/5CxLxeZW1n4/s72-c/451011-2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-8979445947050211406</id><published>2010-07-02T00:23:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T03:29:25.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industrial Engineering'/><title type='text'>Penalties for The Slab Yard Scheduling</title><content type='html'>By:&lt;br /&gt;www.sitnah-aisyah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are four possible modes of scheduling the Continuous Caster, Slab Yard, Reheat Furnace and Hot Strip Mill, according to the way the continuous caster provides slabs for the hot strip mill, as well as the temperature of slabs (Dorn and Kerr, 1996a; Lee et al., 1996; Vaessen et al., 1996; Lopez et al., 1998; Cowling and Rezig, 2000; Tang et al., 2000a; Tang et al., 2001):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Continuous casting cold-charge rolling&lt;/span&gt;: in this traditional process, the&lt;br /&gt;continuous caster and the hot strip mill are totally unlinked. Slabs cool down&lt;br /&gt;at ambient temperature in a slabyard after they are cast. The rolling planning&lt;br /&gt;and scheduling operates on the real slabs stored in the slabyard. The slabyard&lt;br /&gt;is used to reconcile and maintain the coordinated production between the&lt;br /&gt;continuous caster and the hot strip mill. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Continuous casting hot-charge rolling&lt;/span&gt;: in the hot-charge rolling process,&lt;br /&gt;the warm slabs are held in local slabyards or in insulated chambers to cool&lt;br /&gt;down for at least a minimum of five hours before being rolled. Then the&lt;br /&gt;slabs are lifted from the local slabyards and charged into the heat furnace in&lt;br /&gt;batches for heating based on the rolling requirements.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Continuous casting direct-hot-charge rolling&lt;/span&gt;: hot slabs coming from the&lt;br /&gt;continuous caster are directly charged into the heat furnace through transfer&lt;br /&gt;rails or cars in the hot state, and then the hot rolling process is undertaken.&lt;br /&gt;The charge temperature varies from 700 C to 1000 C&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Continuous casting hot-direct rolling&lt;/span&gt;: without being heated through the&lt;br /&gt;heat furnace, hot slabs are directly sent into the hot strip mill after the edge&lt;br /&gt;heater heats the slab edges. In general, slabs are kept at over 1100 C before&lt;br /&gt;rolling. More direct linkage between the continuous caster and the hot strip&lt;br /&gt;mill means more energy saving and shorter production lead-time.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TC2jbQi6nBI/AAAAAAAAALQ/DGn-ACll37I/s1600/scheduling+for+cc-sy-rf.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TC2jbQi6nBI/AAAAAAAAALQ/DGn-ACll37I/s400/scheduling+for+cc-sy-rf.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489223209527712786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fig 1. Slab Production Process from Continuous Caster, Slab Yard, Reheat Furnace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the case of the system where the products of Continuous Caster need to be stored for a few days in a slab yard, the first and the second mode will have to provide a scheduling method to minimize the inventory.  One way to do such scheduling system is to count on the penalties that probably occur during the operations.  This is quiet a good idea and also an interesting way to schedule the slab yard since most papers only consider the slab yard as a 'static' inventory while in fact it is 'move' when slabs from the casting machine has removed into the yard, stored for five hours to weeks, and then has charged to the Reheat Furnace.  Slabs are stored in piles, and each pile represents certain steel grade and dimension.  It has to be done so the crane will easily remove the required slabs into the furnace without have to unpiling the slabs. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here are some penalties for the slab yard scheduling:&lt;br /&gt;1. Penalty for the change of steel grade of the adjacent slabs in a pile&lt;br /&gt;2. Penalty for the change of width of the adjacent slabs in a pile&lt;br /&gt;3. Penalty for the change of length of the adjacent slabs in a pile&lt;br /&gt;4. Penalty for the change of thickness of the adjacent slabs in a pile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From these penalties we can understand that the arrangement of slabs in slab yard has to be done by dimensions, not by orders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Maaf kalo English-nya belepotan.  Tulisan ini aq buat dalam rangka menyukseskan penyusunan tesisku.  Walau banyak salahnya, semoga cepat selesai deh...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Ouelhadj, 2003&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-8979445947050211406?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/8979445947050211406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/07/identifying-penalties-for-slab-yard.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8979445947050211406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8979445947050211406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/07/identifying-penalties-for-slab-yard.html' title='Penalties for The Slab Yard Scheduling'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TC2jbQi6nBI/AAAAAAAAALQ/DGn-ACll37I/s72-c/scheduling+for+cc-sy-rf.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-8387020907688850951</id><published>2010-06-30T03:41:00.002-07:00</published><updated>2010-07-02T01:35:33.415-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasiku'/><title type='text'>Cropsing Future</title><content type='html'>By:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sitnah-aisyah.blogspot.com"&gt;Sitnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Future is when you can see all of your past&lt;br /&gt;Future is when you can feel the final of your acts&lt;br /&gt;Future is when you hear voices of blame, cry, tears, and even smiles&lt;br /&gt;Future is when you looking back to trace tomorrow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some people were feel sorry for their past when they were in future, but great people are smiling when they saw their succesfulness of their good grain plants.  But it is hard to have a brightful future, as it is not easy to just doing a bad move of your beginning day.   Most of human will blame on their faith when the see the darkness of today’s future, while in fact, it’s all because of what they done themselves.  So, why we should trust our faith is a must, but let ourselves to our faith is absolutely wrong at all.  Handling, seeing, walking, working, smiling, running, sitting, … thinking, and … sleeping, are just a few of a bunch of responsibilities and chalenges to be face in our life.  Good or bad, white or black of the results of our actions is not a part of our judgements, but it’s the God’s Absolut Right.  Starting with a good thing, base on the rules of God, to choose any way we want, is our desire.  So for those who wants to have a good future, choose a good way, but for those who don’t, let them be.  Isn’t it why there is The Al Qur’an’s and Al Hadits for?  To guard us to the right path to a right future?  &lt;br /&gt;Future, as the past, and the present, is a part of the huge and long journey of the life, and one thing should be remembered, that future will not turn to present, and present will not be the past, time egoisticly run and will not run back, so wise people should properly consider and watch for their steps to avoid from falling down to a gap of misery and sorry.  But wise people, will starting plant their garden by preparing a good seed, tools, and soils, fertilize it, nights and days, with hope that someday, and that is what they call as future, will give them a good good crops.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambon, March 24, 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-8387020907688850951?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/8387020907688850951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/cropsing-future.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8387020907688850951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8387020907688850951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/cropsing-future.html' title='Cropsing Future'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-1140209920184098972</id><published>2010-06-23T14:19:00.002-07:00</published><updated>2010-07-10T14:50:22.037-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karena Cantikmu Beda'/><title type='text'>Seburuk Apapun ... Kau Tetaplah 'Cantik'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCKyW1eWzQI/AAAAAAAAAK4/x6rVyOmnu5s/s1600/LOVE020.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCKyW1eWzQI/AAAAAAAAAK4/x6rVyOmnu5s/s400/LOVE020.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486143401471954178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;www.sitnah-aisyah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mungkin dapat diingkari oleh siapapun, bahwa seorang wanita pasti identik dengan kecantikan.  Rambutnya, wajahnya, hingga seluruh tubuhnya akan nampak indah bagi siapa saja yang melihatnya.  Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCK0Y9aqAPI/AAAAAAAAALA/3snRrHRQzoA/s1600/14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCK0Y9aqAPI/AAAAAAAAALA/3snRrHRQzoA/s400/14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486145636986913010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."&lt;/span&gt; (Ali Imran : 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah membuktikan, banyak ketaatan yang timbul dengan perantara kecantikan, sebagaimana tidak sedikit pula kehancuran dan kenistaan terjadi karena kecantikan wanita.  &lt;br /&gt;Pada zaman Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, terdapat wanita-wanita mulia seperti Khadijah binti Khuwailid, Aisyah binti Abu Bakar, Ummu Thalhah, Juwairiyah, Radhiyallahu 'Anhumaa, adalah wanita-wanita cantik dalam Islam yang sanggup menjadikan biduk rumah tangga mereka semakin kokoh dalam ketaatan kepada Allah.  Kecantikan mereka tidak membuat mereka bisa dinikmati semua orang, malah dengan kecantikan tersebut, semakin tinggi rasa malu dan harga dirinya.  Karena harga dirinya yang tinggi, mereka merasa jengah saat kecantikan mereka sampai terlihat oleh seseorang yang bukan berhak atas dirinya.  Digambarkan oleh para ulama bahwa: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Wanita-wanita terdahulu dari ummat ini (wanita-wanita salaf) adalah wanita-wanita yang jarang keluar rumah, kecuali untuk suatu keperluan yang penting.  Ketika keluar dari rumahnya, mereka menutup rapat-rapat kecantikannya dengan busana yang tidak menarik perhatian, sembari dalam hatinya senantasa diliputi oleh rasa malu dan izaah yang tinggi serta keinginan untuk segera kembali ke rumahnya.  Mereka senang berjalan di bagian pinggir jalan dan bukan di tengah jalan, sehingga akan mengurangi pandangan orang atas dirinya.  Jika dalam perjalanan safar, mereka tidak akan pergi kecuali di sampingnya pasti ada mahramnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, sejarah juga pernah mencatat, wanita-wanita cantik dalam sejarah seperti Cleopatra, Maria Antoinette, Matahari, mampu membuat lelaki-lelaki penguasa dunia saat itu bertekuk lutut di bawah kerling mata mereka.  Kisah-kisah hebat berbagai kerajaan di dunia tak lepas dari peran wanita-wanita cantik yang berada di belakang para penguasa kerajaan tersebut.  Ibarat kata pepatah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;behind the great man there is a great woman&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan wanita-wanita khalaf (kini)?  Apakah kita bisa meniru para wanita salaf? Padahal mungkin kita menjadikan keluarnya kita dari rumah sebagai suatu kewajiban meski tidak ada keperluan untuk itu?  Bagaimana dengan rasa malu dan izzah (harga diri), padahal justru sebagian besar dari wanita saat ini yang sengaja keluar rumah untuk memamerkan kecantikannya?  Yang lebih parah lagi (sekaligus aneh dalam timbangan akal sehat), banyak pula wanita yang senang 'nongkrong' di jalanan, entah untuk kumpul bareng teman satu geng, atau (naudzubillah) menjajakan kecantikannya demi bayaran rupiah.  Sungguh, apa yang ada di otak wanita-wanita itu?!  &lt;br /&gt;Tidakkah mereka, dan juga kita, para wanita mengetahui, sesungguhnya ketika seorang wanita keluar dari rumahnya, setan akan selalu mengiringi kemana perginya, menjadikannya indah dalam pandangan manusia, sehingga hampir bisa dipastikan ada saja yang terfitnah dengan wanita tersebut?  Apakah kita senang menjadi wasilah/alat setan untuk memfitnah manusia?!  Jika masih banyak wanita yang belum menyadari hal ini, wajar saja jika kemudian banyak terjadi pelecehan seksual, pemerkosaan, hingga ke tingkat yang lebih 'ringan' yaitu digoda.  Logikanya, yang salah bukan pelaku pelecehan atau pemerkosaan atau si penggodanya.  Yang salah ya si wanitanya.  Siapa yang dilecehkan, siapa yang diperkosa, dan siapa yang digoda kalau yang dilecehkan, yang diperkosa, dan yang digodanya tidak ada?  Selain itu, kucing mana yang tidak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pengen&lt;/span&gt; kalau diberi umpan ikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari ataukah tidak, wanita yang tidak bisa menjaga dan menempatkan kecantikannya akan menjadi fitnah bagi orang lain.  Tidak peduli meski dia wanita yang tidak cantik sekalipun, tidak ada jaminan bahwa tidak ada lelaki yang akan suka melihatnya.  Fakta membuktikan, pemerkosaan dan pelecehan seksual pun bisa terjadi pada wanita yang wajahnya biasa-biasa saja, bahkan nenek-nenek pun tak akan luput dari bahaya tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh karena itu, tempat yang terbaik bagi seorang wanita adalah di rumahnya.  Allah Azza Wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCKFy97Su0I/AAAAAAAAAKo/nYtC6XBK9C4/s1600/33.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 102px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCKFy97Su0I/AAAAAAAAAKo/nYtC6XBK9C4/s400/33.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486094406753893186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."&lt;/span&gt; (al Ahdzab : 33) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaklah saat bertemu orang lain atau keluar dari rumahnya, ia menutup auratnya secara sempurna.  Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCKxO2a9veI/AAAAAAAAAKw/mjCxSwD4Izo/s1600/59.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 63px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCKxO2a9veI/AAAAAAAAAKw/mjCxSwD4Izo/s400/59.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486142164775583202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya*) ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;/span&gt; (Al Ahdzab : 59) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan wanita yang mulia adalah kecantikan yang ditempatkan dan dimanfaatkan sesuai tuntutan dan tuntunan syari'at.  Kecantikan bukanlah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;public property&lt;/span&gt; alias milik umum, yang semua orang boleh menikmati dan menjamahnya.  Jika kecantikan wanita di'obral', maka jadinya menjadi barang murahan.  Sementara dalam Islam, wanita justru dilindungi dengan memerintahkan kaum wanita menutupi kecantikannya dari pandangan sembarang orang.  Tak peduli bagaimanapun rupa seorang wanita, tetap saja ia pasti memiliki sesuatu yang cantik yang mesti dijaga serta hanya diperlihatkan untuk 'kalangan terbatas'. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCLB-u9diwI/AAAAAAAAALI/H7dKhnzUwcE/s1600/31.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCLB-u9diwI/AAAAAAAAALI/H7dKhnzUwcE/s400/31.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486160579592555266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.&lt;/span&gt; (An Nuur : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah..., seorang wanita yang memiliki harga diri, tentu tidak akan membiarkan kecantikannya terlihat oleh orang yang bukan haknya.  Kecantikan bukanlah untuk dipamerkan tapi sepatutnya menjadi sarana untuk meraih nilai ibadah di sisi Allah Azza Wa Jalla. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*) Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-1140209920184098972?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/1140209920184098972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/seburuk-apapun-kau-tetaplah-cantik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1140209920184098972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1140209920184098972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/seburuk-apapun-kau-tetaplah-cantik.html' title='Seburuk Apapun ... Kau Tetaplah &apos;Cantik&apos;'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCKyW1eWzQI/AAAAAAAAAK4/x6rVyOmnu5s/s72-c/LOVE020.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-6958172999613403090</id><published>2010-06-22T02:48:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T14:03:25.380-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karena Cantikmu Beda'/><title type='text'>Takdir Ke'cantik'an</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCC6k_aGo1I/AAAAAAAAAJg/L_6JS5jnJmE/s1600/LOVE033.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCC6k_aGo1I/AAAAAAAAAJg/L_6JS5jnJmE/s320/LOVE033.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485589490796241746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;www.sitnah-aisyah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kecantikan adalah kecantikan fisik, karena cantik tidak sama dengan baik.  Dalam Al Qur'an Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCC9YonFVJI/AAAAAAAAAJo/LYtfzSWViQI/s1600/70.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 43px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCC9YonFVJI/AAAAAAAAAJo/LYtfzSWViQI/s200/70.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485592577053119634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik."&lt;/span&gt;(Ar Rahmaan : 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam ketika ditanya tentang maksud dari ayat tersebut beliau mengatakan bahwa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Baik budi pekertinya dan cantik-cantik wajahnya&lt;/span&gt;.  Dalam hadits tersebut, nyata sekali terlihat bahwa baik (akhlak) dan cantik (wajah) adalah 2 hal yang berbeda, sehingga meski ukuran cantik sendiri itu relatif, tapi tetap saja cantik itu adalah sesuatu yang sifatnya lahiriah dan bukan bathiniyah.&lt;br /&gt;Demikian pula kata "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;حسان - حسن&lt;/span&gt;" dalam Al Qur'an pun juga bermakna cantik secara fisik, sebagaimana dalam firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCC4h_SymdI/AAAAAAAAAJQ/wljO9sWm_f8/s1600/52.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 66px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCC4h_SymdI/AAAAAAAAAJQ/wljO9sWm_f8/s400/52.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485587240202705362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain), meskipun ke&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;'cantik'&lt;/span&gt;annya menarik hatimu kecuali perempuan- perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu."&lt;/span&gt; (Al Ahdzab : 52) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, terminologi cantik di sini hendaklah ditempatkan pada asal penggunaannya yaitu kecantikan fisik.  Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana menyikapi kecantikan yang relatif itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Menyadari bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan segala sesuatu secara seimbang dan sempurna.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahkan apa yang dalam pandangan kita tak seimbangpun sebenarnya adalah suatu keseimbangan.  Allah Ta'ala berfirman:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCJvDDbpfXI/AAAAAAAAAKQ/TTjb2hi629s/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 73px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCJvDDbpfXI/AAAAAAAAAKQ/TTjb2hi629s/s400/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486069394342247794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?."&lt;/span&gt; (Al Mulk : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Menyadari bahwa Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan, sebagai salah satu bukti dan konsekwensi keseimbangan penciptaan oleh Allah Azza Wa Jalla.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada laki-laki, pastilah ada perempuan.  Jika ada yang kaya, di sana ada pula yang miskin.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCJvD0o0AEI/AAAAAAAAAKg/dTN9msgNWQo/s1600/45.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 372px; height: 60px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCJvD0o0AEI/AAAAAAAAAKg/dTN9msgNWQo/s400/45.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486069407550799938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita."&lt;/span&gt; (An Najm:45)&lt;br /&gt;Termasuk jika ada yang cantik, maka tentu pula ada yang tak cantik.  Jika semuanya diciptakan sama, maka bukankah tidak akan ada pula yang namanya sengsara, bahagia, sakit, senang, baik, ataupun jahat.  Jika demikian, maka untuk apa hikmah dari diciptakannya surga dan neraka? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Menyadari bahwa apa yang telah ditetapkan Allah untuk kita, pastilah sesuai dengan ukuran kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCJvDsQfJcI/AAAAAAAAAKY/NCNRdU-V_IU/s1600/49.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 311px; height: 58px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCJvDsQfJcI/AAAAAAAAAKY/NCNRdU-V_IU/s400/49.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486069405301286338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran".&lt;/span&gt; (Al Qamar:49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketiga alasan tersebut, sebagai makhluk Allah Ta'ala kita meyakini bahwa apa yang ditetapkan dan telah diberikan atas diri kita pastilah sesuai untuk kita.  Bagi wanita yang dianugerahi wajah cantik itu pasti sesuai dan baik untuk dia.  Demikian pula, bagi wanita yang wajahnya dianggap tak cantik harus pula meyakini bahwa itulah ukuran yang sesuai untuknya.  Nah, di sini pulalah implementasi dari keimanan kepada takdir. Bukankah kecantikan adalah rezki dari Allah, dan rezki Allah itu adalah 1 dari 4 perkara yang sepenuhnya ditentukan oleh Allah atas diri setiap makhluk?  Dalam sebuah hadits:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'Anhumaa berkata: "Telah menceritakan kepada kami Rasulullah  Shallallaahu 'Alaihi Wasallamdan beliau adalah yang selalu benar dan dibenarkan". Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaanya di dalam rahim/perut ibunya 40 hari berbentuk  nutfah (air yang kental). Kemudian menjadi  alqah (segumpal darah)  selama itu juga. Kemudian menjadi gumpalan seperti mudghah (sepotong daging) selama itu juga. Kemudian diutuslah kepadanya Malaikat , lalu ia meniupkan roh kepadanya dan diperintahkan atasnya menulis 4 perkara :&lt;br /&gt;(1) Ketentuan rezekinya (2) Ketentuan ajalnya (3) amalnya  (4) ia celaka atau bahagia.&lt;/span&gt;...(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kecantikan adalah takdir, maka seberapa kecilpun kadar kecantikan kita, maka wajib untuk kita terima, bahkan wajib untuk disyukuri.  &lt;br /&gt;1. Wajib diterima karena merupakan bagian dari takdir, dan tidaklah sempurna keimanan seseorang jika ia tidak mempercayai takdir.  &lt;br /&gt;2. Wajib disyukuri karena:&lt;br /&gt;- Boleh jadi di sisi Allah kita tidak akan sanggup diberi kecantikan lebih dari yang kita miliki saat ini dan kita terjerumus kepada perbuatan dosa dan kemaksiatan (wal iyadhubillah)&lt;br /&gt;- Kecantikan yang kita miliki itulah yang terbaik bagi kita jika dibandingkan dengan yang lebih rendah dari itu.  Bukankah masih banyak (wanita) yang lebih 'tidak cantik' dari kita?!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-6958172999613403090?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/6958172999613403090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/oleh-www.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/6958172999613403090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/6958172999613403090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/oleh-www.html' title='Takdir Ke&apos;cantik&apos;an'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCC6k_aGo1I/AAAAAAAAAJg/L_6JS5jnJmE/s72-c/LOVE033.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-6018488360654149403</id><published>2010-06-21T19:43:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T21:10:19.222-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karena Cantikmu Beda'/><title type='text'>'Cantik'nya Bidadari dan Wanita Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCA0IJ1eueI/AAAAAAAAAI4/-oJRht7WgLY/s1600/LOVE006.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCA0IJ1eueI/AAAAAAAAAI4/-oJRht7WgLY/s320/LOVE006.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485441660821092834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Sitnah A. Marasabessy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama-sama cantik... Apa yang bisa kita yakini adalah sebagaimana perkataan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, bahwa keindahan surga adalah tidak pernah terlihat oleh mata atau tak dapat dibayangkan di benak kita.  jika demikian, tentulah para bidadari itu cantik melebihi kecantikan yang bisa kita bayangkan.  Wanita dunia pun, akan menyejukkan mata siapa saja yang melihatnya... ya karena kecantikannya itu. Wanita-wanita seperti Ayswara Ray atau Angelina Jolie, hanyalah segelintir dari sekian banyak wanita yang dianggap tercantik di dunia.  Lalu, dimana letak perbedaannya?  Ikuti penjelasannya dalam tabel ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCArU81PeRI/AAAAAAAAAIw/Uurht_ikoqA/s1600/tabel+beda+bidadari-wanita.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 292px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCArU81PeRI/AAAAAAAAAIw/Uurht_ikoqA/s400/tabel+beda+bidadari-wanita.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485431985064081682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit perbedaan 'cantik'nya bidadari dengan 'cantik'nya wanita dunia.  Sudah tahu bukan?  Oleh karena itu, sebagai wanita yang masih hidup di dunia, apalagi kalau merasa cantik, sadarilah keterbatasan yang kita miliki.  Meski Allah Ta'ala telah menganugerahkan kecantikan bagi diri kita, namun akan ada saat dimana kecantikan kita itu sirna.  Lalu, bagaimana sesungguhnya kedudukan kecantikan wanita dalam Islam? (Bacalah posting selanjutnya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-6018488360654149403?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/6018488360654149403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/cantiknya-bidadari-dan-wanita-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/6018488360654149403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/6018488360654149403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/cantiknya-bidadari-dan-wanita-dunia.html' title='&apos;Cantik&apos;nya Bidadari dan Wanita Dunia'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TCA0IJ1eueI/AAAAAAAAAI4/-oJRht7WgLY/s72-c/LOVE006.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-4208508214046644808</id><published>2010-06-19T21:06:00.002-07:00</published><updated>2010-06-19T21:42:09.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karena Cantikmu Beda'/><title type='text'>‘Cantik’nya Sang Bidadari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2X7B1YyXI/AAAAAAAAAIo/lfJxqLtwTeo/s1600/pearl.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2X7B1YyXI/AAAAAAAAAIo/lfJxqLtwTeo/s400/pearl.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484706961567566194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Mu'jam Ath-Thabrani bahwa Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam:  "Wahai Nabi, beritahukan kepadaku tentang firman Allah, &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2VONMbRcI/AAAAAAAAAHw/8ioVJmMDeuM/s1600/22.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 167px; height: 50px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2VONMbRcI/AAAAAAAAAHw/8ioVJmMDeuM/s400/22.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484703992499619266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli"&lt;/span&gt; (Al-Waqi'ah : 22).&lt;br /&gt;Beliau menjawab: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Hurrun"&lt;/span&gt;  adalah wanita-wanita yang putih, dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"iin"&lt;/span&gt; adalah wanita yang bermata besar. Rambut bidadari laksana sayap burung nadzar".&lt;br /&gt;Ummu Salamah berkata, "Wahai Nabi, beritahukan kepadaku tentang firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2VOlItoZI/AAAAAAAAAH4/r-2o2oxoaR0/s1600/23.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 286px; height: 64px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2VOlItoZI/AAAAAAAAAH4/r-2o2oxoaR0/s400/23.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484703998926496146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Laksana mutiara yang tersimpan baik"&lt;/span&gt; (Al-Waqi'ah : 23).&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Kejernihan mereka bagaikan kejernihan mutiara yang ada dalam kulit kerang yang belum tersentuh tangan".&lt;br /&gt;Ummu Salamah berkata, "Wahai Nabi, beritahukan kepadaku tentang firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2VPn14ttI/AAAAAAAAAII/g0p2N73M40M/s1600/70.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 252px; height: 54px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2VPn14ttI/AAAAAAAAAII/g0p2N73M40M/s400/70.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484704016832706258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik". &lt;/span&gt; (Ar-Rahman : 70).&lt;br /&gt;Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: "Baik budi pekertinya dan cantik-cantik wajahnya".&lt;br /&gt;Ummu Salamah berkata: “Wahai Nabi, beritahukan kepadaku tentang firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2VQfKcuEI/AAAAAAAAAIQ/slZzjcc4SvQ/s1600/49.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 239px; height: 55px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2VQfKcuEI/AAAAAAAAAIQ/slZzjcc4SvQ/s400/49.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484704031682902082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik."&lt;/span&gt; (Ash-Shaffat : 49)&lt;br /&gt;Beliau bersabda: “Kelembutan mereka laksana tipisnya kulit yang kau lihat dalam telur mendekati kulit keras".&lt;br /&gt;Jadi, menurut ayat-ayat dan hadits di atas, para bidadari surga itu adalah wanita-wanita yang secara fisik:&lt;br /&gt;- Berkulit putih, lembut, dan jernih seperti mutiara&lt;br /&gt;- Memiliki mata yang besar&lt;br /&gt;- Rambutnya seperti sayap burung nadzar&lt;br /&gt;- Mempunyai wajah yang cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Panduan Hukum Islam (I'lamul Muwaqi'iin), Ibnul Qayyim Al Jauziah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-4208508214046644808?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/4208508214046644808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/cantiknya-sang-bidadari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4208508214046644808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4208508214046644808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/cantiknya-sang-bidadari.html' title='‘Cantik’nya Sang Bidadari'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TB2X7B1YyXI/AAAAAAAAAIo/lfJxqLtwTeo/s72-c/pearl.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-3363079473811493580</id><published>2010-06-19T09:46:00.001-07:00</published><updated>2010-06-19T09:58:26.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreatifitas Muslimah'/><title type='text'>Menumbuhkan Kreatifitas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s1600/BLOOM3.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s320/BLOOM3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484525931717688418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana agar kreatifitas kita dapat tumbuh dengan baik?  Yang pertama sekali mesti dilakukan oleh seorang muslimah adalah mengenali diri sendiri.  Ia harus tahu sesungguhnya siapa dirinya dan apa tujuan hidupnya.  Untuk ini, tidak ada cara lain, kecuali dengan ilmu tentang dien ini, dimana dengan ilmu tersebut seorang muslimah bisa mengetahui apa yang menjadi kewajiban-kewajibannya serta apa hak-haknya.  Tanpa ilmu syar’I ini, seseorang mungkin tetap bisa mengenal dirinya, tetapi, pengenalan diri itu akan menempatkan dirinya pada posisi yang superior, yaitu memandang diri sendiri, kepentingan diri sendiri adalah yang paling penting. Padahal, dia mengetahui bahwa sesungguhnya dirinya bukanlah siapa-siapa, kecuali hanya seorang manusia dengan berbagai keterbatasan, dan seorang hamba, yang mesti menjalankan apa-apa yang telah diatur dan ditentukan oleh Rabbnya.  Seseorang dengan ilmu yang baik tentang dien ini, akan dengan mudah menempatkan antara keinginan-keinginan pribadinya dalam kerangka yang telah ditentukan oleh Allah Ta’ala.  Seseorang yang mengenali dirinya dalam hakikatnya sebagai seorang manusia dan seorang hamba, akan lebih mampu untuk bersikap wasath (pertengahan).  Yang kedua, adalah menciptakan atau mencari lingkungan yang kondusif dan menyenangkan.  &lt;br /&gt;Di sinilah kita harus mengupayakan agar diri kita dapat terus berada dalam lingkungan yang benar-benar mendukung kita agar kreatif apakah dengan berdakwah atau dengan mencari lingkungan baru yang sesuai dengan kita.  Mengapa kita perlu untuk melakukan amal jama’I, masuk di dalam sebuah tanzhim?  Tidak lain adalah agar kita bisa ta’awun alal birri wattaqwa (bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan).  Dalam Qs 9:71 Allah berfirman:&lt;br /&gt;وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ(71)&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;Seorang muslimah yang menghidupkan aktifitasnya dalam situasi ta’awun seperti ini, insya Allah, selain akan mampu menghidupkan hatinya dengan terbentuknya suatu lingkungan yang kondusif, juga dengan sendirinya akan menuntunnya menjadi seseorang yang kreatif.  Cobalah bandingkan dengan orang yang suka menyendiri, yang tidak suka bermuamalah dengan orang lain, bagaimana ia bisa menjadi orang yang kreatif?  Ketiga, melibatkan kreatifitas dalam melakukan setiap aktifitas atau amanah.  Bila perlu, setiap ada kesempatan untuk melakukan perubahan atau mencari ide-ide baru, selama itu baik, maka lakukanlah.  Biasanya, setiap upaya melakukan perubahan pada suatu aktifitas, akan diikuit dengan perubahan-perubahan berikutnya.  Tinggal bagaimana kita sekarang, berikhtiar dengan tawakkal kepada Allah, untuk melakukan kontrol agar perubahan tersebut tetap dapat dikendalikan dan melanggar prinsip-prinsip atau syariat yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;Dalam konteks jama’ah atau tanzhim, maka agar proses kreatifitas dapat terus berlangsung, maka setiap orang mestinya ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kemampuan individualnya, di samping harus senantiasa dihidupkan prinsip-prinsip musyawarah untuk mempertemukan antara kreatifitas individual dengan kemaslahatan jama’ah secara khusus ataupun Islam secara umum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-3363079473811493580?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/3363079473811493580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/menumbuhkan-kreatifitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3363079473811493580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3363079473811493580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/menumbuhkan-kreatifitas.html' title='Menumbuhkan Kreatifitas'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s72-c/BLOOM3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-4622934258885826191</id><published>2010-06-19T09:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T09:58:26.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreatifitas Muslimah'/><title type='text'>Hambatan-hambatan Kreatifitas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s1600/BLOOM3.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s320/BLOOM3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484525931717688418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali seorang muslimah, jika ditanya mengapa ia begitu sulit untuk berkreasi atau menghasilkan ide-ide kreatif?  Maka biasanya ia sendiri akan sulit untuk menjawabnya. Ia mungkin tidak seperti suatu penyakit fisik yang mungkin dengan mudah dapat dicari penyebabnya.  Seseorang yang sepertinya terhambat untuk berpikir kreatif, bisanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:&lt;br /&gt;1. Faktor psikologis, seperti kurangnya pengenalan pada diri sendiri (self introducing), dimana ia belum mampu mengenal secara lebih jauh, apa saja kekuarnagan dan kelebihan dari dirinya.  Ia belum mengetahui, kemampuan dirinya sendiri (self capability).  Kurangnya pengetahuan akan diri sendiri inilah yang seringkali menjadikan seorang muslimah itu tidak tahu harus berbuat apa saat dihadapkan dengan suatu maslah.  Faktor psikologis yang lain adalah suasana hati yang kurang mendukung.  Akan tetapi yang paling penting dalam faktor psikologis seseorang ini adalahan keadaan hatinya.  Sudah kita ketahui berrsama, seseorang dengan hati yang hidup akan lebih mampu berpikir secara jernih untuk mencari dan menemukan ide atau [pemikiran yang baru.  Sebaliknya seseorang dengan hati yang sedang futur akan sangat sulit untuk menenagkan dirinya apalagi untuk bisa berpikir dengan baik.  di sinilah kiranya pentingnya seorang muslimah untuk senantiasa menjaga hatinya agar selalu hidup dengan cara senantiasa melakukan tadzkiyah terhadap kalbunya.&lt;br /&gt;2. Faktor ketidaksesuaian antara pekerjaan yang dilakukan dengan minat dan bakat, yang mengakibatkan pekerjaan yang dilaksanakan secara terpaksa atau setengah-setengah.  Berbeda hasilnya jika seseorang melakukan sesuatu sesuai dengan minat dan bakatnya, maka ia dapat secara bebas (dalam batasan-batasan yang syar’I tentunya) untuk mengembangkan ide-ide imajinatifnya.&lt;br /&gt;3. Faktor kurangya ruang gerak, yang dibatasi oleh sistem kerja atau lingkungan.  Dalam suatu lembaga atau jama’ah, untuk bisa menjamin terlaksananya suatu amanah dengan baik atau untuk menyediakan ide-ide atau pemikiran-pemikiran dakwah yang baik, misalnya, maka suatu lembaga dakwah atau tanzhim, harus mempu menyediakan ruang gerak yang cukup bagi setiap anggotanya tanpa harus berbenturan dengan kepentingan jama’ah tersebut secara keseluruhan.  Di sinilah diperlukan kebijakan-kebijakan yang tidak menyulitkan dan juga tidak terlalu memudah-mudahkan.  Dalam konteks inilah, diperlukan prinsip tawadzun di sikap pertengahan dalam setiap tindakan yang diambil.  Dalam proses kreatifitas, seorang muslimah bisa dengan bebas melakukan apa saja yang dianggapnya baik dan penting bagi dirinya dan bagi orang lain, namun di sisi lain, ada syariat yang tidak menjadikan seorang muslimah keluar dari syariat yang telah ditentukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-4622934258885826191?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/4622934258885826191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/hambatan-hambatan-kreatifitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4622934258885826191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4622934258885826191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/hambatan-hambatan-kreatifitas.html' title='Hambatan-hambatan Kreatifitas'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s72-c/BLOOM3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-1131639178870203483</id><published>2010-06-19T09:43:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T09:58:26.377-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreatifitas Muslimah'/><title type='text'>Tahap-tahap Kreatifitas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s1600/BLOOM3.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s320/BLOOM3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484525931717688418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah tahap-tahap yang dilalui untuk menghasilkan suatu kreativitas:&lt;br /&gt;1. Tahap penyelidikan, yaitu tahap dimana seseorang terlebih dahulu harus menyelidiki atau menjelajahi semua aspek dari suatu permasalahan yang membutuhkan kreativitas.  Pertanyaan-pertanyaan yang mesti dijawab oleh seorang kreator, adalah: Apa masalah yang sebenarnya?  Apa penyebab dari timbulnya masalah tersebut?  Apa saja faktor yang mempengaruhinya?  Siapa yang berperan?, dan sebagainya.  Intinya di sini adalah pengenalan.  Seorang kreator harus menguasai ruang lingkup suatu masalah.&lt;br /&gt;2. Tahap penemuan, yaitu suatu tahap dimana si kreator mulai menemukan dan menginventarisir semua faktor yang mungkin dapat dijadikan sebagai alternatif atau solusi pemecahan, dan juga menemukan berbagai alat, metode, atau sarana serta mendata semua kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan suatu masalah atau menghasilkan sebuah ide.  &lt;br /&gt;Contoh, untuk mengatasi masalah anggota yang kurang komitmen terhadap amanah jamaah atau bahkan senang ‘mendua hati’, apa saja yang bisa dilakukan?  Setelah mengetahui akar masalah, yakni kurangnya ta’liful qulub antar anggota, maka seorang pemimpin dari jama’ah tersebut, menginventariskan semua kekuatan yang dimiliki dan membandingkannya dengan jama’ah-jama’ah lain.  Dalam ilmu manajemen organisasi, proses penemuan ini sering menggunakan apa yang disebut sebagai brainstorming dan analisis SWOT.&lt;br /&gt;3. Tahap Pemilihan, yaitu tahap dimana seorang kreator memilih satu atau beberapa alternatif terbaik yang dianggap memungkinkan untuk dilaksanakan.  &lt;br /&gt;4. Tahap Pelaksanaan, yakni tahap pengimplementasian atau penerapan  dari solusi atau ide atau gagasan yang dipilih.  Yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah kesesuaian antara rencara dan pelaksanaan.  Yang dimaksud dengan kesesuaian di sini adalah sejauh mana rencana atau solusi atau ide yang dipilih itu sesuai dengan kondisi riil atau permasalahan pokok dari ide tersebut.  Sementara efisiensi dari alternatif itu sendiri baru bisa diketahui melalui evaluasi pasca lahirnya dan dilaksanakannya suatu ide atau gagasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-1131639178870203483?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/1131639178870203483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/tahap-tahap-kreatifitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1131639178870203483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1131639178870203483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/tahap-tahap-kreatifitas.html' title='Tahap-tahap Kreatifitas'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s72-c/BLOOM3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-999239883636916123</id><published>2010-06-19T09:40:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T09:58:26.377-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreatifitas Muslimah'/><title type='text'>Komponen-komponen Kreatifitas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s1600/BLOOM3.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s320/BLOOM3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484525931717688418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa komponen yang membangun kreatifitas, dimana komponen ini merupakan unsur-unsur yang selalu terlibat dalam proses kreatifitas seseorang.&lt;br /&gt;1. Berpikir imajinatif&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan berpikir imajinatif di sini adalah suatu proses pengembangan ide yang tidak atau belum dibatasi oleh nilai-nilai yang sudah ada.  Dalam berpikir secara imajinatif, seorang muslimah dapat secara bebas melakukan apa yang sering kita sebut berimajinansi (imagine, membayangkan).  Tapi perlu diingat, imajinasi di sini tentulah berbeda dengan berangan-angan, karena berimajinasi itu memiliki tujuan untuk menciptakan atau membuat sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin.  &lt;br /&gt;Contoh: Untuk semakin memarakkan dakwahnya, sebuah lembaga dakwah kampus mengadakan kegiatan penjualan di taman kampus.  Pada awal program itu diluncurkan, belum ada lembaga dakwah yang melakukan hal tersebut, sehingga apa yang dilakukan mereka menarik perhatian banyak kalangan.  Bahkan banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh kegiatan-kegiatan lembaga tersebut.&lt;br /&gt;2. Keahlian&lt;br /&gt;Kreatifitas harus memiliki unsur keahlian, dimana tanpa keahlian, suatu ide atau gagasan bisa diwujudkan dan tidak hanya sebatas ide saja.  Seorang pedagangan busana muslimah agar bisa memasarkan produknya, tentu harus melibatkan keahlian seorang desainer dan penjahit pakaian, untuk bisa mewujudkan suatu ide atau gagasan produk yang menarik minat konsumen&lt;br /&gt;3. Motivasi&lt;br /&gt;Motivasi di sini bisa motivasi yang berasal dari luar (ekstrinsik) maupun motivasi dari dalam (intrinsik).  Seseorang biasanya bisa menjadi seseorang yang kreatif apabila ia didukung oleh suasana atau kondisi lingkungan yang kondusif yang bisa memberikan dukungan moril maupun materil baginya untuk ‘menciptakan’ sesuatu.  Seorang penulis, sebelum menyusun sebuah artikel atau tulisan, biasanya senang berjalan-jalan atau melihat-lihat sekelilingnya untuk menimbulkan atau memperkaya suatu ide tulisan.  Seorang ummahat untuk bisa kreatif dalam rumah tangganya, membutuhkan suasana yang mendukung seperti dukungan dari suami, dari keluarga, dan dari si anak sendiri.  Seorang ibu yang mempunyai dukungan seperti ini sangat kaya dengan ide, sehingga seisi rumah akan selalu menemukan sesuatu yang baru di rumah mereka.  Setiap hari sang ibu, akan menyajikan menu yang berbeda-beda dan full of taste (penuh cita rasa) bagi semua anggota keluarga.  Suasana rumah terasa segar dan bersahabat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Selain itu, kondisi internal seseorang juga sangat mempengaruhi kreatifitasnya.  Seseorang yang sedang dalam keadaan mood, akan mudah menghasilkan ide-ide baru, karena memang susasana hatinya mendukung hal tersebut.  Sebaliknya, jika tidak, maka ia akan sulit untuk mengembangkan ide-idenya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-999239883636916123?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/999239883636916123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/komponen-komponen-kreatifitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/999239883636916123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/999239883636916123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/komponen-komponen-kreatifitas.html' title='Komponen-komponen Kreatifitas'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzzRtFzfGI/AAAAAAAAAHo/jb3mMrKaq1g/s72-c/BLOOM3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-3274459349249786405</id><published>2010-06-19T09:18:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T09:58:26.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreatifitas Muslimah'/><title type='text'>Defenisi Kreatifitas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzynPkw--I/AAAAAAAAAHg/h3gyz0jp57k/s1600/BLOOM3.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzynPkw--I/AAAAAAAAAHg/h3gyz0jp57k/s320/BLOOM3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484525202239978466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada berbagai defenisi tentang kreativitas. Kreativitas berasal dari sebuah terminologi Inggris yaitu creative (kamus Bahasa Inggris = memiliki daya cipta), berasal dari to create (kb; menciptakan, membuat). Bruner dalam bukunya Toward a Theory of Instruction menyatakan bahwa kreativitas adalah suatu kejutan yang efektif.  Apapun pengertiannya, pada prinsipnya, kreativitas merupakan pengadaan sesuatu yang baru, unik, yang belum pernah ada atau belum terpikirkan oleh orang lain.  Pengadaan sesuatu yang baru tersebut bisa berupa suatu barang atau ide atau gagasan yang bisa merupakan hasil pengembangan dari ide-ide sebelumnya atau bahkan merupakan sesuatu yang sama sekali baru atau mungkin mengejutkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-3274459349249786405?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/3274459349249786405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/defenisi-kreatifitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3274459349249786405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3274459349249786405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/defenisi-kreatifitas.html' title='Defenisi Kreatifitas'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBzynPkw--I/AAAAAAAAAHg/h3gyz0jp57k/s72-c/BLOOM3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-650346127085327390</id><published>2010-06-15T04:04:00.001-07:00</published><updated>2010-06-15T06:05:26.375-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karena Cantikmu Beda'/><title type='text'>Arti ‘Cantik’</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBdhIG3FllI/AAAAAAAAAHI/OtvH0m1QdaE/s1600/LOVE006.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBdhIG3FllI/AAAAAAAAAHI/OtvH0m1QdaE/s320/LOVE006.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482957863255381586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Sitnah A. Marasabessy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih cantik itu.  Pastinya, ‘cantik’ adalah sesuatu yang membuat orang senang dan bahagia memandangnya, yang umumnya ia merupakan suatu karakter yang sering disandarkan pada makhluk Allah yang bernama perempuan.  &lt;br /&gt;Sudah menjadi sunnatullah bahwa perempuan sangat identik dengan kecantikan, sehingga ia bahkan menjadi sebuah identitas kewanitaan seorang perempuan.  Seorang perempuan belum sempurna sebagai seorang wanita jika belum ada atribut kecantikan pada dirinya.  Bahkan seorang yang tomboy sekalipun, yang masih sadar akan kodratnya sebagai seorang perempuan, ingin memiliki atribut kecantikan pada dirinya.  Sayangnya, tak sedikit pula para pria, akibat dari memiliki atribut kecantikan itu, ia bisa dianggap menjadi seorang wanita (alias waria).  &lt;br /&gt;Di sisi lain, kecantikan ibarat sebuah wabah yang mampu menginspirasi umat manusia untuk berkarya.  Gedung nan megah, taman yang indah, busana yang mewah, perhiasan yang indah, hanyalah sekelumit buah tangan anak manusia sebagai ekspresi kecintaan pada kecantikan.    Meskipun seringkali karya tersebut juga tak pelak berbuah derita bagi wanita pemiliknya.  Tapi itulah fenomena, sekaligus realitas yang tak lepas dari kehidupan umat manusia.&lt;br /&gt;Kiranya, tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak menyukai ke-cantik-an, sehingga bagi yang sudah ‘dianggap’ atau ‘merasa’ memiliki kecantikan itu akan muncul perasaan sukacita yang diekspresikan dalam berbagai bentuk.  Berbagai bentuk aktualisasi kebahagiaan akan kecantikan itupun terungkap.  Sujud syukur, sekedar senang berdandan, hingga memamerkan kecantikan pun dilakukan.  Bahkan berbagai ajang pameran kecantikan pun sudah menjadi lazim dilaksanakan dengan satu alasan, sebagai bentuk kesyukuran atas nikmat kecantikan.  Namun bagi yang ‘belum’ atau ‘tidak’ memiliki kecantikan itu, meski hanya sedikit, akan cenderung berupaya mendapatkannya.  Dari sekedar menyadari ‘keterbatasan’ kecantikan hingga menjalankan berbagai upaya mempercantik diripun dilakoni.  Dari perawatan tubuh dan wajah, hingga yang melibatkan dukun dan paranormal, semuanya agar kecantikan itu bisa dimiliki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-650346127085327390?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/650346127085327390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/arti-cantik_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/650346127085327390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/650346127085327390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/arti-cantik_15.html' title='Arti ‘Cantik’'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBdhIG3FllI/AAAAAAAAAHI/OtvH0m1QdaE/s72-c/LOVE006.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-3834412395479733766</id><published>2010-06-14T00:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T03:58:38.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Sukses KKN'/><title type='text'>Tips Istiqomah Selama KKN (3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXRWBdG7EI/AAAAAAAAAGo/VOFyDkv9-es/s1600/LOVE005.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXRWBdG7EI/AAAAAAAAAGo/VOFyDkv9-es/s200/LOVE005.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482518297671298114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuan KKN bagi Seorang Muslimah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Seorang mulsimah layaknya menjadikan setiap aktifitasnya sebagai wasilah untuk beramal dan meraih keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Apa yang sebaiknya menjadi tujuan KKN bagi seorang muslimah agar KKN itu tidak hanya sebagai sebuah program akademik saja, namun lebih dari itu menjadi ladang amal dan pahala baginya?  Berikut adalah beberapa tujuan KKN bagi seorang muslimah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Mengilmui makna dan tujuan dari KKN itu sendiri (ilmu)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXYxS3zr9I/AAAAAAAAAGw/LUCzMGztEZQ/s1600/9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 76px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXYxS3zr9I/AAAAAAAAAGw/LUCzMGztEZQ/s400/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482526462784548818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (Az Zumar : 9)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Demikian juga dalam Surah Al Imran, Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXYxpDwJNI/AAAAAAAAAG4/YbSOlEaawew/s1600/190.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 76px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXYxpDwJNI/AAAAAAAAAG4/YbSOlEaawew/s400/190.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482526468740228306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal," (Al Imraan : 190)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXYx5B4c6I/AAAAAAAAAHA/hx1EwanwGKc/s1600/191.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 76px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXYx5B4c6I/AAAAAAAAAHA/hx1EwanwGKc/s400/191.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482526473027351458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Al Imran : 191)"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berdasarkan pada kedua ayat ini, setidaknya akan menjadi motivasi bagi setiap muslimah khususnya untuk dapat mengambil pelajaran dari setiap apa yang akan dilakukan, maupun apa yang akan dihadapinya.  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. Menerapkan pengetahuannya tentang dienul Islam (amal)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja, karena segala kesibukannya sebelum KKN, seorang muslimah belum sempat untuk mengamalkan dien yang selama ini dipelajarinya.  Ia mungkin hanya sempat melakukan ibadah-ibadah wajib, ataupun kalau sempat melakukan ibadah-ibadah nafilah, itupun hanya sesekali.  Kiranya KKN dapat menjadi wasilah yang tepat karena saat itu, kita diberikan waktu yang sangat cukup untuk mengejar ketertinggalan ibadah kita.  Di sela-sela kegiatan kemasyarakat, kita punya cukup waktu untuk mempraktekkan adab-adab berhijab.  Apalagi umumnya, masyarakat lokasi KKN itu bukan mahram kita.  Di sinilah keistiqamahan kita betul-betul akan diuji.  Kita juga akan punya kesempatan untuk menerapkan adab-adab bertamu dan bermuamalah secara syar’I, karena biasanya masyarakat di sana kurang memahami tentang bagaimana tuntunan Islam dalam hal tersebut.  Malam-malam yang sebelumnya sering dihabiskan untuk begadang mengerjakan laporan dan tugas-tugas perkuliahan, akan sempat untuk dilalui dengan shalat qiyaamullail.  Dan banyak hal-hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;3. Menyebarluaskannya (dakwah) untuk teman-teman KKN-nya, dan masyarakat di lokasi KKN.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdakwah di depan forum resmi bisa jadi belum atau bahkan sulit untuk dilakukan.  Di sisi lain, konsekwensi sebagai seorang muslimah yang juga seorang penuntut ilmu agama adalah menyampaikannya (berdakwah).  Kiranya, KKN dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan syiar Islam.  Agar orang lain juga turut merasakan keindahan Islam, ketenangan hidup dalam rengkuhan nilai-nilai Islam.  Islam menjanjika pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang menunjukkan suatu kebaikan pada orang lain, sebagaimana dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Al-Mundzir bin Jarir menceritakan dari ayahnya Jarir bin Abdillah, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pernah bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ. ومَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Siapa yang melakukan satu sunnah hasanah dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkan sunnah tersebut setelahnya tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan siapa yang melakukan satu sunnah sayyiah dalam Islam, maka ia mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkan sunnah tersebut setelahnya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.” &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Hadits yang mulia di atas diriwayatkan dalam Shahih Muslim no. 2348, 6741, Sunan An-Nasa‘i no.2554, Sunan At-Tirmidzi no. 2675, Sunan Ibnu Majah no. 203, Musnad Ahmad 5/357, 358, 359, 360, 361, 362 dan juga diriwayatkan oleh yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu senggang yang mungkin sering kita lewatkan untuk ‘jalan-jalan’, akan mungkin kita lewati untuk mengajarkan ilmu kita di madrasah, sekolah, TPA, masjid, hingga ke rumah-rumah penduduk.  Bukankah ia suatu peluang emas bagi kita yang saying untuk dilewatkan?  (Penulis punya banyak cerita tentang ini, silakan baca di posting selanjutnya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-3834412395479733766?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/3834412395479733766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/tips-istiqomah-selama-kkn-3_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3834412395479733766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3834412395479733766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/tips-istiqomah-selama-kkn-3_14.html' title='Tips Istiqomah Selama KKN (3)'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXRWBdG7EI/AAAAAAAAAGo/VOFyDkv9-es/s72-c/LOVE005.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-8829135478687061919</id><published>2010-06-14T00:06:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T00:14:49.958-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Sukses KKN'/><title type='text'>Tips Istiqomah Selama KKN (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXRWBdG7EI/AAAAAAAAAGo/VOFyDkv9-es/s1600/LOVE005.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXRWBdG7EI/AAAAAAAAAGo/VOFyDkv9-es/s200/LOVE005.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482518297671298114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa yang Mungkin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KKN sesungguhnya bukan hanya sekedar sebuah perkuliahan biasa.  Lebih dari itu, karena sifatnya yang ‘terpisah’ dari program kuliah regular, KKN pun mengakibatkan kita harus juga harus ‘berpisah’ walau hanya untuk sementara dari rutinitas kita sebagai seorang mahasiswa.  Dalam hubungannya dengan diri seorang muslimah, baik jasadiahnya, tsaqafiahnya, maupun ruhiyahnya, KKN pun membawa konsekwensi yang mau tak mau harus dihadapi yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Terwarnai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu kondisi dimana seorang muslimah dipengaruhi oleh lingkungannya, baik pengaruh buruk maupun pengaruh yang baik.  Masalahnya adalah jika pengaruh lingkungan yang masuk ke dalam diri seorang muslimah muslimah adalah pengaruh yang sifatnya negative.  Yang tadinya ketika di tempat asalnya rajin tadarrus kemudian jadi malas.  Yang tadinya, senantiasa berusaha untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan, kemudian menjadi terbiasa dengannya, hingga masalah memudah-mudahkan dalam berhijab.  Yang tadinya secara ‘ketat’ menjaga auratnya, menjadi menyengajakan untuk memperlihatkannya kepada yang bukan mahramnya (wal iyadhubillah)…, dan sebagainya.  Dan ini bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi.  Betapa banyak realitas di lapangan yang menunjukkan betapa bekas-bekas pengaruh buruk yang didapatkan seorang muslimah terbawa, bahkan hingga kembalinya dia dari lokasi KKN-nya.  Dan ini pernah penulis lihat sendiri.  Makanya, keistiqamahan menjadi suatu hal yang wajib dimiliki. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Mewarnai&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yaitu keadaan dimana seorang muslimah yang mampu membawa lingkungannya dari yang belum Islami menjadi lebih Islami.  Dengan keistiqamahannya, seorang muslimah akan mampu untuk menghadapi hambatan-hambatan sosial, maupun adat istiadat masyarakat setempat, serta mengarahkannya pada posisi yang semestinya.  Seorang muslimah yang ‘mewarnai’ bukanlah seorang muslimah yang mesti melakukan perubahan besar pada lokasi dimana dia ditempatkan.  Namun, ia adalah seorang muslimah yang mana masyarakat setempat bisa merasakan manfaat dari keberadaannya.  Bukan hanya sekedar melaksanakan program-program fisik, namun juga program-program peningkatan imaniyah masyarakat agar mereka bisa ikut berislam dengan lebih baik dari sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-8829135478687061919?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/8829135478687061919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/tips-istiqomah-selama-kkn-2_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8829135478687061919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8829135478687061919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/tips-istiqomah-selama-kkn-2_14.html' title='Tips Istiqomah Selama KKN (2)'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXRWBdG7EI/AAAAAAAAAGo/VOFyDkv9-es/s72-c/LOVE005.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-1813532479989594787</id><published>2010-06-13T23:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T23:57:42.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Sukses KKN'/><title type='text'>Tips Istiqomah Selama KKN (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXRWBdG7EI/AAAAAAAAAGo/VOFyDkv9-es/s1600/LOVE005.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXRWBdG7EI/AAAAAAAAAGo/VOFyDkv9-es/s200/LOVE005.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482518297671298114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa Perlu Istiqamah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 hal yang menyebabkan mengapa seorang muslimah perlu membekali dirinya dengan keistiqamahan selama di lokasi KKN:&lt;br /&gt;1. Jauhnya seorang muslimah dari bi’ah (lingkungan) yang Islami&lt;br /&gt;Seorang muslimah tertarbiyah, yang sehari-harinya, setidaknya sesekali dalam satu pekannya biasa diisi dengan kebersamaan dengan majelis ilmu, dengan tarbiyah, dengan teman-teman yang bisa saling berbagi faidah.  Akan tetapi ketika tiba saat ia harus KKN, mau tak mau ia akan jauh dari lingkungan yang biasa menemaninya.  Apalagi jika kebetulan lokasi KKN-nya berada jauh dari tempat tinggalnya… Mana harus safar pula… Masya Allah…&lt;br /&gt;2. Adanya seorang muslimah di tempat yang kurang atau tidak Islami&lt;br /&gt;Sebenarnya sih, tidak terlalu menjadi suatu persoalan besar jika selama KKN kita menghadapi lingkungan yang mirip dengan tempat kita tinggal.  Namun, bagaimana jika ternyata lokasi kita itu adalah sebuah lingkungan yang baik suasana maupun masyarakatnya belum atau kurang Islami.  Kita mungkin akan sulit mendapatkan orang yang berduyun-duyun ke masjid untuk shalat, atau majelis-majelis pengajian, apalagi halaqah-halaqah tarbiyah seperti yang biasa kita hadiri.  Tentu hal ini bukanlah suatu hal yang bisa dipandang remeh oleh seorang muslimah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-1813532479989594787?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/1813532479989594787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/tips-istiqomah-selama-kkn-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1813532479989594787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1813532479989594787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/tips-istiqomah-selama-kkn-1.html' title='Tips Istiqomah Selama KKN (1)'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBXRWBdG7EI/AAAAAAAAAGo/VOFyDkv9-es/s72-c/LOVE005.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-4043114936566846318</id><published>2010-06-11T02:44:00.001-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Moslem'/><title type='text'>Hukum Menggandakan Bahan Referensi Umum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBIGt_XRzNI/AAAAAAAAAF4/sqwhdZ1BqHo/s1600/LOVE006.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBIGt_XRzNI/AAAAAAAAAF4/sqwhdZ1BqHo/s400/LOVE006.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481451083636264146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita yang lagi getol-getolnya menuntut ilmu, seringkali kita butuh untuk menggandakan buku atau kaset atau bahan-bahan referensi belajar yang lain.  Namun seringkali kita juga bertanya, bolehkah hal tersebut dilakukan, mengingat kita semua mengetahui bahwa Islam melarang untuk mengambil hak orang lain dan kita khawatir jika perbuatan kita itu berarti kita menzalimi hak orang lain.  Haramkah meng-copy atau menggandakan isi dari referensi tersebut untuk keperluan belajar?  Apalagi di saat krisis seperti sekarang ini, untuk membeli buku-buku atau bahan-bahan referensi tersebut kita biasanya harus merogoh kocek dalam-dalam alias mengeluarkan duit dalam jumlah yang cukup besar.  Jika seseorang memperbanyak bahan tersebut untuk mendapatkan uang, apakah itu diperbolehkan? &lt;br /&gt;Sudah menjadi suatu hal yang mutlak bahwa hak cipta sebuah buku atau materi publikasi lainnya dipegang oleh penulis atau pewarisnya jika mereka telah meninggal dunia.  Dan bahwa sesungguhnya bukanlah suatu hal yang salah jika seseorang meng-copy atau memperbanyak sebuah bahan referensi atau sebuah buku untuk pemakaian pribadi, bukan dengan maksud untuk dijual.  Hal ini dengan syarat, bahwa si pemilik hak cipta tidak secara jelas atau tegas menyatakan larangan untuk meng-copy atau memperbanyak untuk keperluan pribadi.  Akan tetapi, jika buku atau referensi itu diperbanyak dengan maksud diperjualbelikan, maka hal itu tidaklah diperbolehkan. &lt;br /&gt;Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zayd berkata: “Semua ketentuan ini, yang bermaksud untuk mencegah semua hasil karya dari berbagai usaha pengrusakan atau gangguan, serta melindungi nilai sebuah hasil karya dan usaha dari si penulis/penyusun, merupakan permasalahan yang dianggap penting dan didasarkan pada prinsip-prinsip umum dalam Islam yang terdapat di dalam berbagai teks dan prinsip-prinsip dasar syari’ah.  &lt;br /&gt;Berkaitan dengan penggunaan sebuah merek dagang atau produk, maka Dewan Fiqih Islam telah mengeluarkan beberapa pernyataan berikut: &lt;br /&gt;1.	Nama merek dagang, nama perusahaan, merek, tulisan-tulisan, dan penemuan-penemuan, semuanya merupakan hak cipta dari pemilik atau penulisnya, dimana dalam peraturan perdagangan modern memiliki nilai ekonomi.  Hal-hal ini diakui oleh syariah dan tidak dibolehkan bagi siapapun untuk melanggar hak tersebut.  &lt;br /&gt;2.	Diperbolehkan/diizinkan untuk menjual sebuah merek dagang atau nama perusahaan, dan mengalihkan salah satu di antaranya untuk alasan kompensasi finansial, bukan dengan maksud untuk menipu atau melakukan kecurangan, karena ini telah menjadi sebuah hak finansial dari penulis atau penyusun.  &lt;br /&gt;3.	Pemilik hak cipta mempunyai wewenang untuk menjual hak tersebut dan tidak ada seorangpun yang boleh melanggarnya. &lt;br /&gt;Para ulama dari Komite Tetap untuk Penelitian Akademik menyebutkan: &lt;br /&gt;Tidak ada larangan untuk merekam dan menjual kaset-kaset yang bermanfaat, atau menggandakan dan menjual buku, karena hal tersebut membantu untuk menyebarluaskan ilmu, kecuali jika para penulis dari buku-buku tersebut telah menyatakan bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan, dan meng-copy atau memperbanyak tidak dapat dilakukan tanpa izin dari mereka. &lt;br /&gt;Fataawa al-Lajnah al-Daa’imah, 13/187 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh: Sitnah Aisyah Marasabessy&lt;br /&gt;Diterjemahkan dan diadaptasi dari: www.islam-qa.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-4043114936566846318?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/4043114936566846318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/hukum-menggandakan-bahan-referensi-umum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4043114936566846318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4043114936566846318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/hukum-menggandakan-bahan-referensi-umum.html' title='Hukum Menggandakan Bahan Referensi Umum'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBIGt_XRzNI/AAAAAAAAAF4/sqwhdZ1BqHo/s72-c/LOVE006.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-4235932554957323623</id><published>2010-06-11T00:45:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasiku'/><title type='text'>Hauna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBHvTh3JTFI/AAAAAAAAAEo/z1YYxC_yBwY/s1600/bismillah.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 36px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBHvTh3JTFI/AAAAAAAAAEo/z1YYxC_yBwY/s200/bismillah.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481425340272823378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBIA9yWkbOI/AAAAAAAAAFg/ZFOzbMT3IV4/s1600/al+furqan+63.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 62px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBIA9yWkbOI/AAAAAAAAAFg/ZFOzbMT3IV4/s400/al+furqan+63.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481444757951769826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hamba-hamba (Tuhan) Yang Maha Pemurah itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil mengajak omong-omong dengan mereka, mereka berkata (dengan kata-kata yang mengandung) keselamatan.”  (Al Furqaan : 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: &lt;br /&gt;Apabila mereka berjalan di muka bumi, terlihat sikap dan sifat kesederhanaan, jauh dari sifat kesombongan, langkahnya tetap dan teratur tidak dibuat-buat karena hendak menarik perhatian orang dan menunjukkan siapa dia. Ada orang yang mengatakan bahwa maksud ayat ini ialah supaya seorang mukmin apabila ia berjalan hendaklah menekurkan kepala, bersikap seperti orang yang lemah lunglai tak berdaya dan tak bertenaga, berjalan pelan-pelan karena menyangka sikap yang demikian itu menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang saleh dan takwa. Paham yang serupa ini bertentangan dengan yang dipraktekkan oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw apabila ia berjalan maka langkahnya panjang-panjang dan beliau adalah orang yang paling cepat jalannya melangkah dengan tegap dan tenang. Abu Hurairah berkata: &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBH3YG08SgI/AAAAAAAAAFY/0h-UE30KQCc/s1600/hadits+tentang+hauna.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 75px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBH3YG08SgI/AAAAAAAAAFY/0h-UE30KQCc/s400/hadits+tentang+hauna.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481434215008193026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Saya tak pernah melihat sesuatu yang lebih cantik dari dia" "Wajahnya seolah-olah seperti matahari atau bulan yaitu bulat" "Bila berjalan seakan-akan beliau seperti turun dari anak tangga”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian sifat dan sikap seorang mukmin bila ia berjalan bukan seperti sebagian pemuda yang sengaja melenggang melenggok senantiasa melenggang ke kiri dan ke kanan dan mengangkat dagunya memperlihatkan kesombongan dan kecongkakan seakan-akan tak ada orang yang lebih tampan dan gagah dari dia. &lt;br /&gt;Kedua&lt;br /&gt;Apabila ada orang yang mengucapkan kata-kata yang tidak pantas atau tidak senonoh terhadap mereka, mereka tidak membalas dengan kata-kata yang tidak senonoh bahkan dibalas dan dijawab mereka dengan ucapan yang baik yang mengandung nasihat dan harapan semoga mereka diberi petunjuk oleh Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih Penyayang Demikianlah sikap Rasulullah saw bila ia diserang dan dihina dengan kata-kata yang kasar, beliau tetap berlapang dada dan tetap menyantuni orang-orang yang tidak berbudi berakhlak itu. Al Hasan Basri berkata tentang sifat orang-orang mukmin. Mereka senantiasa lapang hati tidak pernah mengucapkan kata-kata kasar. Bila kepada mereka diucapkan kata-kata yang kurang sopan mereka tidak terpengaruh dan tidak membalas dengan kata-kata yang tidak sopan pula. Mungkin ada orang yang menganggap bahwa sifat dan sikap seperti itu menunjukkan kelemahan dan tidak tahu harga diri, karena adalah wajar apabila orang yang bertindak kurang sopan dibalas dengan tindakan kurang sopan pula. Tetapi bila direnungkan secara mendalam pastilah hal itu akan membawa pertengkaran dan perselisihan yang tidak akan habis-habisnya. Setiap mukmin harus mencegah berlarut-larut perselisihan dan permusuhan, Salah satu cara yang paling tepat dan ampuh untuk membasminya ialah membalas tindakan yang tidak baik dengan tindakan yang baik sehingga orang yang melakukan tindakan yang tidak baik itu akan malu sendiri, dan sadar bahwa mereka telah terlanjur melakukan sesuatu yang tidak wajar. Sikap seperti ini dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBIA-f3Ss3I/AAAAAAAAAFo/UyiH0w0SVn0/s1600/fushilat+34.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 70px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBIA-f3Ss3I/AAAAAAAAAFo/UyiH0w0SVn0/s400/fushilat+34.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481444770168615794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBIA-2V6-RI/AAAAAAAAAFw/t3-PZsdy3fA/s1600/fushilat+35.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 44px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBIA-2V6-RI/AAAAAAAAAFw/t3-PZsdy3fA/s400/fushilat+35.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481444776202664210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (Q.S. Fussilat: 34-35) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sifat dan sikap orang-orang mukmin di kala mereka berada di siang hari di mana mereka selalu ingat dengan sesama hamba Allah. Bagaimana pula sikap dan sifat mereka di kala berhubungan dengan Tuhan Pencipta alam di kala malam hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"..Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah itu) yakni hamba-hamba-Nya yang baik."&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Lafadz ayat ini dan kalimat sesudahnya, berkedudukan menjadi Mubtada, yaitu sampai dengan firman-Nya, "Ulaika Yujzauna" dan seterusnya, tanpa ada jumlah lain yang menyisipinya (yaitu orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati) dengan tenang dan rendah diri (dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka) mengajak mereka berbicara mengenai hal-hal yang tidak disukainya (mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan) perkataan yang menghindarkan diri mereka dari dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://c.1asphost.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-4235932554957323623?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/4235932554957323623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/hauna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4235932554957323623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4235932554957323623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/hauna.html' title='Hauna'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBHvTh3JTFI/AAAAAAAAAEo/z1YYxC_yBwY/s72-c/bismillah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-4403758609877215997</id><published>2010-06-06T01:51:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.359-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industrial Engineering'/><title type='text'>Shortest Processing Time (SPT)</title><content type='html'>Bukti 1: &lt;br /&gt;SPT meminimumkan Mean Flow Time  (t(1) ≤ t(2) ≤ …≤ t(n) )&lt;br /&gt;Terdapat sebuah sekuen S yang bukan merupakan urutan SPT.  Di dalam sekuen S tersebut  harus ada sepasang job yang saling berdekatan, i dan j, dengan j mengikuti i, dan ti &gt; tj.   Kemudian dibuat sebuah sekuen baru, S’, dimana job i dan j saling bertukar tempat dalam sekuen dan semua job lainnya selesai pada waktu yang bersamaan sebagaimana pada sekuen S.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtjuHiv81I/AAAAAAAAAEI/Uv7uc1-RWKk/s1600/SPT.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 183px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtjuHiv81I/AAAAAAAAAEI/Uv7uc1-RWKk/s400/SPT.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479583015576269650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  Pertukaran berpasangan dari 2 job yang berdekatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tB menunjukkan titik waktu dimana job i dimulai pada sekuen S dan waktu dimana job j dimulai pada sekuen S’.  B menunjukkan satu set job yang mendahului job i dan job j pada kedua skeduler, dan A menunjukkan satu set job yang mengikuti i dan j pada kedua skeduler.  Digunakan notasi Fk(S) untuk menunjukkan flowtime job k pada skedul S.  Kemudian digunakan  ∑_(k-1)^n▒F_k  sebagai sebuah kriteria, karena berbeda dengan F dalam pembagian oleh sebuah konstanta.  Untuk ini akan ditunjukkan bahwa ∑_(k=1)^n▒F_k  lebih kecil pada S’ dibandingkan pada S.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtlrCREo2I/AAAAAAAAAEQ/hJs_BTQD9ds/s1600/rumus1.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 111px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtlrCREo2I/AAAAAAAAAEQ/hJs_BTQD9ds/s400/rumus1.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479585161643598690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, pertukaran job i dan j mengurangi nilai dari F.  Dengan demikian, sebuah sekuen yang bukan merupakan sekuen SPT dapat diperbaiki dengan memperhitungkan F yang mempertukarkan tempat antara sepasang job yang berdekatan.  Sekuen SPT sendiri adalah optimal.&lt;br /&gt;Bukti 2: &lt;br /&gt;SPT meminimumkan Mean Lateness (t(1) ≤ t(2) ≤ …≤ t(n) )&lt;br /&gt;Mean Lateness ditunjukkan pada persamaan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtovyseiPI/AAAAAAAAAEY/AsEVHviHsiA/s1600/rumus2.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 389px; height: 45px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtovyseiPI/AAAAAAAAAEY/AsEVHviHsiA/s400/rumus2.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479588541897804018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimana d adalah rata-rata dari serangkaian due date yang ditentukan dan bersifat konstan.  Karena L berbeda dari F dengan sebuah konstanta sekuen yang independen (d), maka sekuen yang meminimalkan L akan menggantikan sekuen yang meminimalkan F.  Sekuen ini dihasilkan dengan menggunakan SPT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-4403758609877215997?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/4403758609877215997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/shortest-processing-time-spt.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4403758609877215997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4403758609877215997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/shortest-processing-time-spt.html' title='Shortest Processing Time (SPT)'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtjuHiv81I/AAAAAAAAAEI/Uv7uc1-RWKk/s72-c/SPT.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-7728902928618817467</id><published>2010-06-06T01:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industrial Engineering'/><title type='text'>Algoritma Hodgson</title><content type='html'>Langkah 1 : Tempatkan semua job dalam set E dengan menggunakan aturan EDD,  Tetapkan set L kosong.&lt;br /&gt;Langkah 2 : Jika job yang ada pada set E terlambat, maka berhenti” E harus optimal.  Sebaliknya, identifikasi job pertama yang terlambat dalam set E.  Misalkan perubahan ini menjadi job [k].&lt;br /&gt;Langkah 3 : Identifikasi job terlama/terpanjang di antara job-job [k] yang pertama di dalam sekuen.  Pindahkan job ini dari E dan tempatkan pada L.  Revisi completion time dari job-job yang masih berada pada E dan kembali ke Langkah 2.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-7728902928618817467?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/7728902928618817467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/algoritma-hodgson.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/7728902928618817467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/7728902928618817467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/algoritma-hodgson.html' title='Algoritma Hodgson'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-798919131836314360</id><published>2010-06-06T01:40:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industrial Engineering'/><title type='text'>Algoritma Penjadwalan Wilkerson-Irwin</title><content type='html'>Algoritma ini memiliki dua list order yaitu:&lt;br /&gt;- Sebuah list dari job-job yang tidak terjadwal, yaitu sebuah list yang mengandung job-job dalam urutan EDD.&lt;br /&gt;- Sebuah list dari job-job yang terjadwal, yaitu suatu sekuen job setengah jadi yang memungkinkan untuk dilakukan perbaikan.  &lt;br /&gt;Misalkan:&lt;br /&gt; α = indeks dari job terakhir pada list terjadwal&lt;br /&gt; β = indeks dari job pivot.&lt;br /&gt; γ = indeks job pertama pada list tak terjadwal &lt;br /&gt;Sehingga untuk evaluasi aturan keputusan (decision rule), digunakan tβ ≤ Fα.&lt;br /&gt;Pada setiap tahapan, algoritma tersebut menunjukkan sebuah pairwise decision rule untuk job β dan γ, dimana dβ ≤ dγ.  Jika Fα + max{tβ, tγ} ≤ dγ, atau jika tβ ≤ tγ, maka diinginkan agar β mendahului γ pada tahap ini di dalam sekuen tersebut, kemudian β dimasukkan ke list terjadwal. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtgTugrinI/AAAAAAAAAEA/t3448Gp6vpU/s1600/irwin.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtgTugrinI/AAAAAAAAAEA/t3448Gp6vpU/s320/irwin.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479579263645223538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Algoritma ini dapat diperinci sebagai berikut:&lt;br /&gt;Langkah 1 : Inisialisasi satu set task dalam urutan EDD.  Bandingkan dua task pertama (a dan b).  Jika:&lt;br /&gt;     max(ta, tb) ≤ max(da, db)&lt;br /&gt;  maka masukkan task a ke kolom α dan b ke kolom β.  Sebaliknya, untuk task yang terpendek masukkan ke α dan yang lainnya ke kolom β.  Task ketiga dalam urutan EDD dimasukkan ke kolom γ.&lt;br /&gt;Langkah 2 : Bandingkan β dan γ untuk melihat apakah β akan bergabung dengan α pada list terjadwal.  Jika:&lt;br /&gt;      tβ ≤ tγ&lt;br /&gt;  atau jika&lt;br /&gt;    Fα + max{tβ, tγ} ≤ max{dα, dβ}&lt;br /&gt;  Maka pindahkan task pada kolom β tersebut ke kolom α dan task pada kolom γ ke kolom β.  Task berikutnya pada list EDD menjadi γ.  Jika tidak ada lagi task pada list EDD, maka tambahkan task α dan β ke dalam jadwal dan berhenti.  Sebaliknya ulangi langkah ke 2.  Jika kedua kondisi di atas gagal, ulangi langkah 3.&lt;br /&gt;Langkah 3 : kembalikan β ke list EDD dan pindahkan task γ ke kolom β.  Bandingkan α dan β untuk melihat apakah β akan menggabungkan α pada list terjadwal.  Jika:&lt;br /&gt;    tα ≤ tβ&lt;br /&gt;  atau jika&lt;br /&gt;    Fα - tα + max{tβ, tγ} ≤ max{dα, dβ}&lt;br /&gt;  Maka pindahkan task yang ada di kolom β ke kolom α dan pilih dua task berikutnya dari list EDD sebagai β dan γ yang baru.  Kembali ke langkah 2.  Jika kedua kondisi sebelumnya gagal, maka menuju ke langkah 4.&lt;br /&gt;Langkah 4 : Letakkan task pada kolom α kembali ke list EDD dan tempatkan task terakhir ke list yang terjadwal sebagai α yang baru.  Kembali ke langkah 3.  Jika tidak ada task pada daftar yang terjadwal, masukkan β pada list terjadwal, dan dua task pertama pada list EDD menjadi β dan γ.  Kemudian kembali ke Langkah 2.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-798919131836314360?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/798919131836314360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/algoritma-penjadwalan-wilkerson-irwin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/798919131836314360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/798919131836314360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/algoritma-penjadwalan-wilkerson-irwin.html' title='Algoritma Penjadwalan Wilkerson-Irwin'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtgTugrinI/AAAAAAAAAEA/t3448Gp6vpU/s72-c/irwin.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-206656549607556128</id><published>2010-06-06T01:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industrial Engineering'/><title type='text'>Teorema Penjadwalan Mesin Tunggal  tanpa Pre-emption</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtd3Xmz2sI/AAAAAAAAAD4/Cv7ElsLDVWI/s1600/engine.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 80px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtd3Xmz2sI/AAAAAAAAAD4/Cv7ElsLDVWI/s320/engine.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479576577437326018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teorema 2:  In the basic single-machine problem, schedules without preemption constitute a dominant set.  (Pada kasus mesin tunggal, jadwal tanpa preemsi merupakan suatu set yang dominan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukti:&lt;br /&gt;Untuk memverifikasi bahwa suatu set D adalah sebuah set jadwal yang dominan untuk ukuran performansi reguler,  dibutuhkan beberapa persyaratan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pertimbangkan sebuah jadwal S (dengan completion time Cj) yang tidak termasuk dalam D.&lt;br /&gt;2. Tunjukkan bahwa terdapat jadwal S’ Є D dimana Cj’ ≤ Cj untuk semua j&lt;br /&gt;3. Dengan demikian maka Z’≤ Z untuk semua ukuran reguler, sehingga S’ sebaik S..&lt;br /&gt;4. Karena itu untuk mencari suatu jadwal yang optimum, maka perlu untuk hanya mempertimbangkan jadwal-jadwal pada D.&lt;br /&gt;Untuk membuktikan teorema ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Misal S adalah sebuah jadwal yang memiliki preemsi.  Misalnya dengan S tersebut mesin mengalami preemsi untuk beberapa interval {a, b}.&lt;br /&gt;2. Misal S’ adalah jadwal yang identik dengan S melalui waktu a, dan pada semua pemrosesan yang terjadi dalam S setelah waktu b  bergerak maju dengan jumlah waktu b – a.  Maka setiap job untuk Cj ≤ a pada jadwal S akan memiliki Cj’ = Cj pada jadwal S’.  Dan setiap job j dimana Cj &gt; a di bawah jadwal S akan memiliki Cj’ =  Cj – (b – a) di bawah jadwal S’.   Sehingga Cj’ ≤ Cj untuk semua j.&lt;br /&gt;3. Juga Z’ ≤ Z untuk setiap ukuran performansi reguler Z; sehingga Z mengeluarkan preemsi dan tidak akan menyebabkan performansi yang lebih buruk.&lt;br /&gt;4. Dengan demikian jadwal tanpa preemsi membentuk sebuah set yang dominan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-206656549607556128?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/206656549607556128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/teorema-penjadwalan-mesin-tunggal-tanpa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/206656549607556128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/206656549607556128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/teorema-penjadwalan-mesin-tunggal-tanpa.html' title='Teorema Penjadwalan Mesin Tunggal  tanpa Pre-emption'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAtd3Xmz2sI/AAAAAAAAAD4/Cv7ElsLDVWI/s72-c/engine.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-8762789292294018976</id><published>2010-06-05T14:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T06:05:26.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karena Cantikmu Beda'/><title type='text'>Cantik Itu Relatif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBdhIG3FllI/AAAAAAAAAHI/OtvH0m1QdaE/s1600/LOVE006.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBdhIG3FllI/AAAAAAAAAHI/OtvH0m1QdaE/s320/LOVE006.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482957863255381586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Sitnah Aisyah Marasabessy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, arti cantik itu relatif.  Cantik menurut satu orang, belum tentu cantik menurut orang lain.  Mengukur kecantikan dan menilainya, tidaklah sama dengan mengukur bangunan dan menilai apakah bangunan itu termasuk tinggi atau tidak.  Ia juga tidak memiliki ‘meteran’ yang valid dan berlaku untuk semua orang, sebagaimana meteran untuk mengukur dimensi mesin.  Dalam istilah penelitian, kecantikan adalah sesuatu yang kualitatif.  Bahkan sekedar mengukurnya dalam skala Likert pun bukanlah hal yang mudah.  Lihat saja ukuran cantik bagi wanita di beberapa Negara pada table di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAr_R4L8IcI/AAAAAAAAADg/TrFEt2vBQj4/s1600/tabel+kriteria+cantik.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 550px; height: 325px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TAr_R4L8IcI/AAAAAAAAADg/TrFEt2vBQj4/s400/tabel+kriteria+cantik.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479472579254952386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;source: http://dikdrum.blogspot.com/2010/04/kecantikan-menurut-beberapa-negara.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, arti cantik bagi seseorang, sesungguhnya apa yang menurutnya cantik bagi dirinya, bukan cantik menurut orang lain.  Sehingga, meski menurut orang, dia tidaklah cantik, itu bukanlah suatu hal yang mesti dipermasalahkan.  Toh, kecantikan (fisik) bukanlah satu-satunya yang membuat seorang wanita diterima oleh orang lain.  Masih banyak hal lain yang layak ia pertimbangkan agar bisa menjadi makhluk Allah yang dicintai sesama manusia, dicintai oleh makhluk Allah yang lain, dan yang terpenting, dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-8762789292294018976?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/8762789292294018976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/cantik-itu-relatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8762789292294018976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8762789292294018976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/cantik-itu-relatif.html' title='Cantik Itu Relatif'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/TBdhIG3FllI/AAAAAAAAAHI/OtvH0m1QdaE/s72-c/LOVE006.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-6627440414520227448</id><published>2010-06-03T16:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industrial Engineering'/><title type='text'>Teknik Industri Berbasis Industri Kelautan</title><content type='html'>Oleh: &lt;br /&gt;Sitnah A. Marasabessy&lt;br /&gt;Di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Irian yang notabene memiliki luas wilayah darat yang luas, sangat memungkinkan untuk dikembangkan sebagai kawasan industri.  Hal ini juga dimungkinkan karena dukungan infrastruktur jalan, jembatan, telekomunikasi, bandara, dan lain-lain yang masih sangat terbuka untuk dibangun.  Namun, bagaimana dengan daerah yang wilayahnya didominasi oleh laut seperti Maluku?  Jika kita sering mendengar tentang Sistem Perencanaan dan Pengendalian Produksi untuk suatu sistem manufaktur, maka asosiasi berpikir kita akan mengarah pada industri barang dengan luas lantai pabrik yang besar dengan aliran produksi yang kompleks dan kemudian menghasilkan sejumlah produk.  Namun bagaimana dengan Sistem Perencanaan dan Pengendalian Produksi untuk industri-industri di wilayah-wilayah terpencil yang terpisah oleh laut yang luas?  Relevankah disiplin teknik industri dengan kondisi seperti itu?  Jika relevan, bentuk aplikasi teknik industri seperti apakah yang sesuai?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-6627440414520227448?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/6627440414520227448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/teknik-industri-berbasis-industri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/6627440414520227448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/6627440414520227448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/06/teknik-industri-berbasis-industri.html' title='Teknik Industri Berbasis Industri Kelautan'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-3410349507009713818</id><published>2010-05-28T06:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasiku'/><title type='text'>The Real Idol</title><content type='html'>Setiap orang pasti punya idola.  Mulai dari para pejabat, prajurit, pedagang, pengusaha, anak sekolahan, hingga pak tani, semuanya punya idola, seseorang yang bisa digugu dan ditiru, seseorang yang dengannya kamu, kita, mereka semua bisa menjadi seperti yang diinginkan.  Ini mungkin sudah sunnatullah, artinya, sejak seorang manusia dilahirkan ke muka bumi, ia pasti sudah membayangkan ingin jadi seperti apa ia kelak, sehingga dari bayangan tersebut, ia kemudian mencari figur yang sesuai dengan bayangannya, maka munculah yang kita sebut sebagai          Sang Idola,  &lt;br /&gt;Idola, selalu lekat di hati&lt;br /&gt;Kamu ingat tidak, ketika dulu kamu kecil, jika ditanya, siapa pahlawanmu?  Biasanya kamu, yang waktu itu masih anak-anak biasanya akan menjawab Batman atau Superman.  Anak-anak ABG sekarang jika ditanya siapa idolanya? Ada yang menjawab Britney Spears, Westlife, sampai ke Charlie dan ST12nya.  Orang tua kita, terutama kakek-kakek kita, biasanya sangat mengidolakan tokoh Bung Karno atau Jenderal Sudirman.  Idola memang bukan fenomena baru.  Ia begitu lekat di hati setiap orang, sehingga seakan-akan memiliki seorang idola menjadi keharusan.  Meski kadang, orang yang menjadi idola terlihat begitu jauh dari jangkauan atau begitu jauh di mata, tetapi karisma seorang idola mampu menembus relung hati terdalam, sehingga ia sanggup menjadikan si ‘pengidola’ (alias pengagum), rela melakukan apa saja demi bisa seperti sang idola.  Kebayang ngga’ jika tiba-tiba ada yang ngetok pintu rumah kamu, dan ternyata ketika dibuka, ia adalah bintang pujaanmu?  Wauw, screaming beraaat!!!  Sampe pake acara nangis plus pingsan sagala.  Seorang teman saya bahkan pernah bilang kalo saja bintang pujaannya sampe tiba-tiba ada di depan pintu kamar kosnya, dia akan berteriak sekeras-kerasnya dan memeluknya erat-erat sampe dia ngga’ bisa napas (masya Allah, sampe segitunya!!!).&lt;br /&gt;Idola, daya tarikmu begitu menggoda&lt;br /&gt;Setiap orang pasti ada yang ingin tampil lebih PD, lebih baik, lebih pintar, lebih ca’em, lebih gaul, lebiiiiih……. Untuk itu mereka butuh seseorang yang bisa dijadikan sebagai cermin.  Sebenarnya tak ada masalah dengan si idolanya sendiri.  Yang jadi problem sih ketika apa yang ditunjukkan atau yang diidolakan itu memberikan pengaruh buruk bagi si pengidola.  Survey membuktikan, begitu banyak korban yang jatuh akibat idola seperti ini.  Misalnya saja, ada yang gara-gara idolanya yang artis rock mati karena overdosis, penggemarnya pun rela mati dengan menembak dirinya.  Korban ‘kecil-kecil-an’ aja seperti, rela menindik sekujur tubuhnay, dengan menahan rasa sakit, demi bisa menyerupai sang bintang yang juga menindik sekujur tubuhnya, memangkas rambut dalam model dan bentuk yang ‘aneh’ biar mirip seperti sang bintang.  Bahkan yang lebih nyleneh lagi, ada yang rela merubah total kebiasaan hidupmya, demi sang idola. Pendeknya, sang idola memiliki daya tarik yang begitu kuat di hati penggemarnya, sehingga apapun yang dilakukannya bisa dipastikan akan dilakukan juga.&lt;br /&gt;Idola, antara harapan dan kenyataan&lt;br /&gt;Seringkali kita menyangka bahwa idola kita adalah seseorang yang serba-baik serba sempurna.  padahal … Mereka cuma manusia biasa, yang juga punya cela.  Andai saja manusia tahu dan sadar, tentu mereka tak akan sudi, walau sedikitpun, untuk menjadi pengagum sang idola.&lt;br /&gt;Idola, bagaimana baiknya yach?!&lt;br /&gt;Sesungguhnya, Islam sudah memiliki idolanya sendiri.  Dialah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.  Mengapa Rasulullah?  Berikut ini ada beberapa alasan mengapa Beliau pantas menjadi idola kita:&lt;br /&gt;1. Beliau adalah sebaik-baik contoh bagi setiap makhluk&lt;br /&gt;“Laqadkaanalakum fi rasulillah uswatun hasanah&lt;br /&gt;Pada diri beliaulah tempat semua kebaikan dunia dan akhirat.  Beliau adalah hamba yang karenanya tidak boleh dilebih –lebihkan dan beliau juga adalah Rasulullah yang karenanya tidak boleh diremehkan, sebab beliau adalah kekasihnya Allah&lt;br /&gt;2. Pada diri beliau melekat semua sifat yang diinginkan manusia &lt;br /&gt;Ketika kita membaca sirah, kita akan menemukan figur Rasulullah sebagai figur yang paling baik dari semua sisi baik ruhiyah, akliyah, maupun jasadiyah.  Secara jasadiyah, beliau adalah seorang pria dengan wujud yang paling baik sehingga siapa saja yang melihat beliau, baik kawan maupun lawan, tidak akan mampu untuk menggambarkan kesempurnaan sifat beliau.  Salah seorang sahabat mengatakan bahwa  sampai ia tidak mampu untuk menggambarkan wajah beliau&lt;br /&gt;3. Hanya beliaulah satu-satunya idola yang selamat dan menyelamatkan dengan keutamaan syafaat kubra yang Allah anugerahkan bagi beliau.&lt;br /&gt;4. Menjadikan beliau sebagai idola tidak akan menyebabkan hal lain selain kebaikan dan kebahagiaan bagi orang yang mengidolakan beliau&lt;br /&gt;5. Allah mengancam orang yang mengidolakan selain Rasulullah dengan ancaman azab yang berat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-3410349507009713818?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/3410349507009713818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/real-idol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3410349507009713818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3410349507009713818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/real-idol.html' title='The Real Idol'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-6033150556153964631</id><published>2010-05-28T06:02:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasiku'/><title type='text'>Suatu Hari Di Makassar: Ketika Rakyat Sudah Tak Mau Lagi Peduli</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sitnah A. Marasabessy &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika di atas pete-pete (pent.angkot), tanpa sengaja saya sempat mendengar percakapan kecil dari sekelompok ibu-ibu.  Pembicaraan mulai dari masalah biaya sekolah anak-anak hingga seputar calon presiden.  Ketika salah seorang ibu – nampaknya seorang IRT- ditanya tentang kriteria prediden/partainya langsung nyeletuk, “Nanti pi diliat” (Nanti saja kita lihat).&lt;br /&gt;Perbincangan di atas hanyalah satu contoh yang banyak berkembang saat ini. Seiring dengan maraknya masa kampanye, ada satu gejala yang muncul, yaitu kecenderungan masyarakat untuk bersikap ‘apatis’. Tanpa perlu memikirkan untung rugi, bagi masyarakat sama saja.  Siapa pun yang menang dalam pemilu, situasi akan seperti biasa atau bahkan mungkin akan lebih buruk.  Kalaupun nanti mereka memilih maka pilihannya itu hanya akan didasarkan pada partai mana yang paling banyak terekam dalam ingatannya, bukan pada visi dan misi partai.  Pernah ada salah seorang anggota partai yang mengungkapkan keprihatinannya tentang kondisi ini dengan berkata, “Sangat disayangkan bahwa masyarakat Indonesia saat ini memilih partai karena lambang atau siapa yang menjadi capresnya, bukan platform dari partai tersebut.”  Satu hal yang mungkin terlewatkan oleh anggota partai tadi adalah ‘kekecewaan’ yang dialami oleh rakyat secara terus menerus.  Ketika rakyat yang bukanlah the real player dalam panggung politik, menganggap bahwa harapan mereka hanya akan menjadi mimpi indah di siang bolong.  Dan sayangnya mereka sudah terkondisikan seperti itu.  “Singkamma ji.  Partai-partai itu tentu saja akan memberikan janji-janji.  Bahkan mungkin semua impian kami akan mereka janjikan. Tapi tunggu saja ketika kami memilih mereka, dan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka apa yang kami dapatkan?”  Opini inilah yang banyak berada di pikiran sebagian besar masyarakat Indonesia.  Ini hanyalah realitas yang telah membentuk paradigma pemikiran masyarakat kita.  &lt;br /&gt;Nah, apa yang terjadi ketika rakyat sudah tak mau lagi peduli dengan apa yang terjadi? Pertama, pemilu hanya akan menjadi sekedar hari arak-arakan kampanye pemilu.  Kedua, rakyat ketika mereka sudah tidak lagi menemukan manfaat dari pemilu kecuali sebagai ‘pesta’ nasional untuk menjalankan negara, maka mereka akan menempatkan diri sebagai penonton.  Jika saja para elit politik itu konsisten pada janjinya, maka rakyat tentu tidak akan se-cuek itu.  &lt;br /&gt;Jika dicermati lebih jauh, politik bukan hal asing bagi rakyat Indonesia.  Hanya saja sistem yang ada sekarang dan para pelaku politiklah yang menjadikan politik itu semakin kompleks dan seakan ‘tidak terjamah’ oleh rakyat.  Apa yang harus dilakukan? Jawabannya adalah menempatkan kembali sesuatu pada tempat dan pada porsinya.  Things should be placed to where it belongs to.  Apapun itu, ketika segala sesuatu sudah tidak lagi berada pada posisi yang sebenarnya maka saat kehancuran tinggal menunggu waktu.  Tak mudah memang untuk merubah benang kusut menjadi rapi kembali.  Ia butuh waktu dan melewati tahap demi tahap.  Meski tidak kurang berbagai himbauan dan peringatan, tapi nampaknya keadaan belum akan berubah ke arah yang lebih baik selama pihak-pihak yang terkait baik rakyat maupun para aparat belum menempatkan dirinya sesuai dengan porsinya masing-masing. Bangsa ini nampaknya akan terus terbawa ke suatu keadaan yang benar-benar ‘kacau’.  Boleh percaya atau tidak, setuju atau tidak.  Kita biasanya baru akan mengambil tindakan ketika sudah benar-benar ‘terjepit’.  Mungkin ketika kita itu terjadi, baru akan muncul ‘political will’ untuk berubah.  Mestinya kita kembali bertanya apa yang dapat kita lakukan untuk merubah kondisi tersebut.  Yang menjadi masalah adalah kita belum memiliki visi dan misi yang sama tentang kemana kita hendak membawa masyarakat ini.  Yang ada adalah interes pribadi dan golongan.  Untuk itu, yang pertama adalah menyamakan visi dan pemahaman.  Caranya? Mesti ada kesepakatan tentang apa yang menjadi pijakan atau pedoman dalam melakukan aktifitas bersama, dan pijakan itu mestilah pijakan yang benar yang sesuai dengan hati nurani manusia, yang dibangun atas argumen yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan dari semua segi.  Di sinilah pentingnya ilmu yaitu ilmu tentang apa hakikat dari keberadaan manusia itu sendiri dan ilmu tentang bagaimana merealisasikan eksistensi tersebut dalam praktek yang bermanfaat bagi individu itu sendiri dan bagi orang lain..  Dalam tataran ini, semua elemen bangsa mestinya harus mempelajari dulu tentang dasar pijakan ini dengan sebaik-baiknya.  Jika perlu, mesti ada semacam gerakan nasional wajib belajar bagi semua elemen bangsa mulai dari para pemimpin hingga rakyat kecil.  Langkah kedua, setelah memiliki pijakan yang sama dan pemahaman yang sama tentang pijakan tersebut, maka kemudian melakukan musyawarah ‘raksasa’ yang melibatkan semua unsur.  Dengan ilmu dan pemahaman yang baik maka jalannya musyawarah dan apa yang dihasilkan oleh musyawatah itu tentunya adalah suatu hal yang baik pula.  Ketika semua orang di negara ini sudah memahami tentang untuk apa sebenarnya mereka bekerja, maka semua orang akan berusaha untuk memerankan perannya sesuai dengan yang seharusnya.  Pemimpin akan menjalankan dirinya sebagai pemimpin dan bukan penguasa sedang yang dipimpin akan menempatkan diri sebagai pekerja dan bukan hanya sekedar pengekor.  Yang salah dinyatakan salah dan yang benar dikatakan benar karena semua orang memiliki parameter yang sama tentang nilai kebenaran dan penilaian salah itu sendiri.  Kewajiban akan ditegakkan dan hak akan dipenuhi karena semua orang merasa bahwa apa yang menjadi kewajibannya pada saat yang sama adalah hak orang lain.  Sebaliknya ia tidak akan bisa mendapatkan haknya selama ia belum menjalankan kewajibannya.  Keinginan untuk memiliki sesuatu tidak akan menjajah kepentingan pihak yang lain, sebaliknya akan selalu ada kepentingan untuk memenuhi keinginan orang lain dalam batas-batas yang wajar.  Yang lebih indah lagi ketika semua orang merasa bahwa ia harus memberikan yang terbaik yang bisa diberikan untuk orang lain.  Jika semua ini sudah terjadi, maka apapun tujuan yang ingin dicapai, setinggi apapun, bukanlah hal yang mustahil.  Sebaliknya jika ini belum dicapai, maka sedekat apapun tujuan kita, maka tidak akan pernah sampai ke tujuan tersebut.&lt;br /&gt;Bukan hal yang mudah memang untuk melaksanakan semua ini karena ia menyangkut banyak orang, banyak kepentingan, beragam pemikiran, dan berbagai tendensi.  Life isn’t an easy thing at all.  Pasukan semut kecil yang tidak berarti apa-apa mampu menghadapi seekor gajah jika mereka memiliki visi yang sama tentang mau diapakan gajah tersebut.  Bagaimana dengan makhluk sekaliber manusia?  Nah bagaimana dengan kita manusia itu sendiri?  Siapapun yang mengaku dirinya berakal pasti tidak akan mengingkari bahwa kita harus melakukan sesuatu untuk mengeluarkan kita dari kekacauan ini.. A journey of a thousand miles must begin with a single step. Ketidakpedulian akan nasib bangsa hanyalah akibat dari sebab terlalu peduli terhadap nasib pribadi. Kapan kita bisa melakukannya? Jawabnya dikembalikan kepada siapa saja yang mengaku peduli terhadap nasib bangsa.  Semoga Allah menyegerakan petunjuk dan pertolongan-Nya untuk kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-6033150556153964631?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/6033150556153964631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/suatu-hari-di-makassar-ketika-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/6033150556153964631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/6033150556153964631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/suatu-hari-di-makassar-ketika-rakyat.html' title='Suatu Hari Di Makassar: Ketika Rakyat Sudah Tak Mau Lagi Peduli'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-7729561958966679803</id><published>2010-05-28T05:47:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Moslem'/><title type='text'>Muslimah Idol</title><content type='html'>Enaknya menjadi idola&lt;br /&gt;Banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi terkenal.  Mengapa tidak?  Uang banyak, harta berlimpah, foto diri ada dimana-mana, kemanapun pergi dikejar-kejar para penggemar untuk minta tanda tangan, pingin punya teman dekat yang ganteng lagi tajir abis, tak masalah.  Menjadi pujaan? Siapa yang tidak mau?  Punya rumah pribadi yang besar nan mewah, punya tongkrongan mobil mewah, jalan jalan luar negeri, shopping ke mal-mal, butik-butik mahalan, hotel-hotel berbintang, dihormati bagai bidadari turun dari langit, sungguh telah membuat banyak orang berharap untuk suatu ketika menjadi orang terkenal.&lt;br /&gt;Sepintas memang, menjadi terkenal itu tidak jauh-jauh dari segala kesenangan.  Apa yang sulit bagi orang kebanyakan, bukanlah masalah bagi sang bintang.  Apa yang mungkin bagi rakyat biasa hanyalah mimpi, tapi akan dengan mudah bisa diraih ketika seseorang menjadi terkenal alias menjadi public figur.  Tapi,…. Benarkah demikian?.  &lt;br /&gt;Berbagai cara menjadi idola&lt;br /&gt;Saat ini bukan barang aneh lagi, jika dimana-mana orang seperti terkena sindrom menjadi idola.  Saking pengennya menjadi terkenal sampai semua cara ditempuh.  Apalagi memang saat ini peluang ke arah situ memang terbuka lebar.  Mulai dari ajang AFI, Indonesian Idol, Pop Stars, Pemilihan Bintang Dangdut, Pemilihan Moka, Model Indonesia, pemilihan wajah mirip bintang, hingga berbagai festival dan atraksi lain.  Bahkan mungkin hingga ajang menjadi terkenal lewat lomba penyiar TV.  Hasilnya?  Tidak usah dibilang lagi, ribuan, bahkan jutaan orang, yang umumnya generasi muda, seolah-olah terhipnotis untuk ikut daftar.  Bahkan mereka rela menunggu berjam-jam, bahkan berhari-hari, bolos kuliah, bolos kerja, sampai bolos shalat demia menunggu panggilan audisi.  &lt;br /&gt;Tak cukup sampai di situ, ketika tiba nomornya dipanggil, dengan tanpa malu-malu ia beraksi bak seorang bintang.  Meski seringkali penampilan ‘ala bintang’ itu justru membuat mereka menjadi pelawak sampai sang juri terpingkal-pingkal karenanya. Tapi tak apalah, begitu memang kalo mau terkenal.  Ketika kemudian juri memutuskan anda lolos, berbagai ekspresi kegembiraan pun ditunjukkan. Tangis haru, sorakan gembira, sampai …. Sujud syukur?!  Memang, betul-betul hebat pengaruh sindrom ini, jauh melebihi SARS.&lt;br /&gt;Apa yang tidak dilihat dari menjadi seorang idola&lt;br /&gt;Apa yang nampak dari seorang idola biasanya hanya yang baik-baik atau senang-senang saja. Sesungguhnya di balik itu, menjadi seorang idola sesungguhnya adalah bencana bagi seseorang.&lt;br /&gt;Buktinya?&lt;br /&gt; kehilangan privacy&lt;br /&gt; kehilangan teman sejati&lt;br /&gt; kehilangan jati diri&lt;br /&gt; kehilangan empati &lt;br /&gt;Akibatnya? Jauhnya seseorang dari Islam&lt;br /&gt;• stres dan depresi  mencari pelarian (narkoba, pergaulan bebas, seks bebas) &lt;br /&gt;• memiliki kepribadian ganda atau suka berubah-rubah pendirian, demi tuntutan profesi (hari ini bilang tidak boleh, besok bisa saja menjadi boleh)&lt;br /&gt;• melakukan berbagai tindakan dan perilaku asusila&lt;br /&gt;• bunuh diri&lt;br /&gt;Masih belum percaya? Lihat berbagai realita.  Berbagai ajang tersebut menjadi media murtadisasi dan ghozul fikri.&lt;br /&gt;Popularitas dalam pandangan Islam&lt;br /&gt;• Mengikuti orang yang tidak patut diteladani adalah salah satu bentuk kesyirikan&lt;br /&gt;• Syuhrah adalah sesuatu yang dibenci oleh Allah, Rasulullah, para sahabat, dan tabi’ttabiien&lt;br /&gt;• 9:24&lt;br /&gt;• Fudhalah bin Ubaid ditanya:berikan wasiat kepadaku, maka beliau menjawab: “Kalau engkau bisa untuk  mengenal dan tidak dikenal orang maka usahakanlah, kalau engkau mampu mendengar tanpa berbicara maka usahakanlah, dan kalau engkau mampu untuk hanya bermajelis tanpa orang datang ke majelismu maka usahakanlah.”  &lt;br /&gt;• Seseorang pernah berkata kepada Imam Ahmad bin Hambal: “Semoga Allah memberimu pahala atas jasamu kepada Islam.  Beliau berkata: “Justru Allah memberikan kejayaan kepada Islam karena jasanya kepadaku.” (Islam yang mempunyai andil yang sangat besar kepadaku).&lt;br /&gt;• Ulama: Usahakan kamu menjadi orang yang terkenal di kalangan penduduk langit tapi usahakanlah agar kamu tidak terkenal di kalangan penduduk bumi.&lt;br /&gt;• Bahaya syuhrah adalah menimbulkan kecintaan kepada jabatan.  Bahayanya melebihi bahaya dari seekor singa yang dilepaskan di tengah kerumunan domba.&lt;br /&gt;Sebaik-baik idola&lt;br /&gt;• Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam  “Laqadkaana laku fii Rasulillah uswatun hasanah”.&lt;br /&gt;• Aisyah Radhiyallahu ‘anhu&lt;br /&gt;Sebaik-baik muslimah&lt;br /&gt;• Taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa menjadi terkenal &lt;br /&gt;Jika keterkenalan itu akan menjadikan kehinaan kepada kita&lt;br /&gt;Untuk apa kekayaan dunia&lt;br /&gt;Jika hati merana gundah gulana&lt;br /&gt; Wahai muslimah, ingatlah&lt;br /&gt; Bahwa harga dirimu jauh lebih tinggi &lt;br /&gt; Dari seluruh perhiasan dunia&lt;br /&gt; Wahai muslimah, sadarlah&lt;br /&gt; Bahwa harta dan tahta, bukan jaminan kebahagiaan&lt;br /&gt;Camkan dalam hatimu, bahwa dunia itu hina &lt;br /&gt;dan kehidupan akhirat itu jauh lebih baik bagimu&lt;br /&gt;Tanamkan dalam dirimu, bahwa sebaik-baik wanita&lt;br /&gt;Adalah wanita yang menjaga kehormatannya dan kemuliaannya&lt;br /&gt;Memiliki rasa malu, karena rasa malu itu perisai bagi wanita&lt;br /&gt;Yang akan menjauhkan diri dari syaithan&lt;br /&gt; Jika engkau memiliki kecantikan &lt;br /&gt; dan segala kelebihan yang Allah berikan kepadamu&lt;br /&gt; suara yang indah, tubuh yang molek, dan semuanya&lt;br /&gt; gunakanlah itu semua untuk kebaikan&lt;br /&gt; dan jangan engkau gunakan untuk mengundang kemurkaan Allah atas dirimu&lt;br /&gt;ingatlah sekali lagi&lt;br /&gt;di luar sana ada banyak wanita yang cantik, kaya dan terkenal&lt;br /&gt;tapi pikirkan dan lihatlah dengan mata batinmu&lt;br /&gt;apakah ada kebahagian bagi mereka&lt;br /&gt;sementara semua kehormatan, harga diri, dan kemuliannya&lt;br /&gt;telah terenggut dari dirinya&lt;br /&gt; oleh karena itu, &lt;br /&gt; tidak perlu engkau cemburu&lt;br /&gt; tak perlu engkau terpaku&lt;br /&gt; karena meski engkau tidak terkenal di kalangan manusia&lt;br /&gt; tapi engkau akan dielu-elukan oleh seluruh penghuni langit dan bumi&lt;br /&gt; Adakah sesuatu yang lebih baik dari itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Materi ini pernah saya bawakan di SC FK UH, 19-5-2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-7729561958966679803?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/7729561958966679803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/muslimah-idol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/7729561958966679803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/7729561958966679803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/muslimah-idol.html' title='Muslimah Idol'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-8802011050405153025</id><published>2010-05-28T05:08:00.001-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Keorganisasian'/><title type='text'>Memiliki Antusiasme yang Tidak Pernah Padam</title><content type='html'>Pentingnya Antusiasme&lt;br /&gt;• Untuk pribadi; Menerapkan Prinsip-Prinsip Bertindak kedalam kehidupan nyata akan mempertinggi jiwa anda dan mengangkat semangat anda. Anda akan merasakan kenikmatan dan semangat untuk hidup. Anda akan menjalani hari-hari yang penuh dan lebih baik. Hal ini terjadi karena anda telah memanfaatkan saat-saat hening anda untuk berpikir, mengorganisasikan dan memprioritaskan hidup anda. Anda akan mencintai banyak hal dan hal-hal tersebut akan menjadi bagian dari hari-hari anda. Anda akan selalu berada di bawah kendali. Setiap hari anda akan melakukan hal-hal baik untuk diri anda sendiri maupun orang lain. Kata-kata seperti membosankan, ejekan, tidak berarti, akan jarang mewarnai kerja dan hubungan anda.&lt;br /&gt;• Untuk jama’ah; Dalam berorganisasi, antusiasme penting untuk menjaga dinamisasi organisasi.  Tanpa antusiasme, suatu organisasi tidak akan pernah bisa berkembang apalagi untuk mencapai tujuan dari organisasi atau lembaga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Memiliki Antusiasme yang Tidak Pernah Padam&lt;br /&gt;• Miliki visi yang membangkitkan semangat hidup&lt;br /&gt;• Tentukan tujuan-tujuan anda, yaitu tujuan-tujuan yang mampu memotivasi anda untuk mau mencapainya.&lt;br /&gt;• Tumbuhkan minat dan rasa ingin tahu anda terhadap segala yang anda lihat dan rasakan, terutama hal-hal yang baru anda lihat.&lt;br /&gt;• Maksimalkan semua panca indra yang anda miliki.  Dengarlah CD kesukaan anda. Telponlah teman. Bacalah buku-buku yang bagus. Tersenyumlah. Dengarkan. Lihat. Rasakan. Baui . Jalan-jalanlah dan lihat seluruh keajaiban dunia anda. Tunjukkan kepada semua orang bahwa hidup adalah suatu yang berharga.&lt;br /&gt;• Jadilah seorang motivator. Tanyai orang lain tentang tujuan mereka dan bagaimana anda mungkin membantu mereka. Buatlah orang-orang merasa menjadi bagian dari sebuah tim yang berhasil. Mintai mereka masukan. Yakinkan bahwa setiap orang terlibat dan diberi informasi. Berikan insentif kinerja. Cari kesempatan untuk memuji dan memberi imbalan. Antusisme adalah sesuatu yang mudah menular.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-8802011050405153025?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/8802011050405153025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/memiliki-antusiasme-yang-tidak-pernah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8802011050405153025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8802011050405153025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/memiliki-antusiasme-yang-tidak-pernah.html' title='Memiliki Antusiasme yang Tidak Pernah Padam'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-7430072209270786252</id><published>2010-05-28T04:04:00.002-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Moslem'/><title type='text'>Hewan-hewan Di Syurga</title><content type='html'>Syurga adalah tempat berkumpulnya segala kesenangan dan kegembiraan yang telah Allah janjikan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, yang kenikmatan dan keindahannya tidak akan mampu digambarkan dengan panca indra manusia.  Banyak orang di antara kaum muslimin yang mempertanyakan tentang adakah hewan di surga?  Jika ada bagaimana rupa mereka?  Berikut ini pemaparannya.&lt;br /&gt;Menurut berbagai riwayat, hewan-hewan yang ada di surga itu ada tiga jenis: &lt;br /&gt;1. Hewan-hewan tertentu, yang disebutkan di dalam riwayat, akan berada di surga, seperti anjing dari para Penghuni Gua dan unta betina Saalih (radhiyallahu anhum).  Akan tetapi tidak ada riwayat yang shahih tentang kedua hewan ini. &lt;br /&gt;2. Hewan-hewan sebagaimana yang disebutkan di dalam Al Qur’an dan As Sunnah, yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah siapkan bagi orang-orang yang beriman di surga, sebagaimana firman Allah: &lt;br /&gt;“Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan” [al-Waaqi’ah 56:21]&lt;br /&gt;atau seperti yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala: &lt;br /&gt;“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.”[Ath Thuur 52:22]&lt;br /&gt;Contoh lain adalah sapi yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala siapkan sebagai makanan bagi para penghuni syurga, seperti yang disebutkan dari Thawbaan seorang budak yang dimerdekakan oleh Rasulullah , ia berkata: “Saya sedang berada di sisi Rasulullah  ketika seorang Rabbi Yahudi mendatangi kami dan berkata, ‘Shalawat atasmu, Ya Muhammad,’ dan saya mendorongnya dengan keras hingga ia hampir jatuh … Ia  (Orang Yahudi itu) berkata: ‘Apa yang akan menjadi makanan mereka kemudian?’ Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Seekor sapi yang diberi makan di bagian lain di surga akan disembelih untuk mereka’…” Diriwayatkan oleh Muslim, 315. &lt;br /&gt;3. Hewan-hewan yang secara khusus disebutkan di dalam Sunnah yang shahih, yang akan berada di dalam surga, yaitu:&lt;br /&gt;a. Disebutkan oleh Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘Anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Shalat di dalam kandang domba dan bersihkan kotoran-kotorannya  (raghaam), sehingga mereka berada di antara hewan-hewan surga.” Diriwayatkan oleh al-Bayhaqi, 2/449; dishahihkan oleh al-Albaani di dalam Shahih al-Jaami’, 3789. Raghaam berarti kotoran. Yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah membersihkan kotoran-kotoran darinya, atau membersihkan apa-apa yang keluar dari hidung domba, seperti merawat dan memeliharanya. Ini menurut al-Manaawi dalam Fayd al-Qadeer. &lt;br /&gt;b. Disebutkan bahwa Abu Mas’ud al-Ansaari berkata: seorang laki-laki membawa seekor unta betina yang terkekang dan berkata, “Ini untuk Allah.” Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Kamu akan mendapatkan 700 unta betina di Hari Kebangkitan, setiap dari unta-unta itu terkekang.” Diriwayatkan oleh Muslim, 1892. Al-Nawawi berkata: apa yang dimaksud oleh makhtumah (terkekang) adalah bahwa unta-unta tersebut mempunyai sebuah khitaam (tali kekang), seperti tali kekang kuda. Dari sini dapat dipahami bahwa laki-laki itu akan mendapatkan balasan dengan diberikan 700 unta betina, atau sebagaimana yang dapat dipahami dari hadits tersebut, bahwa ia akan mendapatkan 700 unta betina di surga, masing-masing terkekang, dan dia dapat mengendarainya kemanapun ia mau, untuk menyenangkan dirinya.&lt;br /&gt;Adapun hadits tentang unta-unta dan kuda-kuda yang dimaksud oleh al-Nawawi adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;c. Diriwayatkan dari Abu Ayyub bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Para penghuni surga akan saling mengunjungi satu sama lain dengan mengendarai unta-unta berwarna putih dari buah delima, dan tidak ada binatang di surga selain unta-unta dan burung-burung.”  Diriwayatkan oleh al-Tabaraani dalam Al Kabir, 4/179. Al-Haythami berkata: ini diriwayatkan oleh al-Tabaraani. Isnadnya termasuk Jaabir bin Nuh yang dhaif (lemah). Majma’ al-Zawaa’id, 10/413. Hadits ini juga digolongkan dhaif oleh al-Albaani in Dhaif al-Jaami’, 1833. &lt;br /&gt;d. Diriwayatkan dari Sulaiman bin Buraydah dari ayahnya bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, “Ya Rasulallah, apakah ada kuda-kuda di surga?” Beliau berkata, “Jika Allah memasukkan kamu ke surga, kamu tidak akan mengira bahwa kamu akan mengendarai seekor kuda delima merah yang akan terbang kemanapun kamu inginkan di surga, akan tetapi itu pasti akan terjadi.” Dan seorang laki-laki yang lain bertanya kepada beliau, “Ya Rasulallah, akankah di sana ada unta-unta?”  Akan tetapi beliau tidak mengatakan sesuatu seperti yang beliau katakan kepada temannya. Beliau bersabda, “Jika Allah memasukkanmu ke surga, kamu akan mendapatkan apapun yang kamu inginkan yang akan menyenangkan matamu.”  Diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, 2543. Dihasankan oleh al-Albaani di dalam Shahih al-Targhib, 3/522.  Ruwayat yang sama juga diriwayatkan oleh Abu Ayyub dari al-Tirmidhi, 2544; dan juga dishahihkan oleh al-Albaani, 3/423. &lt;br /&gt;Dan juga disebutkan di dalam hadits shahih bahwa ruh dari para syuhada di terbangkan oleh burung-burung surga kemanapun mereka inginkan. &lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;Mesti diingat bahwa burung-burung, kuda-kuda dan unta-unta di surga tidaklah sama dengan burung, kuda, dan unta yang ada di dunia.  Hewan-hewan itu hanya sama dalam nama saja tetapi berbeda dalam sifat-sifatnya.  Yang mengetahui seperti apa mereka hanya Allah saja.  Satu hal yang mesti kita ketahui dan kita yakini adalah bahwa hewan-hewan di surga sungguh sangat indah, karena hewan-hewan itu adalah salah satu kesenangan yang telah Allah persiapkan bagi para kekasih-Nya di surga. Hal ini telah disebutkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam  di dalam hadits-hadits di atas, dimana disebutkan bahwa kuda-kuda di surga dari buah delima merah, dan dapat terbang bersama para penunggangnya kemanapun mereka inginkan.  Telah dijelaskan oleh para ulama bahwa kenikmatan di surga itu adalah kenikmatan yang tidak pernah dirasakan atau ditangkap oleh panca indera kita.  Bahkan, lebih daripada itu, sebaik-baik kenikmatan yang mampu kita pikirkan sekalipun, niscaya tidak akan mampu untuk menggambarkan atau menyamai segala kenikmatan dan kesenangan yang telah Allah persiapkan untuk hamba-hamba-Nya beriman.  Oleh karena itu, semua pemberitaan tentang surga ini hendaknya menjadi motivasi bagi kaum mukminin untuk berlomba-lomba dalam mengerjakan amal shalih, wallahu a’lam.&lt;br /&gt;Kita memohon semoga Allah meridhai kita dan memasukkan kita ke surga, amin Sesungguhnya Allah Maha Mulia lagi Maha Penyayang.. (Sitnah)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10040027/Hewan-hewanSurga.pdf.html"&gt;Download pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dan diadaptasi dari www.islam-qa.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-7430072209270786252?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/7430072209270786252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/hewan-hewan-di-syurga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/7430072209270786252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/7430072209270786252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/hewan-hewan-di-syurga.html' title='Hewan-hewan Di Syurga'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-8304566879702493912</id><published>2010-05-27T17:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Keorganisasian'/><title type='text'>Bagaimana Memaparkan Maksud dan Tujuan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuan Memaparkan atau Mengutarakan Maksud&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pada dasarnya ketika mengutarakan maksud kita ingin agar orang mengerti apa yang kita maksudkan, sehingga mereka melakukan apa yang sesuai dengan yang diinginkan atau diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara Mengutarakan Maksud yang Efektif&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dalam mengutarakan apa yang kita maksud, maka cara yang terbaik adalah mengikuti Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Persiapkan dan berdoalah  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sebaiknya rencanakanlah dulu apa yang hendak Anda sampaikan.  ini akan sangat membantu Anda untuk mengarahkan pembicaraan pada tujuan yang kita inginkan tanpa perlu memakan waktu yang lama.  Kemudian berdoalah.  Ini penting agar setiap perkataan yang kita ucapkan benar-benar dapat dipahami dan membawa berkah bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pandangi lawan bicara Anda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Itu akan membuat lawan bicara Anda merasa sebagai orang penting dan mungkin dengan senang hati ia akan memberikan reaksi sesuai yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Perhatikan dan pahami dengan siapa Anda berbicara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Teladan kita, Rasulullah Shallallaahu ‘Alahi Wasallam adalah seorang yang rendah hati lagi lemah lembut, sangat senang jika perkataannya dapat dipahami. Di antara bentuk kepedulian beliau terhadap umat ialah dengan memperhatikan tingkatan-tingkatan intelektualitas dan pemahaman mereka di dalam berkomunikasi.  Hal tersebut menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang sangat penyantun lagi sabar.  Diriwayatkan 'Aisyah radhiyallahu anha bahwa ia berkata: "Tutur kata Rasulullah Shallallaahu ‘Alahi Wasallam sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan rapi, sehingga mudah dipahami oleh orang yang mendengarkannya." (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Berbicaralah dengan nada perlahan, dan dengan perkataan yang jelas dan terang. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;'Aisyah radhiyallahu anha menuturkan:  "Rasulullah  tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau Shallallaahu ‘Alahi Wasallam berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya."    (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Ulangi perkataan Anda jika dirasa perlu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Anas bin Malik Radhiyallahu anhu mengungkapkan kepada kita: " Rasulullah Shallallaahu ‘Alahi Wasallam sering mengulangi perkataannya tiga kali agar dapat dipahami."  (HR. Al-Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Bersikap lemah lembut dan jangan mudah terpancing emosi.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Rasulullah Shallallaahu ‘Alahi Wasallam selalu berlaku lemah lembut kepada orang lain. Dengan sikap seperti itulah orang-orang menjadi takut, segan serta hormat kepada beliau! Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu ia berkata:  Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah Shallallaahu ‘Alahi Wasallam. Beliau mengajak laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya menggigil ketakutan. Rasulullah Shallallaahu ‘Alahi Wasallam  berkata kepadanya: "Tenangkanlah dirimu! Sesungguhnya aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita yang biasa memakan dendeng."  (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Jangan memotong pembicaraan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-8304566879702493912?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/8304566879702493912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/bagaimana-memaparkan-maksud-dan-tujuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8304566879702493912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/8304566879702493912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/bagaimana-memaparkan-maksud-dan-tujuan.html' title='Bagaimana Memaparkan Maksud dan Tujuan'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-5396779012776655034</id><published>2010-05-23T17:16:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.367-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industrial Engineering'/><title type='text'>Menyatukan strategi korporasi dan strategi pemasaran untuk daya saing global</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Steven White&lt;br /&gt;Sekolah Manajemen dan Ilmu Penerbangan (School of Management and Aviation Science), Bridgewater State College, Bridgewater, MA, USA&lt;br /&gt;David A. Griffith&lt;br /&gt;Divisi Pemasaran, Universitas Oklahoma, Norman, OK, USA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis besar hubungan antara strategi korporasi efektif dengan strategi pemasaran dalam konteks kerangka kerja segmentasi behavioral  untuk bersaing di pasar global.  Evaluasi strategi-strategi standar, strategi-strategi pasar lokal maupun regional dalam hubungan dengan strategi perusahaan berbasis biaya, berbasis konsumen serta berbasis inovasi.  Menyoroti kombinasi strategi kunci korporasi – strategi pemasaran di dalam suatu struktur keputusan pemasaran strategis.  Kombinasi-kombinasi ini meningkatkan kemampuan dari suatu oragnisasi untuk bersaing secara efektif dalam pasarn konsumen global.  Menggunakan contoh-contoh korporasi sebagai penekanan terhadap efektifitas dari kombinasi-kombinasi ini.  Premis dari paper ini adalah bahwa strategi korporasi mengendalikan strategi pemasaran.  Menarik kesimpulan bahwa mengenal inter relasi yang kompleks antara strategi korporasi dan strategi pemasaran, organisasi dapat mencapai daya saing strategi global.     &lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9983416/MenyatukanStartegiKorporasidanStrategiPemasaran.pdf"&gt;Selengkapnya baca di sini..&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-5396779012776655034?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/5396779012776655034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/menyatukan-strategi-korporasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/5396779012776655034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/5396779012776655034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/menyatukan-strategi-korporasi-dan.html' title='Menyatukan strategi korporasi dan strategi pemasaran untuk daya saing global'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-3310120179457428667</id><published>2010-05-22T19:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.368-07:00</updated><title type='text'>Kegunaan Balanced Scorecard bagi Sebuah Organisasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a.Balanced Scorecard untuk Operational Control&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Untuk pengendalian operasional, maka Balanced  Scorecard digunakan untuk:&lt;br /&gt;- membantu para manajer untuk memantau dan mengendalikan delivery dari serangkaian aktifitas awal untuk bisa mencapai level performansi terbaik.  &lt;br /&gt;- membantu memudahkan organisasi untuk mengukur ‘apasaja’  yang berhubungan dengan kinerja organisasinya dan menyaring ukuran-ukuran performansi apa yang penting bagi organisasi tersebut.&lt;br /&gt;- meningkatkan pemahaman, kesadaran dan penyesuaian terhadap berbagai kegiatan operasi oleh pihak manajemen dalam proses desain;&lt;br /&gt;- memperluas dan mengefektifkan pemantauan terhadap perbaikan performance;&lt;br /&gt;- meningkatkan pemahaman terhadap hubungan antara ukuran sehingga memudahkan dalam penetapan target&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b.Balanced Scorecard untuk Manajemen Strategis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Balanced scorecard dapat digunakan untuk membantu para manajer dalam mengartikulasikan tujuan-tujuan strategis dan road map organisasinya serta memantau berbagai aktifitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, yang pada gilirannya akan membantu menentukan tindakan perencanaan apa yang harus diambil untuk mencapainya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-3310120179457428667?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/3310120179457428667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/kegunaan-balanced-scorecard-bagi-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3310120179457428667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3310120179457428667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/kegunaan-balanced-scorecard-bagi-sebuah.html' title='Kegunaan Balanced Scorecard bagi Sebuah Organisasi'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-1757618591865186671</id><published>2010-05-21T02:37:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Mom'/><title type='text'>23 Tips Penting untuk Organisasi Rumah Tangga</title><content type='html'>1. Singkirkan baju atau aksesori yang tidak diperlukan dari lemari pakaian&lt;br /&gt;2. Manfaatkan sisi pintu lemari untuk menggantung dasi, scarf, ikat pinggang, dll.&lt;br /&gt;3. Simpan sepatu pada kotaknya dan tempat labelnya di laur kotak untuk memudahkan anda mencarinya&lt;br /&gt;4. Buang semua barang yang anda  pikir bisa dimanfaatkan&lt;br /&gt;5. Singkirkan semua surat/kartu ucapan (kecuali rejening/bukti pembayaran 1 tahnu terakhir)..  catat nama dan alamat pengirim lalu buang.&lt;br /&gt;6. Selalu letakkan sesuatu pada tempatnya untuk memudahkan mencarinya.&lt;br /&gt;7. Piliahlah baju yangakan dicuci untuk menghemat waktu. Siapkan penggantung pakaian di tempat cuci agar tidak perlu mondar-mandir&lt;br /&gt;8. Jika menggunakan mesin cuci, anda bisa sambil melakukan pekerjaan lain.&lt;br /&gt;9. Tidak perlalu terlalu sempurna untuk hal-hal yang tidak begitu penting, seperti menempel terlalu rapi dalam baju yang sobek, dlsb.&lt;br /&gt;10.Optimalkan semua piranti elektronik yang dimiliki.  Misalnya bleder selian untuk membuat jus juga untuk menghaluskan bumbu masakan.&lt;br /&gt;11.Lakukan dua hal sekaligus setiap kali memasak, seperti merebus sambil menanak nasi, memasa sup sambil menghangatkan pepes di atas tutup pancinya.&lt;br /&gt;12.Rencanakan menu paling tidak untuk satu pekan ke depan.  Buat stok bumbu inti yang dapat disimpan di lemari es.&lt;br /&gt;13.Biasakan selalu membayar tagihan di awal bulan.&lt;br /&gt;14.Hindari datang ke suatu tempat di jam-jam sibuk.&lt;br /&gt;15.Beri batasan waktu untuk belanja dan tepatilah. Belilah barang-barang sesuai daftar kebutuhan.&lt;br /&gt;16.Buatlah semacam to do list untuk semua tugas yang harus anda kerjakan esok harinya.&lt;br /&gt;17.Bangunlah 15 menit lebih awal setiap hari agar bisa menyelesaikan tugas lebih banyak dari haru sebelumnya.&lt;br /&gt;18.Selalu persiapkan semua kebutuhan keluarga pada malam hari sebelum tidur.&lt;br /&gt;19.Belilah kemasan family size untuk keperluan seisi rumah.&lt;br /&gt;20.Belilah sayur dan buah pada musimnya.&lt;br /&gt;21.Selalu matikan lampu saat tidak diperlukan.  Lebh baik menggunakan lampu neon, lebih mahal tetapi lebih hemat.&lt;br /&gt;22.Matikan semua peralatan elektronik yang tidak digunakan.  Jika tetap tertancap di stop kontak akan menguras daya listrik.&lt;br /&gt;23.Gunakan air seperlunya saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-1757618591865186671?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/1757618591865186671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/23-tips-penting-untuk-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1757618591865186671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1757618591865186671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/23-tips-penting-untuk-rumah-tangga.html' title='23 Tips Penting untuk Organisasi Rumah Tangga'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-460408946770322241</id><published>2010-05-21T02:34:00.002-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.369-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Be a Good Moslem'/><title type='text'>Karakteristik Mukminah</title><content type='html'>Karakteristik Mukminah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita dalam Islam&lt;br /&gt;Islam sebagai agama (dien) yang syamil wa mutakamil, memandang dan menempatkan wanita secara adil dan proporsional, Tidak ada pembedaan dalam tugas dan pelaksanaan syari’at Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Yang membedakan kita adalah pahala yang Allah berikan, dan Allah akan membalas setiap amalan berdasarkan iman, taqwa, dan amal shalih yang dikerjakannya.  Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda, “ Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah mar’ah shalihah”.  (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Karakteristik Mukminah&lt;br /&gt;Pertama : Mukminat ialah muslimah yang mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Rabbnya, Muhammad SAW adalah Nabinya dan Islam adalah dinnya.  Ia cinta kepada Allah dan Rasul-Nya serta taat terhadap perintah keduanya dan menjadikan ketaatannya itu sebagai filter yang membentengi dirinya dari kemaksiatan.&lt;br /&gt;"Hai sekalian orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasulullah, dan ulul amri di antara kamu." (QS 4 : 59)  &lt;br /&gt;Kedua : mukminat ialah muslimah yang bertakwa, khusyuk dalam beribadah dan zuhud terhadap hal-hal yang bersifat duniawi.  Mereka menjaga kewajibannya, mengerjakan berbagai amal shalih, menjauhi hal-hal yang haram dan berhati-hati  terhadap hal-hal yang dilarang.  Maka randa-tanda keimanan itu tampak ada ucapan, tindakan dan keyakinan mereka.  mereka sangat takut terhadap amanah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan takut atas pedihnya siksa Allah jika ia menyalahi perintah-Nya.&lt;br /&gt;Ketiga : mukminah ialah muslimah yang selalu taat dan berbuat ihsan terhadap kedua orang tuanya, serta berhati-hati untuk tidak membuat keduanya marah, sehingga kita dapati kedua orang tua mereka ridha kepadanya. &lt;br /&gt;Keempat : mukminat ialah muslimah yang selalu taat kepada suaminya, mereka mencintai dan menyayanginya, menyeru dan menasihatinya ke arah kebaikan, menjadi pendampingnya di saat istirahat, bersikap halus dan merendahkan suara jika berbincang-bincang dengannya.  Mereka mendampinginya di jalan kebaikan, memberi ketenteraman, kedamaian, serta kesejukan hati.  Jika dipandang mereka tampak menyenangkan karena kerapian busananya dan karena senyumannya yang manis.  Jika diperintah mereka mentaatinya dan jika suaminya pergi maka dipeliharanya diri dan kehormatannya serta dijaganya harta dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;Kelima : mukminat ialah muslimah yang mentarbiyah anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  Mereka tanamka aqidah Islamiyah shohihah ke dalam diri anak-anaknya dan mereka didik permata hati mereka untuk cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-Nya serta menjauhkan diri dari kemaksiatan dan akhlaq yang rusak.&lt;br /&gt;Keenam : mukminat ialah muslimah yang selalu menegakkan dien Allah Subhanahu Wa Ta'ala, melaksanakan apa yang diketahuinya dan menyeru manusia kepada Rabbnya.&lt;br /&gt;Ketujuh : mukminat ialah para wanita yang apabila ditimpa suatu musibah, ia tetap tegar, setegar gunung yang diterpa taufan, sekokoh karang karang yang diterjang ombak tak satupun cobaan mampu mengusik hatinya dan tak sedikitpun musibah yang menimpanya menjadikannya gundah.&lt;br /&gt;Begitulah gambaran seorang akhawaat mukminah.  Tiada yang mereka harapkan kecuali pahala dan ampunan dari Allah Rabbul izzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-460408946770322241?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/460408946770322241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/karakteristik-mukminah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/460408946770322241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/460408946770322241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/karakteristik-mukminah.html' title='Karakteristik Mukminah'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-6442683312219126343</id><published>2010-05-21T02:31:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.369-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Keorganisasian'/><title type='text'>Bagaimana agar Ide Dapat Dituangkan Menjadi Tulisan</title><content type='html'>Beberapa hal yang perlu diperhatikan &lt;br /&gt;• Pada dasarnya menulis merupakan proses penuangan ide atau gagasan dalam bentuk tertulis.&lt;br /&gt;• Mudah tidaknya menuangkan ide, pemikiran, gagasan, sangat tergantung pada seberapa sering seseorang berlatih untuk melakukan hal tersebut.  Beberapa sarana yang dapat digunakan seperti &lt;br /&gt;--&gt; menulis diari&lt;br /&gt;--&gt; menyediakan note book khusus &lt;br /&gt;• Kreativitas yang dipengaruhi oleh keterampilan, minat dan bakat serta motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana agar Ide Dapat Dituangkan Menjadi Tulisan&lt;br /&gt;1.Temukan ide&lt;br /&gt;  - membaca&lt;br /&gt;  - mengamati &lt;br /&gt;  - mendengar&lt;br /&gt;  - berbicara (bertanya, menginterviu&lt;br /&gt;2.Konstruksi awal → penulisan awal&lt;br /&gt;3.Penyusunan tulisan&lt;br /&gt;4.Pemeriksaan&lt;br /&gt;5.Pemberian judul&lt;br /&gt;6.Tindak lanjuti → mengirimkan ke majalah atau rubrik yang sesuai dengan sifat tulisan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-6442683312219126343?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/6442683312219126343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/bagaimana-agar-ide-dapat-dituangkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/6442683312219126343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/6442683312219126343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/bagaimana-agar-ide-dapat-dituangkan.html' title='Bagaimana agar Ide Dapat Dituangkan Menjadi Tulisan'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-370665445416069433</id><published>2010-05-20T14:17:00.001-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Tarbiyah'/><title type='text'>Tauhid Al Ilmi al I'tiqady*</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Dr. Nashir Ibn Abdul Karim Al 'Aql&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh berkata:&lt;br /&gt;[1]. Prinsip dalam asma dan sifat Allah adalah menetapkan apa yang ditetapkan Allah untuk diriNya atau yang ditetapkan oleh Rasulullah tanpa tamtsil (mempersamakan atau menyerupakan Allah dengan makhluk dalam asma dan sifatNya) dan takyif (mempertanyakan bagaimana sifat Allah, atau menentukan bahwa sifat Allah itu hakekatnya begini). Juga menolak apa yang ditolak Allah terhadap diriNya atau yang ditolak Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tanpa tahrif (mengubah lafadz sifat atau menyelewengkan maknanya) dan tanpa ta'thil (mengingkari seluruh atau sebagian sifat Ilahi). Hal itu dengan mengimani makna dan arti yang dikandung oleh nash. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." [Asy Syura: 11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Tamtsil dan ta'thil dalam asma dan sifat Allah adalah kufur. Tahrif yang disebut oleh ahli bid'ah sebagai ta'wil, ada yang kufur hukumnya, seperti ta'wil orang-orang kebatinan, ada yang bid'ah dan sesat, seperti ta'wil orang-orang yang tidak mengakui sifat-sifat Allah, dan ada pula yang terjadi karena kekeliruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Wihdatul Wujud dan kepercayaan bahwa Allah bersemayam pada sesuatu makhlukNya atau bersatu dengannya adalah perbuatan kufur yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Iman kepada malaikat yang mulia secara umum. Mengimaninya secara terinci adalah dengan mengimani apa yang telah dinyatakan oleh dalil, seperti nama-namanya, sifat-sifatnya, dan tugas-tugasnya sesuai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Iman kepada seluruh kitab yang diturunkan Allah. Mengimani sepenuhnya bahwa Al Qur'an Al Karim adalah kitab yang termulia dan yang membatalkan keberlakuan kitab-kitab lainnya. Kitab-kitab sebelum Al Qur'an telah mengalami perubahan dan penyelewengan. Untuk itu kita wajib mengikuti Al Qur'an dan tidak mengikuti kitab sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Iman kepada para nabi dan rasul Allah. Semoga selawat dan salam dilimpahkan Allah kepada mereka. Mereka adalah orang yang paling mulia. Barangsiapa yang tidak berpendapat begitu maka dia termasuk kafir. Apa yang telah dinyatakan nash tentang mereka wajib diimani. Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam adalah yang termulia, rasul terakhir, dan diutus Allah untuk seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]. Mengimani bahwa wahyu telah terputus semenjak wafatnya Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. Beliau adalah nabi dan rasul terakhir. Orang yang tidak berkeyakinan demikian adalah kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]. Iman kepada hari akhir dan kejadian-kejadian yang ada di dalamnya menurut berita yang benar, juga beriman pada tanda-tanda kiamat yang terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]. Iman kepada qadar yang baik dan yang buruk dari Allah Ta'ala, yaitu dengan mengimani bahwa Allah Ta'ala mengetahui apa yang akan terjadi sebelum terjadi. Allah telah menuliskannya dalam Lauhul Mahfuzh [1]. Yang dikehendakiNya-lah yang terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan terjadi. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Pencipta segala sesuatu, Yang Maha Berbuat atas apa yang dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan untuk masing-masing poin di atas dapat dilihat di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Disalin dari buku Mujmal Ushul Ahlis Sunnah wal Jama'ah fi Al 'Aqidah edisi Indonesia PRINSIP-PRINSIP AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH, oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al 'Aql, Penerbit GIP Jakarta]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-370665445416069433?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/370665445416069433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/tauhid-al-ilmi-al-itiqady.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/370665445416069433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/370665445416069433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/tauhid-al-ilmi-al-itiqady.html' title='Tauhid Al Ilmi al I&apos;tiqady*'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-7158221353935419895</id><published>2010-05-14T15:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.371-07:00</updated><title type='text'>Adakah yang Bertambah?</title><content type='html'>Sudah hari Sabtu lagi...Aku ingat kalau hari ini adalah hari tarbiyah yang artinya, sudah seminggu sejak terakhir aku memeriksa lembar Muhasabah Yaumiah akhwat.  Hmm...adakah yang bertambah dari amalan-amalan ibadah yang aku (dan juga kami semua) telah lakukan?  Ataukah, kami masih berada pada posisi stagnan, atau bahkan mengalami penurunan.  Astaghfirullah,..meski cuma sedikit... bahkan amat sedikit...setidaknya ada peningkatan yang dilakukan.  Yup, plan for today, ... isi tarbiyah (insya Allah target pertemuan pekanan dapat terpenuhi, meski harus menyesuaikan dengan tarbiyah gabungan).  O..iya jangan lupa hari ini formulasi masalah dan penetapan model concept harus sudah selesai.  And, ... I really hope that I can make myself better.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-7158221353935419895?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/7158221353935419895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/adakah-yang-bertambah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/7158221353935419895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/7158221353935419895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/adakah-yang-bertambah.html' title='Adakah yang Bertambah?'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-3722276243457500062</id><published>2010-05-13T06:49:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.371-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akademik'/><title type='text'>Menulis Review Jurnal</title><content type='html'>Anda mungkin diminta atau ditugaskan untuk menulis sebuah review jurnal.  Meskipun ini mungkin bukanlah tugas yang biasa, namun menulis review jurnal juga bukanlah sebuah pekerjaan yang sesulit seperti menulis sebuah esai yang membutuhkan banyak riset perpustakaan, dan juga tidak sama dengan review tulisan pada sebuah koran atau majalah yang ditulis untuk pembaca umum.&lt;br /&gt;Review jurnal yang anda susun ditulis untuk pembaca (misalnya supervisi, dosen, atau tutor anda) yang memiliki pengetahuan tentang disiplin ilmu dalam jurnal yang di-review dan bukan hanya tertarik pada ulasan ataupun isi dari artikel yang di-review, namun juga pada penilaian kritis (critical assessment) anda tentang pemikiran maupun argument yang dibuat oleh penulis  jurnal. &lt;br /&gt;Review yang anda buat dapat disusun dengan berpedoman pada pertanyaan-pertanyaan berikut:&lt;br /&gt; Objectives; Untuk apa artikel tersebut dibuat?&lt;br /&gt; Theory; Apakah ada kerangka kerja teoritis yang eksplisit pada artikel tersebut?  Jika tidak, apakah ada asumsi-asumsi teoritis yang penting?&lt;br /&gt; Concepts; Apa yang menjadi konsep utama? Apakah konsep tersebut didefenisikan dengan jelas?&lt;br /&gt; Argument; Apa yang menjadi argumen utamanya? Apakah ada hipotesis tertentu?&lt;br /&gt; Method; Metode apakah yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut?&lt;br /&gt; Evidence; Apakah ada bukti yang ditampilkan? Seberapa memadaikah bukti-bukti tersebut?&lt;br /&gt; Values; Apakah posisi nilai (value position) ditunjukkan secara jelas ataukah secara implisit?&lt;br /&gt; Literature; Bagaimana penelitian dalam jurnal tersebut sesuai dengan literatur yang lebih luas?&lt;br /&gt; Contribution; Seberapa baikkah artikel dari jurnal tersebut mampu menambah pengetahuan kita tentang subyek tersebut?&lt;br /&gt; Style; Seberapa jelaskah bahasa atau gaya atau ekspresi yang digunakan penulis?&lt;br /&gt; Conclusion; Penilaian ringkas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana anda bisa memenuhi hal tersebut?&lt;br /&gt;Langkah 1: Kenali artikel yang anda review: &lt;br /&gt; Lihat judul, daftar isi, abstrak dan pengantarnya. Semuanya akan memberikan anda beberapa ide tentang fokus utama dan ulasan dari artikel tersebut serta alasan-alasan penulis dalam menulis artikel tersebut.&lt;br /&gt; Saringlah secara cepat keseluruhan dari artikel tersebut, Amati kalimat-kalimat pembuka paragraf, tabel-tabel, ilustrasi maupun gambar-gambar grafis yang ada.&lt;br /&gt; Bacalah secara lebih mendetail bagian pertama, yang akan memberitahukan kepada anda permasalahan-permasalahan utama yang dibahas dan mengindikasikan aspek-aspek teoritis maupun kerangka konseptual yang diajukan oleh penulis.&lt;br /&gt; Kemudian, bacalah secara mendetail bagian akhir, yang mencakup kesimpulan penulis dan ringkaslah alasan-alasan utama mengapa kesimpulan tersebut diambil.&lt;br /&gt; Sekarang, setelah anda familiar dengan tulisan tersebut, bacalah keseluruhan isi dari jurnal tersebut untuk mengembangkan sebuah dasar dalam me-review jurnal tersebut secara kritis.  &lt;br /&gt;Langkah 2: Putuskan aspek-aspek dari artikel yang ingin anda bahas secara mendetail dalam review tersebut, apakah pendekatan teoritis? Isi atau studi kasus? Pemilihan dan interpretasi bukti? Cakupan ulasan? Ataukah gaya presentasinya?&lt;br /&gt;Biasanya anda akan mendiskusikan isu-isu utama yang secara khusus dibahas oleh penulis. Kadang-kadang anda dapat memilih pembahasan tertentu karena menurut anda hal tersebut penting bagi anda dan bidang ilmu yang sedang anda dalami, meskipun itu bukanlah isu utama dari penulis.&lt;br /&gt;Langkah 3: Sekarang, dengan berlandaskan pada pengetahuan anda tentang artikel tersebut dan keputusan anda tentang isu apa yang akan anda diskusikan, bacalah secara lebih mendetail bagian-bagian yang relevan dengan isu atau pembahasan tersebut. Buatlah catatan tentang poin-poin dan pernyataan-pernyataan utama.&lt;br /&gt;Jika diperlukan, baca juga artikel-artikel atau buku-buku lain yang relevan dengan topik yang anda buat, hal ini untuk mendukung bukti-bukti atau model-model teoritis alternatif atau interpretasi data.&lt;br /&gt;Anda mungkin juga ingin melihat review yang lain tentang artikel tersebut.  Yang terdapat pada jurnal akademik terbaru untuk mendapatkan gagasan tentang bagaimana artikel tersebut memiliki hubungan dengan disiplin ilmunya.  Bagaimanapun gunakanlah review tersebut hanya untuk mendukung evaluasi pribadi anda, jangan mengkopi atau menirunya.&lt;br /&gt;Sekarang anda telah siap untuk mulai membuat draft menulis review.&lt;br /&gt;Struktur dari review sebaiknya terdiri dari:&lt;br /&gt; Sebuah identifikasi awal dari artikel yang direview (penulis, judul, nama jurnal, tahun publikasi, dan detail-detail lain yang penting, seperti misalnya, ini adalah Edisi berbahasa Perancis, dan lain-lain), dan sebuah indikasi dari aspek-aspek utama pada artikel yang akan anda diskusikan.&lt;br /&gt; Sebuah ringkasan mengenai lingkup, isi dan argumen dari artikel. Anda juga dapat meringkas bagian demi bagian, tetapi secara singkat (1000-1500 kata).  Anda hanya mengambil tema-tema utama saja. Bagian ini biasanya tidak boleh lebih dari tiga dari review total.&lt;br /&gt; Sebuah diskusi kirits yang mencakup 2 hingga – 3 isu utama dalam artikel. Bagian ini adalah inti dari review anda.  Anda perlu menjelaskan argumen penulis sebelum anda mengkritisi dan mengevaluasinya. Juga anda harus mampu mendukung kritik anda sendiri dengan bukti dari teks atau tulisan lain. Anda juga mungkin ingin menunjukkan perbedaan-perbedaan perlakuan penulis mengenai suatu topik; tetapi kurang bermanfaat untuk mengkritisi seorang penulis karena tidak melakukan apa yang tidak pernah mereka ingin lakukan.&lt;br /&gt; Sebuah evaluasi akhir mengenai kontribusi keseluruhan yang diberikan artikel tersebut terhadap pemahaman anda mengenai topic tersebut  (dan mungkin juga penting untuk mengembangkan pengetahuan pada area atau disiplin ilmu tertentu, menempatkannya dalam konteks tulisan lain pada bidang yang sama).&lt;br /&gt;Ceklis untuk draft akhir:&lt;br /&gt; Apakah anda sudah mengidentifikasi artikel tersebut secara jelas, tepat pada saat dimulai?&lt;br /&gt; Apakah argument yang diajukan penulis telah diringkas secara jelas dan obyektif sehingga pembaca review anda dapat mengenali pendekatan teoritis dan cakupan materi? (sekitar tiga dari sebuah review singkat)&lt;br /&gt; Apakah isu-isu yang terdiri dari 2 – 3 isu utama dalam artikel tersebut telah diidentifikasi dan didiskusikan secara jelas? (sekitar 50-60% dari review.)&lt;br /&gt; Apakah anda telah memberikan alasan tentang kritik dan penghargaan anda tentang artikel tersebut?&lt;br /&gt; Apakah ada evaluasi akhir mengenai pentingnya artikel tersebut, berdasarkan diskusi awal amda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari “Writing a journal article review”,  website The Australian National University.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-3722276243457500062?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/3722276243457500062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/menulis-review-jurnal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3722276243457500062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/3722276243457500062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/menulis-review-jurnal.html' title='Menulis Review Jurnal'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-1330877229645482101</id><published>2010-05-13T00:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Keorganisasian'/><title type='text'>Menjadi Pemimpin yang Efektif dan Berpengaruh</title><content type='html'>Sub: Menjadi pemimpin yang efektif dan berpengaruh&lt;br /&gt;A. Defenisi Kepemimpinan&lt;br /&gt;Kepemimpinan adalah suatu proses penggerakan sekumpulan manusia menuju suatu tujuan yang ditetapkan dengan memotivasi mereka melalui suatu cara yang tidak memaksa.  Kepemimpinan yang baik yang menggerakkan manusia untuk memenuhi rencana jangka panjang.&lt;br /&gt;Kepemimpinan adalah suatu peranan dan proses mempengaruhi orang.  Pemimpin adalah anggota dari suatu perkumpulan yang diberi kedudukan tertentu sesuai dengan kedudukannya.  Seorang pemimpin adalah juga seorang ahli dalam perkumpulan yang diharapkan menggunakan pengaruhnya dalam melaksanakan dan mencapai tujuan kelompok.  Pemimpin yang sebenarnya ialah seorang yang memimpin dan bukan seorang yang menggunakan kedudukan untuk memimpin.&lt;br /&gt;Fenomena kepemimpinan dapat dijelaskan melalui konsep-konsep dasar berikut:&lt;br /&gt;1. Kepemimpinan adalah suatu usaha menghubungkan pemimpin dengan pengikutnya supaya mengerahkan tenaga secara teratur menuju sasaran yang dirumuskan bersama.  Bekerja menuju sasaran yang akan memberikan kepuasan bagi pemimpin dan pengikutnya,&lt;br /&gt;2. Kepemimpinan juga mewarnai dan diwarnai oleh media, lingkungan, dan iklim dimana dia berfungsi.  Kepemimpinan tidak bekerja dalam ruangan yang hampa, tetapi dalam situasi yang diciptakan oleh berbagai unsur.&lt;br /&gt;3. Kepemimpinan senantiasa aktif, mungkin juga berubah mengikuti peringkat, kekuatan.  Bersifat dinamis atau tudak tetap.&lt;br /&gt;4. Kepemimpinan bekerja menurut, prinsip, alat dan metode yang pasti dan tetap.&lt;br /&gt;B. Kepemimpinan yang Efektif&lt;br /&gt;Apakah kepemimpinan yang efektif?&lt;br /&gt;Kepemimpinan yang efektif ialah suatu proses menciptakan visi (wawasan), mengembangkan suatu strategi, membangun kerjasama dan memotivisir tindakan (kegiatan).&lt;br /&gt;Pemimpin yang efektif:&lt;br /&gt;- Menghasilkan suatu wawasan untuk masa depan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang kelompok yang terlibat.&lt;br /&gt;- Mewujudkan strategi yang rasional untuk menuju ke arah wawasan tersebut.&lt;br /&gt;- Membangun dukungan pusat kekuasaan dimana kerjasama, persetujuan, kelompok kerja sangat dibutuhkan untuk menghasilkan suatu gerakan.&lt;br /&gt;- Memberi motivasi yang kuat kepada suatu perkumpulan yang menjadi tonggak pelaksanaan strategi yang telah digariskan.&lt;br /&gt; Suatu kombinasi proses biologis, sosial dan psikologi yang kompleks menentukan potensi kepemimpinan seseorang,  proses ini mesti dibina dengan baik supaya efektif.  Setiap orang berbeda dalam mutu kepemimpinan yang diwujudkan dalam suatu situasi yang bervariasi, dan muncul pada tahap yang berbeda.  Latihan kepemimpinan dipengaruhi oleh lingkungan dan peluang yang terbatas.&lt;br /&gt;Pemimpin, Pengawas, dan Pengikut&lt;br /&gt;Pemimpin mengendalikan bawahannya untuk mencapai tujuan melalui motivasi dan contoh pribadi.  Pengawas memperoleh keinginannya dengan menggunakan kedudukannya dalam struktur organisasi.&lt;br /&gt;Pemimpin yang baik menyadari bahwa mereka juga mesti menjadi pengikut yang baik.  Boleh dikatakan pemimpin juga harus melapor kepada seseorang atau kelompok.  Oleh sebab itu mereka juga harus mampu menjadi pengikut yang baik.  pengikut yang baik mesti menghindari persaingan dengan pemimpin, bertindak dengan setia, emnjaga nilai dan tingkah laku pemimpin secara konstruktif.&lt;br /&gt;Pengikut dan pemimpin terikat dalam suatu hubungan yang berarti.  Pemimpin harus senantiasa memberi perhatian kepada bawahannya.&lt;br /&gt;C. Ciri-ciri Pemimpin Islam&lt;br /&gt;Nabi Muhammad  bersabda bahwa pemimpin suatu jama’ah adalah pelayan jama’ah tersebut.  Oleh karena itu, pemimpin hendaklah melayani dan menolong orang lain untuk maju.  Beberapa ciri penting yang menggambarkan kepemimpinan Islam adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Setia pada Allah&lt;br /&gt;2. Tujuan Islam yang menyeluruh.&lt;br /&gt;3. Mengikuti syariah dan akhlaq Islami, pemimpin terikat dengan peraturan Islam, dan boleh menjadi pemimpin selama mengikuti perintah syariah.  Waktu mengendalikan urusannya ia mesti patuh kepada adab-adab Islam khususnya ketika berurusan dengan musuh atau lawan.&lt;br /&gt;4. Diberi kepercayaan, pemimpin menerima kekuasaan sebagai amanah dari Allah yang disertai oleh tanggung jawab yang besar.&lt;br /&gt;Al Qur’an memerintahkan pemimpin melaksanakan tanggung jawabnya kepada Allah dan menunjukkan sikap baik kepada pengikutnya.&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;Yaitu orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah perbuatan yang mungkar.  (QS  22:41) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Prinsip-prinsip Dasar Kepemimpinan Islam&lt;br /&gt;Ada tiga prinsip dasar mengenai perjalanan kepemimpinan Islam: Shura, keadilan, dan kebebasan memberikan pendapat:&lt;br /&gt;1. Shura; Shura adalah prinsip pertama dalam kepemimpinan Islam, Al Qur’an menyatakan dengan jelas bahwa pemimpinan Islam wajib mengadakan shura dengan orang yang mempunyai pengetahuan atau dengan orang yang dapat memberikan pandangan yang baik.&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;Dan bagi orang-orang yang menerima seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. (QS 42:38)&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;Maka rahmat Allah-lah yang telah menyebabkan kamu berlemah lembut terhadap mereka.  sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.  Karena itu maafkan mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan tersebut.  Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah menyukai orang bertawakallah kepada-Nya. (QS 3:159)&lt;br /&gt;Pelaksanaan shura memungkinkan anggota organisasi Islam berpartisipasi dalam membuat keputusan.  Pada saat yang sama shura berfungsi sebagai tempat mengawasi tingkah laku pemimpin agar tidak menyimpang daru tujuan umum jama’ah.&lt;br /&gt;Pemimpin tidak wajib melakukan shura dalam setiap masalah. Persoalan rutin hendaklah dihadapi dengan cara dan kaedah yang berbeda.  Apa yang rutin dan apa yang tidak harus disusun dan dirumuskan oleh masing-masing kelompok sesuai dengan ukuran, kebutuhan, sumber daya dan lingkungan.  Pemimpin mesti mengikuti dan melaksanakan keputusan yang telah dibuat dalam lingkungan syura.  Dia harus menghindari dirinya dari beriman kata-kata untuk menonjolkan pendapatnya atau mengubah keputusan yang dibuat oleh shura.&lt;br /&gt;Secara umum bidang kegiatan shura sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Administrasi dan eksekutif diserahkan kepada pemimpin.&lt;br /&gt;2) Persoalan yang membutuhkan keputusan segera harus ditangani oleh pemimpin dan dibicarakan kepada kelompok sebagai laporan dalam pertemuan berikutnya atau langsung melalui telpon.&lt;br /&gt;3) Anggota kelompok/wakil mereka dari anggota syura harus memeriksa dan menanyakan tindakan pemimpin secara bebas tanpa rasa segan dan malu.&lt;br /&gt;4) Kebijaksanaan yang hendak diambil, sasaran jangka panjang dan keputusan yang penting harus dibuat oleh wakil yang dipilih dalam suatu proses pemilihan yang benar.  Masalah ini tidak boleh diputuskan oleh pemimpin seorang diri.&lt;br /&gt;2.  Adil; Pemimpin seharusnya memperlakukan manusia secara adil dan tidak berat sebelah.  Tidak membeda-bedakan bangsa, warna kulit, keturunan, dan agama.   Al Qur’an memerintahkan agar kaum muslimin berlaku adil ketika berurusan dengan para penentang mereka.&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum antara manusia supaya kamu berlaku adil… (QS 4:59)&lt;br /&gt;Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil, karena adil lebih dekat kepada takwa… (QS 5:8)&lt;br /&gt;Wahai orang yang beriman, jadilah kamu benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri, ibu bapak, dan kaum kerabatmu.  Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. (QS 4:135)&lt;br /&gt;Selain mematuhi prinsip keadilan yang menjadi basis tegaknya masyarakat Islam, pemimpin organisasi Islam juga mesti mendirikan badan peradilan internal atau lembaga hukum atau komisi arbitrasi untuk menyelesaikan berbagai perbedaan atau pengaduan para jama’ah.  Anggota-anggota lembaga tersebut mesti dipilih dari anggota kelompok yang berpengetahuan, wara’ dan bijaksana.&lt;br /&gt;2. Kebebasan Berpendapat; pemimpin Islam hendaklah memberikan ruang dan mengundang anggota jama’ah untuk dapat mengemukakan pendapatnya secara konstruktif.  Mereka dapat mengeluarkan pandangan dan bantahan atau kritik dengan bebas,  serta menjawab segala persoalan yang mereka ajukan.  Suatu saat seorang wanita tua menegur Umar ibn al Khattab, ra waktu beliau berpidato di sebuah masjid, beliau dengan rela mengakui kesalahannya, dan bersyukur kepada Allah, karena masih ada orang yang mau membetulkan kesalahannya.  Pada suatu hari Umar pernah pula bertanya kepada umat Islam mengenai apa yang akan dilakukan oleh mereka jika beliau melanggar prinsip-prinsip Islam.  Seorang lelaki menyahut bahwa mereka akan meluruskannya dengan sebilah pedang.  Umar bersyukur kepada Allah karena masih ada orang di lingkungan umat yang akan mengoreksi kesalahannya.&lt;br /&gt;Pemimpin hendaklah berjuang menciptakan suasana bertukar pikiran dan ide secara sehat dan bebas, saling kritik dan nasehat menasehati satu sama lain, sehingga para pengikutnya merasa senang mendiskusikan masalah atau persoalan yang menjadi persoalan bersama.&lt;br /&gt;Seorang Muslim diminta memberikan nasehat yang ikhlas apabila diperlukan.  Tamin ibn Aws meriwayatkan bahwa Rasulullah  pernah bersabda:&lt;br /&gt;“Agama adalah nasehat, kami berkata “kepada sia[a?” beliau menjawab” kepada Allah, KitabNya, Rasul-Nya.  Pemimpin Ummat Islam dan kepada masyarakat kamu”.&lt;br /&gt;Pendeknya kepemimpinan Islam bukanlah kepemimpinan tirani dan pula tanpa koordinasi.  Pemimpin Islam, setelah mendasari dirinya dengan Islam, bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya secara objektif dan dengan penuh rasa hormat, lalu membuat keputusan seadil-adilnya.  Dia bertanggung jawab bukan hanya kepada pengikutnya, tetapi juga yang lebih penting adalah kepada Allah .&lt;br /&gt;Tipe kepemimpinan seperti ini adalah tipe yang terbaik dalam mewujudkan persatuan di kalangan anggota dan meningkatkan kualitas penampilan mereka.&lt;br /&gt;E. Sifat-sifat Kepemimpinan&lt;br /&gt;Ada lima sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin Islam:&lt;br /&gt;1. Tahu kemana waktu harus diarahkan.  Jangan biarkan waktu mengontrol Anda.  Jadikanlah setiap saat berlalu bekerja untuk Islam.&lt;br /&gt;2. Memfokuskan pada hasil yang kongkrit.  Konsentrasikan diri pada hasil, bukan pada kerja yang dilakukan.  Lihat apa yang ada di balik kerja dan tetapkan tujuan.&lt;br /&gt;3. Bekerja dengan kekuatan bukan kelemahan.  Akui kelebihan dan kelemahan.  Bersedia menerima kelebihan orang lain tanpa merasa kedudukan anda terancam.&lt;br /&gt;4. Konsentrasikan diri pada beberapa persoalan besar dimana kerja keras yang berkelanjutan akan memberikan hasil yang cemerlang.  Lakukan ini dengan melihat prioritas yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;5. Bertawakkal kepada Allah dengan meletakkan cita-cita yang tinggi.  Jangan batasi diri anda pada persoalan yang mudah dan hal yang bisa menyelamatkan diri.  Sepanjang anda bekerja untuk Allah, jangan bimbang dan ragu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-1330877229645482101?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/1330877229645482101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/menjadi-pemimpin-yang-efektif-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1330877229645482101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/1330877229645482101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2010/05/menjadi-pemimpin-yang-efektif-dan.html' title='Menjadi Pemimpin yang Efektif dan Berpengaruh'/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3825544540863730366.post-4209687100007987492</id><published>2009-12-16T09:17:00.000-08:00</published><updated>2010-06-13T14:41:03.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasiku'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;It's Such A Weird&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;It's weird when you heard that someone that you know well has gone.  It's the same feeling when I hear Bibi Nun, last Thursday and Hayati just dead this morning.  I also felt the same way when my father in law had passed away.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3825544540863730366-4209687100007987492?l=sitnah-aisyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/feeds/4209687100007987492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2009/12/its-such-weird-its-weird-when-you-heard.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4209687100007987492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3825544540863730366/posts/default/4209687100007987492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitnah-aisyah.blogspot.com/2009/12/its-such-weird-its-weird-when-you-heard.html' title=''/><author><name>Ummu Umam Sitnah Aisyah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Cuom_zN612c/S-wQH5JFyiI/AAAAAAAAABk/UbWcvRlqr8I/S220/1036-014-15-1070.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
